
"Tutup mulut mu Nisa, aku dulu sudah buta, mencintai orang seperti mu, wanita yang hanya tergila-gila akan harta ku, pantas saja Oma dan papa ku tidak menyukai mu, aku senang karena tidak menikah dengan wanita seperti mu!"Ucap Haikal dengan suara lantang.
"Haha, aku juga bahagia karena tidak menikah dengan orang yang pada akhirnya akan hidup miskin dan melarat. Oh iya, seperti nya Yuri belum tau ya? Biar aku beri tahu."Ucap Nisa melangkah lebih dekat ke arah Yuri.
"Nisa cukup!"Ucap Haikal.
"Mengapa? Kau Takut?"Bisik Nisa lagi.
"Ceritakan! Nisa, katakan apa yang ingin kau katakan!"Ucap Yuri menatap Nisa dan Haikal secara bergantian.
"Baik lah, karena kau memaksa,aku akan mengatakan nya, suami mu ini sebentar lagi akan menjadi orang susah, aku lelah pura-pura baik dan mensuport nya, dia itu sebenarnya bukan lah pewaris tunggal tuan Hendra, beberapa hari lalu,aku datang ke kantor nya, aku melihat seorang wanita dan dua orang laki-laki, mereka membawa surat wasiat, dan mengatakan jika pewaris tunggal itu adalah anak papa Hendra dari istri kedua nya, sementara Haikal hanya anak angkat atau apa lah itu aku tidak peduli."Jelas Nisa tanpa pikir panjang.
"Tidak mungkin!"Ucap Yuri kaget.
Bukan kaget soal harta, melainkan soal Haikal yang tidak jujur kepada nya.
"Selamat Yuri,kau akan menjadi istri Haikal selama nya, bukan hanya enam bulan, kalian kan sudah saling cinta ya kan?"Racau Nisa.
Yuri yang saat itu tidak tahan dengan air mata dan rasa kecewanya pun berlari keluar dari bar tersebut meningal kan Nisa dan Haikal.
__ADS_1
"Nisa, kau keterlaluan!"Ucap Haikal yang kemudian berlari mengejar Yuri.
Haikal pun dengan cepat keluar dari bar itu dan mencari Yuri.
namun Yuri sama sekali tidak terlihat mana pun, padahal baru beberapa menit saja ia keluar dari bar itu.
"Astaga,dia ke mana?"Batin Haikal sambil melirik ke segala arah.
Rasa kesal dan putus asa pun kini menyelimuti Haikal, dia sudah tidak tau harus melakukan apa lagi, dia juga tidak bisa berbuat banyak jika Yuri memang ingin pergi dari kehidupan nya, karena dia juga tau siapa dirinya sekarang ini.
Haikal pun berjalan gontai masuk ke dalam mobil nya dengan rasa putus asa.
Sontak Haikal kaget dan mengalihkan pandangannya ke kursi bagian belakang.
"Yuri!"Ucap Haikal tidak menyangka jika istri nya sudah ada di dalam mobil, orang yang dia cari dengan rasa khawatir.
Haikal pun dengan cepat berpindah ke kursi bagian belakang untuk duduk di sebelah Yuri.
"Hey, apa yang kau lakukan? Jika kau duduk di sini, lalu siapa yang akan menyetir mobil.
__ADS_1
"Mengapa kau membuat aku cemas dan khawatir,aku pikir kau sudah meningal kan aku, setelah kau tau apa yang sebenarnya terjadi beberapa hari lalu."Ucap Haikal dengan wajah sedih.
"Hmm, salah kau sendiri,kau tidak mengunci pintu mobil, jadi mau tidak mau aku masuk."Jawab Yuri dengan arah pandangan keluar jendela mobil.
"Ayo lah, jangan bercanda lagi, aku bicara serius kepada mu."Ucap Haikal memegang tangan Yuri.
"Mengapa kau tidak menceritakan semua itu kepada ku? Mengapa aku harus tau dari Nisa? Kau menganggap aku ini tidak ada ya?"Tanya Yuri dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
"Bukan, bukan begitu,kau salah paham, aku hanya tidak ingin kau terbebani akan semua masalah ku, kau sedang mengerjakan pekerjaan mu untuk mencapai cita-cita mu."Jelas Haikal sambil menyeka air mata sang istri yang kian menetes.
"Tapi aku tidak merasa terbebani!"Marah Yuri.
"Lalu aku harus apa? Sekarang kau sudah tau semuanya, kau bisa meningal kan aku, tidak usah menunggu waktu enam bulan lagi,aku baik-baik saja."Ucap Haikal menuduk dan menyembunyikan kesedihannya.
"Apa yang kau katakan? Aku bahkan tidak memikirkan waktu enam bulan itu,aku malah memikirkan tentang Nisa, yang tega berselingkuh, apa perasaan mu sekarang baik-baik saja?"Tanya Yuri memegang pipi Haikal.
"Aku sudah curiga dengan nya sejak lama, tapi entah kenapa perasaan ku biasa saja,aku bahkan tidak merasa sedih karena dia selingkuh,aku hanya belum siap di tingal kan oleh mu."Jawab Haikal dengan tegas dan jelas.
Yuri terdiam dan tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti ini dari Haikal,dia bahkan sempat berfikir Haikal akan marah besar dan furstasi karena Nisa yang menduakan nya.
__ADS_1
Bersambung ....