Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 66


__ADS_3

Jalan kembali aman, hanya saja saat ini Yuri masih kesal dengan orang yang mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi itu dan hampir membahayakan nyawa seorang nenek.


"Aku pikir pengendara mobil ini adalah orang mabuk, ternyata tidak!"Ucap Yuri dengan tatapan kesal nya.


"Maaf tapi aku tidak ... "Ucap laki-laki pengendara mobil itu terhenti saat pandangan nya tertuju kepada Yuri.


"Tidak apa? Kau mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, kau pikir ini jalan nenek moyang mu? Kau bahkan hampir mencelakai seorang nenek-nenek."Ucap Yuri dengan emosi yang meluap.


"Cantik sekali."Batin Gavin saat mata nya dan mata Yuri saling adu pandang.


"Hey! Apa kau tidak mendengar ku?!"Tanya Yuri lagi.


Ya laki-laki itu adalah Gavin, Gavin yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, hampir melayangkan nyawa orang lain, malah terpesona akan wajah Yuri saat dia menatap nya untuk pertama kali, Gavin bahkan tidak bisa berkata kasar atau marah.


"Ah, maaf, maaf kan aku nona, aku benar-benar tidak sengaja."Ucap Gavin kepada Yuri.


"Baik lah, aku harap kau lain kali bisa lebih berhati-hati."Ucap Yuri.


"Nona ... "Ucap Gavin menahan tangan Yuri yang hendak pergi dari mobil nya.


"Maaf, tangan mu, ada apa lagi?"Tanya Yuri dengan cepat melepaskan genggaman tangan Gavin dari pergelangan tangan nya.


"Boleh aku meminta nomer ponsel mu? Sebagai tanda permintaan maaf,aku lain kali akan mentraktir mu makan."Ucap Gavin dengan obsesi nya itu.


"Maaf, aku tidak memiliki ponsel, dan sopir ku sudah menunggu lama."Ucap Yuri lagi.

__ADS_1


Melihat Gavin yang menatap nya dengan tatapan yang sedikit aneh, Yuri pun memilih untuk cepat-cepat pergi dari sana.


"Ayo pak, kita kembali ke mansion sekarang."Ucap Yuri kepada sopir pribadi nya.


"Baik nyonya."Ucap sang sopir yang kemudian membuka pintu mobil untuk Yuri.


Sementara itu Gavin masih menatap Yuri dari jarak jauh, entah apa yang di pikir kan oleh nya, saat ini, yang jelas dia terpesona dengan pandangan pertama nya.


Satu jam pun berlalu, kini Yuri sudah tiba di mansion dengan rasa capek yang tiba-tiba menyerang tubuh nya.


"Huh, kenapa akhir-akhir ini aku sering lelah ya? Bukan kah aku tidak melakukan begitu banyak pekerjaan?"Batin Yuri sambil menenteng barang belanjaan nya masuk ke dalam masion.


"Nyonya sudah pulang, ayo nyonya saya bantu bawa barang nya."Ucap Abel kepada Yuri.


"Tidak apa-apa Abel, aku bisa membawanya sendiri."Jawab Yuri tak ingin merepotkan Abel.


"Lelah juga kan? Akhirnya mau istirahat juga."Gumam Yuri melihat Haikal yang akhirnya tidur.


Saat itu jam, sudah menujukkan pukul tiga sore.


Yuri melepaskan tas yang dia bawa dan mengambil handuk lalu berjalan menuju kamar mandi.


Tubuh nya terasa begitu lelah hari ini, serta keringat yang membuat lengket.


Mendengar suara percikan air, Haikal yang sedang tertidur itu pun membuka mata nya.

__ADS_1


Ia mengumpulkan semua tenaga nya untuk bangkit dari ranjang itu.


"Lelah sekali, Yuri sudah pulang?"Batin Haikal melihat tas dan baju Yuri sudah ada di samping nakas.


Haikal pun memilih untuk tetap dengan posisi nya sekarang, karena ingin bangun rasanya dia sangat malas.


Malam harinya.


Setelah selesai makan malam, Haikal kembali ke kamar sementara itu Yuri masih menemani Oma ngobrol di ruang tengah sambil menonton televisi.


"Mengapa Nisa sampai sekarang masih belum mengirimkan pesan kepada ku atau menelpon ku?"Batin Haikal bingung dengan perubahan sikap Nisa.


Berkali-kali Haikal menatap layar ponselnya namun tidak ada notifikasi dari Nisa bahkan satu pun.


"Apa dia sedang sakit? Bisa saja penyakit nya sedang kambuh dan tidak ingin aku khawatir,makanya dia tidak mengabari ku sama sekali."Batin Haikal merasa khawatir.


Haikal yang masih berfikir jika Nisa mencintai nya dan tidak ingin dia khawatir kepada Nisa pun bergegas mengambil kunci mobil nya dan berjalan keluar dari mansion tampa sepengetahuan Yuri dan Oma.


Seperti nya meskipun dia sudah suka dengan Yuri, dia juga tidak ingin melupakan Nisa begitu saja.


Haikal pun masuk ke dalam mobil nya dan menyalakan mesin mobil lalau melaju meningal mansion.


"Aku harus menemui Nisa, untuk bicara tentang hubungan ku dan dia."Batin Haikal memantapkan hati nya.


Meskipun di pikiran nya dia khawatir Nisa sedang sakit karena setau Haikal kondisi jantung Nisa selalu kurang baik.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Haikal pun tiba tidak jauh dari rumah Nisa, dia memberhentikan mobilnya karena melihat sebuah mobil asing yang terparkir di depan gerbang rumah mewah Nisa.


Bersambung ....


__ADS_2