
"Seharusnya kalian Istirahat di mansion saja, kan kalian baru saja kembali, Oma baik-baik saja, dan sebentar lagi Abel akan ke sini."Jelas Oma kepada Yuri dan Haikal.
"Tidak apa-apa bagaimana Oma? Oma terbaring lemah seperti ini, bagaimana kami tidak khawatir."Ucap Nisa menyela Yuri dan Haikal yang hendak angkat bicara juga.
"Hana benar Oma, dan Oma belum menjawab pertanyaan ku, mengapa Oma bisa keracunan makanan? Sebelum nya hal ini tidak pernah terjadi Oma, apa yang Oma makan?"Tanya Haikal bertubi-tubi.
"Oma makan sup yang malam itu di sajikan oleh dia."Ucap Oma sambil menujuk ke arah Nisa.
Sontak Haikal dan Yuri pun menatap ke arah Nisa.
Wajah Nisa saat itu berubah menjadi sedikit ketakutan.
"Memang, memang aku yang menyajikan sup itu, tapi aku hanya menyajikan nya, yang membuat nya bukan aku."Jelas Nisa membela dirinya.
"Tapi jelas-jelas di sup ini mengandung racun."Ucap Abel yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut bersama dengan dokter.
Haikal pun berdiri dari duduknya dan menatap Abel dan dokter secara bergantian.
"Apakah benar di dalam sup itu mengandung racun?"Tanya Haikal kepada sang dokter.
"Ya, benar tuan, sup ini mengandung zat aneh, yang saya pun tidak tau jelas itu zat apa sehingga membuat Oma anda sakit perut dan jatuh pingsan."Ucap sang dokter.
"Lakukan pengobatan terbaik untuk Oma saya dokter."Ucap Haikal yang kemudian menarik tangan Nisa keluar dari dalam ruang rawat Oma tersebut.
Semua mata menatap ke arah mereka dengan perasaan tidak enak dan bingung.
__ADS_1
Namun dengan cepat Yuri mengalihkan perhatian tersebut.
"Dokter, jadi sekarang bagaimana keadaan Oma?"Tanya Yuri.
"Sekarang, Oma anda sudah baik-baik saja, sore ini bisa langsung pulang, kalau begitu saja permisi dulu untuk membuat resep obat."Ucap sang dokter.
"Terima kasih banyak dokter."Jawab Yuri.
Setelah dokter itu pergi, tingal lah Abel, Yuri dan Oma di dalam ruang rawat tersebut.
"Yuri, maaf kan Oma, bukan maksud Oma untuk menuduh kakak mu sebagai orang yang memasukkan racun ke dalam makanan Oma."Jelas Oma sambil memegang tangan Yuri.
"Tidak apa-apa Oma, aku mengerti, nanti kita bisa menyelidiki ini sama-sama setelah kembali ke mansion."Jelas Yuri.
"Baik lah, jaga Oma sebentar ya, Oma aku keluar sebentar."Ucap Yuri berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari ruang rawat Oma.
Sementara itu di lorong rumah sakit.
"Sayang, aku sangat merindukan mu, tapi lepas kan tangan ku kau memegang nya terlalu kuat."Ucap Nisa dengan senyum manja nya kepada Haikal.
"Kata kan kepada ku apa kau yang melakukan itu kepada Oma?"Tanya Haikal menatap tajam Nisa.
"Apa? Apa maksud mu? Jadi kau juga mencurigai aku?"Ucap Yuri kaget.
"Nisa, aku tau kau tidak suka dengan Oma yang tidak menyetujui hubungan kita, tapi aku mohon jangan melakukan hal yang akan membuat mu menyesal selama nya."Marah Haikal.
__ADS_1
"Cukup! Bukan kah kau yang meminta aku untuk bersikap baik kepada Oma? Dan aku sedang berusaha, mengapa kalian malah menuduk ku seperti ini? Seperti nya usaha ku tidak ada gunanya."Ucap Nisa melemah dan menitikkan air matanya.
"bukan, bukan begitu, oh astaga, maaf kan aku, aku terlalu emosi."Ucap Haikal menarik Nisa ke dalam pelukan nya.
Ini lah kelemahan Haikal, dia sama sekali tidak bisa melihat Nisa menangis karena rasa sayang dan cinta nya begitu besar.
Sementara itu Yuri Tampa sengaja menatap pemandangan yang tidak ingin dia lihat sama sekali saat ingin menghampiri Haikal dan Nisa.
Dia pun memilih untuk berbalik dan kembali ke kamar rawat Oma.
Haikal yang melihat itu tau jika Yuri tak ingin mengangu obrolan antara dirinya dan Nisa.
"Sayang, jangan menangis lagi, aku percaya pada mu, kau tidak akan melakukan hal jahat itu, tapi boleh kah aku bertanya kepada mu? Maid mana yang membuat sup itu untuk Oma?"Tanya Haikal setelah melepas kan pelukan nya.
"Maid? Em, di mansion ada begitu banyak maid, bagaimana jika setelah kembali ke mansion saja, aku akan mengenali maid itu."Ucap Nisa dengan wajah sedih nya.
"Baik lah, jangan sedih lagi, aku benar-benar minta maaf atas tuduhan ini."Ucap Haikal.
"Hmm, kau harus lebih mempercayai aku dari orang lain."Ucap Nisa manja.
"Tentu saja."Jawab Haikal.
Sementara itu Yuri berjalan dengan perasaan yang hampa, bukan nya menuju kamar rawat Oma, dia malah berjalan ke arah taman rumah sakit.
Bersambung ....
__ADS_1