
"Ternyata dia kembali ke mansion? Tapi kenapa?"Batin Nisa masih stay di dalam mobil nya, sementara itu Abel sudah masuk ke dalam Mansion dengan buru-buru.
Nisa pun mulai berfikir keras dengan tujuan Abel yang tiba-tiba kembali ke mansion saat sedang menjaga Oma.
"Gawat, dia pasti ingin mengambil sisa sup itu dan menyuruh dokter untuk menyelidiki nya."Batin Nisa yang akhirnya paham dengan apa yang akan di lakukan oleh Abel.
Sebagai seseorang yang memiliki lokika jahat yang luas tentu saja Nisa dengan mudah tau dan cepat memikirkan gerakan-gerik seseorang yang dia curigai.
"Aku harus mencegah nya, sebelum dia membuat aku mendapat masalah."Batin Nisa sambil memukul kesal stir mobil nya.
"Tapi tunggu, jika aku turun sekarang dan mencegah nya itu tidak mungkin, karena itu akan membuat dia semakin mencurigai aku, bukan hanya dia, tapi semua orang akan mencurigai aku."Batin Nisa mengurung kan niat nya untuk menghalangi Abel.
Nisa pun memilih untuk kembali ke rumah sakit agar tidak ada yang mencurigai nya, di dalam benak nya tentu sudah ada akal jahat yang akan membuat nya lepas dari masalah ini.
Jam menujukkan pukul 02:12 sore.
Terlihat Haikal dan juga Yuri yang baru saja keluar dari bandara, mereka sama-sama mengambil koper milik mereka masing-masing.
"Selamat datang kembali tuan muda dan nona muda."Ucap sopir pribadi Haikal yang sudah menunggu nya di luar bandara.
"Terima kasih."Jawab Haikal dan Yuri bersamaan.
Mereka pun masuk ke dalam mobil, semen sopir nya memasukkan koper mereka ke dalam bagasi.
"Tuan, apa tuan cepat pulang karena mengetahui keadaan Oma?"Ucap sang sopir tersebut sambil memasang sabuk pengaman nya.
"Iya, sebaiknya sekarang kau antar kami langsung ke rumah sakit tempat Oma di rawat saja."Jelas Haikal lagi.
"Baik tuan."Jawab sopir pribadi tersebut yang kemudian menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan bandara.
__ADS_1
"Pak sopir, apa kau tau mengapa Oma tiba-tiba masuk rumah sakit?"Tanya Yuri yang di hantui rasa penasaran nya.
"Soal itu saya kurang tau nona, tapi kemungkinan besar Oma keracunan makanan, saya dan maid Abel sempat bicara dengan dokter malam itu setelah Oma di tangani."Jelas sopir itu.
"Keracunan makanan?"Ucap Haikal dan Yuri secara bersamaan.
"Iya,tuan,nona."Jawab sang sopir.
"Cepat lah."Ucap Haikal yang tidak ingin bertanya lebih banyak lagi dan ingin cepat" menemui Oma.
Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka pun tiba di RS di mana Oma di rawat.
Haikal dan Yuri meminta pak sopir pribadi tersebut untuk mengantarkan mereka ke ruang rawat inap Oma agar lebih cepat.
Setelah melewati beberapa lantai mengunakan lift RS, mereka pun akhirnya tiba di lantai 09 tempat kamar rawat Oma.
"Ini kamar nya tuan."Ucap sopir itu.
"Terima kasih pak, kau boleh pergi."Ucap Yuri.
"Sama-sama nona, kakau begitu saya permisi."Sopir itu pun berlalu pergi setelah berpamitan dengan Yuri.
"Yuri!"Pangil seseorang dari arah belakang Yuri.
Yuri yang hendak masuk ke kamar Oma pun berhenti dan membalikkan badannya menatap pemilik suara yang dia kenali.
"Nisa."Lirih nya menatap Nisa yang berjalan cepat menghampiri Yuri.
"Kau? Kapan kau tiba di sini? Di mana Haikal?"Ucap Nisa dengan tangan yang mencengkram di lengan Yuri.
__ADS_1
"Lepas, itu sakit!"Ucap Yuri kesal akan tingkah Nisa yang tiba-tiba saja kasar kepada nya.
"Jawab aku!"Ucap Nisa dengan suara pelan nya namun masih dengan mencekat tangan Yuri.
"Haikal ada di dalam."Ucap Yuri sambil berusaha melepaskan tangan Nisa dari tangan nya.
Mendengar itu Nisa pun tampa basa-basi langsung menerobos masuk ke dalam ruang rawat inap Oma.
"Ada apa dengan Nisa? Mengapa dia terlihat aneh?"Batin Yuri sambil memegang lengan nya yang sakit.
"Haikal kau sudah pulang?"Ucap Nisa memegang tangan Haikal yang saat ini sedang berbicara dengan Oma.
Seperti nya Nisa melupakan sesuatu.
"Heem."Haikal memberi kode Nisa untuk melepaskan tangan nya.
"Eh, maaf aku,aku reflek."jawab Nisa sambil sedikit menjauhi Haikal.
"Oma, mengapa Oma bisa keracunan makan seperti ini?"Tanya Haikal kepada Oma sambil memegang tangan Oma.
"Haikal, mengapa kau pulang? Di mana Yuri?"Tanya Oma menghiraukan pertanyaan Haikal.
"Aku di sini Oma."Ucap Yuri yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Oma.
"Yuri, maaf kan Oma, Oma sudah membuat kalian khawatir dan mengacaukan bulan madu kalian."Ucap Oma dengan suara pelan.
"Oma, apa yang Oma katakan, bagi ku oma lebih penting dari apapun."Ucap Yuri membelai rambut Oma.
Sementara itu Nisa hanya bisa menatap tajam Yuri yang begitu mudah mendapatkan perlakuan baik dari Oma.
__ADS_1
Bersambung ....