
Yuri pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang saat itu banyak pasir dan bau air pantai.
Haikal pun memilih untuk memainkan ponselnya sambil menunggu Yuri selesai mandi.
Namun tiba-tiba saja ponsel yang di pegang nya itu berdering menandakan ada sebuah panggilan masuk.
Tertara nama seseorang di layar ponsel tersebut, yang membuat Haikal dengan cepat menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.
call on.
"Halo sayang."Ucap Haikal sambil menyalakan erpon di telinganya.
"Halo, sayang, kapan kau akan pulang? Aku benar-benar bosan di Mansion ini sendiri,aku merindukan mu!"Ucap Nisa yang berada di sebrang telpon.
Ya ternyata itu adalah Nisa.
"Sabar, aku di sini baru dua hari, bagaimana bisa pulang? Oma akan curiga jika aku pulang terlalu cepat."Ucap Haikal sedikit memelan kan nada suara nya.
"Apa kau nyaman di sana bersama perempuan itu?"Ucap Nisa lagi terlihat marah.
"Tidak, bukan begitu, aku ... Tut Tut Tut. "Ucap Haikal terhenti karena Nisa telah mematikan telepon tersebut secara sepihak.
Call off.
"Menyebalkan sekali, aku di sini seperti di penjara, dan harus melihat orang tua bodoh itu,ini membuat aku kurus."Batin Nisa yang kemudian mengambil tas nya dan berjalan keluar dari kamar.
__ADS_1
"Hana, kau mau kemana?"Tanya Oma yang saat itu sedang berada di halaman depan bersama dengan Abel.
"Oma, aku ingin keluar sebentar."Jawab Nisa berusaha tersenyum meskipun dia kesal.
"Ini sudah sore, kau tidak boleh keluar, jika keluar jangan pulang lagi."Ucap Oma dengan tegas.
"Tapi Oma, aku ini bukan hewan peliharaan,aku ingin keluar di sini membosankan aku ingin bertemu dengan teman ku."Jawab Nisa lantang.
"Hey, bicara lah dengan sopan kepada Oma."Tegur Abel.
"Arghhh."Marah Nisa yang kesal karena tidak di ijin kan keluar dari mansion,ia pun kembali masuk ke dalam Mansion dengan rasa kesal yang menggebu-gebu.
"Oma, dia benar-benar kurang hajar, sudah mulut nya kasar, cara berpakaian nya sangat terbuka,aku pikir dia itu bukan lah kakak dari nona muda Yuri, tapi lebih ke seperti kupu-kupu malam saja, karena mereka berdua sama sekali tidak memiliki kemiripan sedikit pun."Ucap Abel panjang lebar.
"Maksud Oma?"Tanya Abel kebingungan mendengar jawaban Oma barusan.
"Sudah lah, ini sudah sore, sebaiknya bawa aku masuk ke dalam Mansion,aku ingin istirahat."Ucap Oma lagi mengalihkan pembicaraan Abel tentang Nisa.
Abel tentu sama sekali tidak mengenal Nisa, karna Abel baru bekerja di mansion karena ingin membantu ayah nya yang sebagi kepala pelayan di mansion tersebut.
Sementara maid lain harus menutup rapat mulut mereka jika masih ingin bekerja di sana, karena Haikal tidak akan segan-segan memecat pelayan yang berani ikut campur dalam urusan keluarga nya.
Sementara itu di kamar tamu.
Terlihat Nisa yang sedang mondar mandir dengan wajah kesal di dalam kamar tamu itu, dia tidak bisa masuk ke kamar Haikal sekarang karena begitu banyak maid yang sedang bersih-bersih di lantai atas.
__ADS_1
"Aku harus melakukan sesuatu agar Haikal cepat kembali, aku tidak bisa membiarkan dia berduaan terus menerus dengan Yuri, tapi apa yang harus aku lakukan agar dia segera kembali ke sini dengan segera mungkin? Menunggu beberapa hari itu masih lama aku tidak kuat di sini jika tidak ada dia."Umpat Nisa di kamar tersebut.
Lama berfikir, tiba-tiba Nisa lun mendapat kan sebuah ide, yang membuat senyum di bibir nya mengembang.
"Ahh, iya, aku yakin itu pasti akan berhasil."Batin Nisa sambil tersenyum miring.
Hari pun semakin gelap, dan kini jam pun sudah menunjukkan pukul 07:15 sudah waktunya makan malam.
Nisa keluar dari kamar nya sambil mengendap-endap menuruni tangga menuju lantai bawah.
Dia terlihat berjalan menuju arah dapur di mansion tersebut.
"Permisi nona, ada yang bisa saya bantu?"Tanya seorang maid sambil menepuk pundak Nisa.
"Eh, em anu aku hanya ingin melihat apa kah makan malam sudah selesai di masak?"Tanya Nisa terlihat sedikit gugup.
"Ouhh, iya, sudah nona, sebentar lagi akan kami sajikan, hanya tinggal menunggu sup untuk Oma matang."Ucap maid tersebut.
"Ouhh, apa kau memasak sendiri? di mana maid lain?"Tanya Nisa lagi.
"Yang lain sedang melakukan pekerjaan mereka masing-masing dan malam ini aku yang bertugas di dapur."Jawab maid tersebut dengan polos nya.
Nisa pun tersenyum lega dan mulai menjalankan rencana jahatnya.
Bersambung ....
__ADS_1