
"Bibi, mengapa kau malah menangis?"Ucap anak kecil tadi.
"Karena aku tidak memiliki ayah, dan sekarang ibu ku sedang ada di rumah sakit lain dan aku tidak bisa menjenguk nya dengan beberapa alasan yang tidak bisa aku jelaskan."Jawab Yuri.
"Bibi, sudah jangan menangis, ucapan mu ada benarnya,aku harus semangat dan harus tetap hidup untuk menemani ayah, dan bibi juga jangan meningal kan ibu mu ya, jaga dia selagi masih ada, bibi ini orang yang sangat baik."Ucap anak kecil itu begitu manis terhadap Yuri.
"Berjanji?"Ucap Yuri sambil tersenyum.
"Oke, dan bibi tambah cantik saat tersenyum."Jawab anak itu mengaitkan kelingking nya di jari kelingking Yuri.
Sementara itu dari kejauhan ada sepasang mata yang entah sejak kapan menatap mereka berdua.
"Dia benar-benar memiliki hati yang lembut,aku tidak menyangka itu."Batin Haikal seakan jadi patung mengamati Yuri nak anak kecil yang tidak di kenal itu.
"Nak! Ayah membawa eskrim untuk mu!"Panggil seseorang dari kejauhan.
"Ayah!"Teriak anak itu terlihat sangat senang melihat kedatangan ayah nya yang menenteng eskrim di kedua tangan nya.
"Nah,ayah mu sudah datang, pergi lah hampiri dia."Ucap Yuri.
"Terima kasih bibi baik! Sampai jumpa lagi, aku pergi dulu."ucap anak itu berlari ke arah ayah nya dengan membawa bola di tangan nya.
Yuri hanya melambaikan tangan nya dengan senyum yang mengembang.
"Yuri, apa yang kau lakukan di sini?"Tanya Haikal seolah baru saja tiba di taman tersebut.
"Eh, maaf, aku sedang duduk saja, apa sudah waktunya pulang?"Tanya Yuri kepada Haikal sambil berdiri dari duduknya.
"Iya, Oma menyuruh ku mencari mu, ayo!"Ajak Haikal sambil menggandeng tangan Yuri masuk ke dalam rumah sakit kembali.
__ADS_1
"Perilaku apa lagi ini? Apa laki-laki ini sekarang sedang sengaja membuat aku memiliki perasaan lebih kepada nya."Batin Yuri berjalan sedikit di belakang Haikal dengan tangan Haikal yang masih memegangi pergelangan tangan nya.
Namun Haikal terlihat biasa saja dan tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di depan ruang rawat Oma.
"Maaf, seperti nya ini akan membuat Nisa salah paham padaku jika dia melihat nya."Ucap Yuri melepaskan tangan Haikal dari pergelangan tangan nya dan melangkah masuk ke dalam ruang rawat Oma.
"Tap ..."Ucap Haikal terhenti karena melihat seorang suster yang menghampiri nya.
"Maaf tuan, ini resep obat nya, silahkan di tebus terlebih dahulu sebelum pulang."Ucap sang suster itu.
"Terima kasih."Jawab Haikal yang kemudian berlalu pergi.
"Yuri, dari mana saja kau?"Tanya Nisa.
"Aku, aku dari toilet."Bohong Yuri.
"Dia, masih di luar."Jawab Yuri singkat namun jelas.
"Yuri, duduk lah, kau pasti lelah."Ucap Oma yang masih dalam keadaan berbaring di atas ranjang rumah sakit.
"Oma, aku baik-baik saja, jangan terlalu memikirkan keadaan ku."Jawab Yuri dengan senyum tipis nya yang manis.
Mendengar ucapan Yuri Oma hanya tersenyum lega.
Beberapa menit kemudian, Haikal pun kembali dengan membawa obat-obat Oma yang telah di tebus nya tadi untuk di bawa pulang sore ini.
"Oma, ini obat nya, dokter bilang Oma tidak boleh sembarang makan lagi."Jelas Haikal sambil mendekati Oma nya.
"Iya, Oma paham."Jawab Oma sambil tersenyum.
__ADS_1
Oma pun di sarankan untuk istirahat sebelum pulang ke mansion.
Tiga jam pun berlalu.
Kini mereka semua pun telah kembali ke mansion, tepat pada pukul 06:00
"Oma, Oma mau langsung Istirahat kan?"Tanya Yuri kepada Oma sambil mendorong kursi roda Oma masuk ke dalam Mansion.
"Iya, kalian juga harus segera istirahat, apa lagi kau, Yuri, kau itu tidak boleh terlalu capek."Ucap Oma terlihat begitu menghawatirkan Yuri.
Hal ini membuat Nisa tambah benci dan iri kepada Yuri.
"Oma jangan khawatir, aku akan istirahat setelah ini."Jawab Yuri yang kemudian mengantarkan Oma ke kamar.
Malam pukul 07:30
Terlihat beberapa maid di mansion berjejer rapi di ruang tengah mansion dengan wajah yang terlihat pucat.
"Sebenarnya ada apa itu kepala pelayan? Mengapa kami tiba-tiba di suruh berkumpul seperti ini?"Tanya salah satu maid.
"Aku juga tidak mengerti, aku di pinta tuan muda Haikal untuk mengumpulkan kalian semua."Ucap kepala pelayan "Tuan Iwan."
Tidak lama setelah kepanikan para maid, terlihat Nisa dan Haikal turun secara bersamaan.
Haikal dan Nisa berjalan mengarah ke pada pelayanan yang sudah berjejer rapi di ruang tengah mansion tersebut.
Sementara itu Yuri hanya mengikuti mereka dari belakang.
Bersambung ....
__ADS_1