
"Ini buka. aroma parfum yang biasa di pakai Nisa? Mengapa dia tercium seperti aroma parfum laki-laki?"Batin Haikal mulai curiga.
Rasa curiga pun mulai tumbuh di benak Haikal, karena akhir-akhir ini, Nisa mulai jarang menghubungi nya, dia juga jarang terlihat manja di depan Haikal, seperti hari ini, dia malah buru-buru pergi setelah tau apa yang terjadi kepada Haikal, bukan nya menyemangati dia malah menyuruh Haikal untuk sendiri dulu.
Saat ini yang ada di pikiran Haikal hanya lah cepat-cepat kembali ke mansion dan menemui Yuri.
"Aku akan pulang."Ucap Haikal dengan pikiran kacau,ia menaruh makanan yang di bawa Nisa dan keluar dari ruang kerja nya.
Sementara itu di sisi lain.
Tok ... tok ... tok.
Suara ketukan di luar pintu ruang kerja Yuri.
"Masuk!"Jawab Yuri dari dalam ruangan itu.
"Nyonya, Oma menyuruh ku untuk mengantar kan teh hangat dan beberapa pengganjal perut untuk nyonya."Ucap Abel sambil menaruh nampan itu di dekat Yuri.
"Wahh, terima kasih, kebetulan sekali,aku baru saja selesai mengerjakan ini."Ucap Yuri dengan senyum manisnya.
"Wahh, coba aku lihat!"Ucap Abel kaget dan terkagum-kagum dengan lukisan desain yang ada beberapa lembar dengan model baju yang berbeda.
"Lihat saja, kau boleh menilai nya."Jawab Yuri sambil menyeruput teh hangat itu.
"Ini benar-benar bagus nyonya, seandainya aku seorang model, aku ingin menjadi model dari pakaian yang di desainer oke nyonya muda."Ucap Abel sangat kagum akan bakat mendesain Yuri.
__ADS_1
"Kau ini bisa saja."Ucap Yuri malu karena Abel memujinya terlalu berlebihan.
"Aku mengatakan hal yang sebenarnya nyonya."Jawab Abel lagi.
"Iya terima kasih Abel."Jawab Yuri begitu menghargai pujian Abel.
Mereka pun berbincang-bincang cukup lama di dalam ruangan tersebut dan sesekali mengeluarkan suara tawa yang cukup membuat siapapun yang mendengarnya menjadi ikut bahagia.
Sementara itu Haikal baru saja tiba di mansion.
"Di mana Yuri? Apa dia masih di di ruangan itu?"Batin Haikal buru-buru melangkah kan kaki nya menuju ruang tersebut.
Sementara itu Abel dan Yuri masih asik berbicara dan tertawa renyah.
Akan tetapi mereka di kaget kan dengan pintu yang tiba-tiba terbuka dan terlihat Haikal yang masuk ke dalam ruang kerja Yuri.
"Haikal?"Ucap Yuri merasakan ada yang aneh dengan tatapan Haikal.
Abel yang paham pun akhirnya ijin keluar dari sana dan meningal kan Yuri dan Haikal.
"Hari ini pulang cepat?"Tanya Yuri berdiri dari duduknya dan menghampiri Haikal.
Namun bukan nya menjawab pertanyaan Yuri, Haikal malah memeluk Yuri dengan erat dan membenamkan wajahnya di pundak Yuri.
"Ehh, ada apa? Mengapa kau tiba-tiba memelukku?"Tanya Yuri kebingungan.
__ADS_1
"Bisa kah aku seperti ini beberapa menit saja? Aku mohon."Ucap Haikal dengan suara yang terdengar jelas tidak baik-baik saja.
Yuri pun mengerti dan membalas pelukan Haikal barusan sambil mengelus-elus punggung Haikal.
"Ini sangat nyaman."Batin Haikal memeluk Yuri semakin erat.
Lima menit kemudian, Haikal pun melepaskan pelukan nya dan menatap Yuri dengan tatapan lega.
"Jika ada masalah, ceritakan kepada ku, siapa tau aku bisa membantu."Ucap Yuri memegang pipi Haikal sambil mengelus nya pelan.
Awalnya memang Haikal ingin sekali menceritakan semua yang terjadi hari ini kepada Yuri, namun ia ingat jika besok Yuri akan ikut perlombaan designer, hal ini membuat Haikal mengurung kan niat nya untuk bercerita karena itu akan membuat Yuri kepikiran.
"Tidak ada, hanya masalah kecil pekerjaan, oh iya, apa kau sudah menyiapkan semua untuk besok?"Tanya Haikal mengalihkan pembicaraan.
"Hmm, semuanya sudah selesai, tapi aku merasa deg-degan sekali."Ucap Yuri dengan tatapan khawatir.
"Sudah, tidak apa-apa, ada aku."Ucap Haikal lagi dan kembali menarik Yuri ke dalam pelukan nya.
Sebenarnya Yuri tau jika suaminya itu sedang memikirkan sesuatu atau sebuah masalah besar, terlihat dari sorot mata yang agak aneh dan juga rambut acak-acakan seperti orang depresi saja.
Namun Yuri tidak akan memaksa Haikal untuk menceritakan apapun kepada nya karena Yuri tau Haikal pasti tidak mau membuat dirinya khawatir dan Yuri pikir setelah selesai perlombaan besok dia akan kembali menayangkan kepada Haikal.
Malam harinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 11:07, namun Haikal masih belum bisa memejamkan matanya, dia terus memikirkan kejadian tadi siang dan juga aroma parfum di tubuh Nisa, entah mengapa seluruh masalah kini datang secara tiba-tiba menyerang kehidupan Haikal, jika saja tidak ada Yuri yang selalu ada menemani nya, mungkin Haikal sudah masuk rumah sakit jiwa, sementara itu Nisa terlihat sama sekali tidak mempedulikan nya.
__ADS_1
bersambung ....