
Dua jam pun berlalu dan Yuri masih saja melukis desain di dalam ruangan tersebut.
Sudah beberapa lembar kertas yang dia buang dan dia sobek karena menurut nya tidak begitu memuaskan.
"Huh, apa yang harus aku lakukan? Mengapa setiap mendesain aku selalu tidak fokus dan hasil nya beda dari apa yang aku pikirkan?"Batin Yuri gelisah.
Karena merasa lelah, Yuri pun berdiri dan melangkahkan kan kaki nya ke arah sebuah lemari yang menjulang tinggi, yang ada di dalam ruangan tersebut.
sedari tadi lemari itu sudah menarik perhatian nya sehingga ia sampai tidak fokus melukis.
Yuri pun memegang gagang pintu lemari tersebut dan membuka nya dengan pelan.
suara deritan dari lemari kayu itu pun terdengar.
Alangkah terkejutnya Yuri, melihat isi dari lemari kayu itu, lemari yang penuh dengan dres dan gaun yang berbagai macam warna cantik, pakaian-pakaian itu terlihat sangat mewah, serta dengan baju-baju para desainer terkenal di luar sana, bahkan mungkin saja baju-baju itu lebih tinggi kualitas dan bentuk nya dari desainer lain.
"Astaga! Ini benar-benar luar biasa? Apa ini desain dari mama nya Haikal? Menakjubkan sekali!"Ucap Yuri membelalak kan mata nya melihat baju-baju indah itu.
Tak menduga lemari tua yang berdebu itu penuh dengan gaun dan dres yang di desain dan di jahit sendiri oleh mama nya Haikal.
Ada satu baju yang begitu menarik perhatian Yuri, sehingga Yuri pun memberanikan dirinya untuk mengambil baju itu dan melihat nya.
"Baju ini, seperti nya aku pernah memikirkan untuk mendesain nya, bentuk yang elegan, simpel dan sedikit mewah, di bawah nya agak mengembang dengan lapisan kain sutra lembut di bagian atas nya."Gumam Yuri menatap gaun itu dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Seketika Yuri mendapatkan ide untuk memodifikasi gaun itu, dengan menggabungkan antara dua desain desain mama nya Haikal dan juga diri nya.
"Ya, aku bisa mengkolaborasikan desain ku ke gaun ini."Ucap Yuri dengan mata yang berbinar.
Yuri pun menutup kembali lemari tersebut dan memanjang kan gaun yang berwarna ungu itu di depan meja kerja nya, dia pun mulai duduk kembali dan melukis apa yang saat ini terbayang di benak nya.
Seharian Yuri tidak keluar dari kamar tersebut, bahkan dia juga tidak makan siang sama sekali.
Malam harinya.
"Abel, di mana Yuri?"Tanya Haikal yang baru saja pulang dari kantor nya.
"Maaf tuan muda, seharian aku menjaga Oma, dan aku tidak melihat nyonya di mana pun dia bahkan tidak terlihat di jam makan sing hari ini."Ucap Abel kepada Haikal.
"Iya, Oma baru saja tidur."Jelas Abel.
"Baik lah, kau juga boleh istirahat, soal Yuri aku mungkin tau di mana dia."Jawab Haikal yang kemudian berjalan meningal kan Abel.
"Tuan muda terlihat semakin perhatian kepada nyonya, aku harap rubah jahat itu masih lama kembali agar nyonya dan tuan muda bisa leluasa berduaan."Batin Abel yang kemudian berlalu ke kamar khusus para maid.
Haikal membuka pelan pintu ruangan tempat Yuri menyelesaikan pekerjaan nya.
Terlihat Yuri yang sedang tertidur lelap dengan kepala di atas meja kerja nya.
__ADS_1
"Astaga Yuri, kau kerja keras sekali, mengapa sampai lupa waktu seperti ini?"Batin Haikal mendekati Yuri yabg sedang tidur.
Karena tidak tega melihat Yuri yang tidur duduk seperti itu, Haikal pun mengedong nya pelan membawa nya keluar dari ruangan itu ke kamar nya.
"Kau pasti melwat kan makan sing mu demi menyelesaikan pekerjaan ini."Batin Haikal merebahkan Yuri di ranjang nya dan menyelimuti Yuri.
Sementara itu Yuri yang kelelahan sama sekali tidak sadar akan dirinya yang sudah di bawa Haikal ke kamar.
Keesokan harinya.
"Ughhh!"Leguh Yuri membuka mata nya sambil menggeliat meregangkan otot-otot tubuh nya yang terasa sangat pegal.
Namun ia merasakan ada sesuatu yang aneh di perut nya, perutnya terasa sedikit berat seperti di tindih oleh seseorang.
Yuri pun mengucek-ngucek mata nya yang masih belum bisa melihat dengan jelas ia sedang ada di mana.
"kamar? Kamar siapa? Mengapa aku bisa tiba-tiba ada di kamar ini? Bukan kah tadi malam aku masih menyelesaikan pekerjaan ku di ruangan itu?"Batin Yuri.
Ia pun melihat sekeliling kamar, ya tentu saja dia mengenali kamar itu, itu adalah kamar Haikal.
tidak hanya sampai di situ, Yuri pun menatap perut nya dan terlihat sebuah tangan yang melingkar sempurna di atas nya.
Sontak Yuri pun menoleh kan kepala nya ke samping kiri dan terlihat Haikal yang masih tertidur dengan lelap dengan tangan melingkar di perut Yuri.
__ADS_1
Bersambung ....