Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 39


__ADS_3

"Apa yang keu lakukan dengan gunting itu Gavin?"Ucap mama Rania kaget.


"Hanya sedikit iseng, bukan kah mama sangat kesal dengan papa? jadi aku membantu mama untuk sedikit membalas kekasaran papa hari ini ke mama."Jelas nya Tampa rasa bersalah.


"Apa?! Kau apa kan? Kejahilan apa lagi yang kau buat?"Ucap mama Rania dengan mata melotot.


Ini lah Gavin, dia selalu melakukan hal bodoh dan konyol Tampa memikirkan rasiko yang akan terjadi, karena itu lah papa Hendra tidak pernah bisa mempercayai nya dalam segala hal.


Sejak kecil Gavin selalu di manjakan oleh mama Rania, apapun yang dia inginkan pasti harus dituruti dengan secepat mungkin, cara didikan ini membuat papa Hendra tidak terlalu dekat dengan Gavin akibat kenakalan nya yang luar biasa.


"Aku hanya memotong sedikit, kabel rem di mobil papa."Ucap Gavin dengan pelan.


"Astaga! Gavin! Itu sangat berbahaya! Apa kau sudah gila?"Ucap mama Rania hampir melempar kan Gavin dengan vas bunga di samping nya.


"Buat apa mama khawatir? Bukan kah mama membenci nya?"Tanya Gavin lagi.


"Membenci? Apa maksud mu membenci? Dia itu papa mu, bagaimana mama bisa membenci nya? Bagaimana jika dia kecelakaan?"Tanya Rania lagi sambil menguncang bahu Gavin.


"Sebaiknya mama pikir-pikir lagi, apa benar dia itu papa kandung ku?"Smirk Gavin yang kemudian berjalan menuju kamar nya.


Deg ... rasanya jantung mama Rania akan berhenti berdetak, mendengar ucapan Gavin barusan.


"Gavin, dia? Apa dia mengetahui semuanya?"Batin mama Rania dengan wajah pucat tiba-tiba.


Flashback on

__ADS_1


Beberapa tahun yang lalu.


"Rania, selamat kau sekarang sudah menjadi sekertaris tuan Hendra di kantor yang besar ini."Ucap seorang laki-laki dengan senyum tipis nya.


"Ini semua juga atas bantuan mu, terima kasih banyak."Ucap Rania dengan senyum mengembang di wajah nya.


Hari ini Rania telah resmi naik jabatan ya itu, menjadi sekretaris papa Hendra di kantor.


"Apa kau tidak berniat mengajak ku makan malam atau lain nya? Untuk membalas kebaikan ku ini?"Tanya laki-laki tersebut.


"Mas, kau ini benar-benar ya, kalau begitu malam ini kita akan makan malam,aku yang terakhir."Ucap Rania memegang tangan laki-laki tersebut.


Laki-laki itu juga seorang karyawan di kantor papa Hendra, lebih tepatnya, Karyawan kepercayaan papa Hendra.


"Nah, begitu dong."Jawab sang laki-laki merasa senang.


Sementara dari kejauhan papa Hendra menatap mereka dengan tatapan kesal.


Ya di saat itu, papa Hendra sudah kehilangan mama dari Haikal sejak beberapa bulan, dan mulai menyukai seseorang di kantor nya, ya itu adalah Rania yang sekarang menjadi sekretaris nya.


Malam harinya.


"Terima kasih, kau sudah menepati janji mu untuk makan malam dengan ku."Ucap laki-laki itu kepada mama Rania sambil memakan makanan nya.


"Ya, sebagai tanda terima kasih ku kepada mu mas, karena kau aku bisa naik jabatan."Jelas mama Rania yang saat itu juga makan dengan lahap.

__ADS_1


Setelah mengobrol beberapa menit, mereka pun akhirnya menyelesaikan makan malam tersebut.


Sesuai janji nya, mama Rania pun membayar semua tagihan makanan.


"Kau pulang dengan siapa?"Tanya laki-laki itu kepada mama Rania saat mereka sudah keluar dari restoran tersebut.


"Aku pulang sendiri saja."Jawab mama Rania yang kemudian hendak membuka pintu mobil nya untuk masuk.


Namun ia merasa kepalanya begitu pusing, rasa pusing itu membuat nya hampir jatuh ke tanah, namun dengan sigap laki-laki tersebut menangkap tubuh nya.


"Rania, kau baik-baik saja?"Tanya laki-laki itu sambil memegang mama Rania.


"Kepala ku pusing sekali, tiba-tiba saja, ah sangat pusing."Ucap mama Rania melemah dan akhirnya jatuh pingsan di dekapan laki-laki itu.


"Seperti nya, obat itu berjalan dengan cepat."Gumam laki-laki tersebut sambil bersemrik.


Ya, siapa sangka orang yang di anggap baik oleh mama Rania, adalah orang yang licik, dia sengaja membantu mama Rania naik jabatan karena dia tau papa Hendra menyukai mama Rania, sementara diri nya juga menyukai mama Rania, dari sini lah dia mengambil kesempatan bagus untuk mengelabui mama Rania dengan kebaikan palsu.


Laki-laki itu pun telah menaruh obat ke dalam minuman mama Rania saat mama Rania izin ke toilet di restoran tadi.


"Sebelum orang lain mendapatkan mu, aku akan lebih dulu mendapatkan mu."Ucap nya dengan senyum jahat.


Laki-laki itu pun membawa mama Rania masuk ke dalam mobil, bukan nya mengantar mama Rania pulang, laki-laki itu membawa mama Rania ke hotel.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2