Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 47


__ADS_3

"Impian yang tidak tercapai? Jika aku boleh tau, apa impian mu?"Tanya Haikal.


Yuri kebingungan harus menjawab atau tidak pertanyaan Haikal barusan, dia tidak pernah berfikir sebelum nya jika mereka berdua akan sangat dekat dan saling bercerita kehidupan satu sama lain.


"Mengapa kau diam?"Tanya Haikal kepada Yuri.


"Oh, em, apa aku harus mengatakan nya?"Yuri yang gugup malah balik bertanya.


"Ya, itu terserah kau saja."Jawab Haikal simpel.


"Ayah ku menginginkan aku menjadi seorang designer, dan memiliki butik sendiri, karena melihat bakat ku yang tertuju ke arah desain,ayah pernah mengatakan jika aku harus memiliki butik dan menjadi designer terkenal, meskipun dia harus bekerja keras untuk membiayai kuliah ku."Jelas Yuri.


"Lalu? Apa semua itu tidak tercapai karena kau menikah dengan ku?"Ucap Haikal menatap Yuri dengan tatapan bingung.


"Bukan, bukan itu."Bantah Yuri.


"Lalu apa?"Tanya Haikal penasaran.


"Ayah ku sudah meningal sejak lama, saat itu selepas ulang tahun ku yang ke tujuh tahun,ayah mengalami kecelakaan parah, dia di tabrak lari oleh seorang pengendara mobil remaja, dan karena pengendara itu masih remaja aku polisi tidak bisa menahan nya terlalu lama dan beberapa bulan kemudian dia bebas."Ucap Yuri panjang lebar.


Mendengar cerita Yuri, wajah Haikal menjadi sedikit redup dan berubah agak aneh.


"Apa,apa kau tau banyak tentang anak remaja yang menabraknya ayah mu itu?"Ucap Haikal lagi dengan keringat dingin di sekitaran wajah nya.

__ADS_1


"Aku masih berumur tujuh tahun saat itu, yang aku tau anak itu adalah anak orang kaya, mungkin saja polisi mendapat bayaran dari ayah nya dan menutup kasus tabrak lari ayah ku, aku dan ibu hanya bisa menangis, karena kami miskin kami tidak bisa melakukan apa yang harus kami lakukan untuk ayah, sejak ayah meningal ibu jatuh sakit, aku berjuang sendiri,aku benar-benar membenci mereka yang tidak adil dan tidak bertanggung jawab."Yuri menceritakan semua itu kepada Haikal tanpa ragu, dia juga merasa nyaman menceritakan itu semua kepada Haikal.


"Tuhan, apa ini? Aku pikir kejadian itu akan hilang saja? Yuri? Ternyata dia adalah gadis kecil yang menangisi kepergian ayah nya di tahun itu?"Batin Haikal.


Seperti nya kejadian tabrak lari itu ada hubungannya dengan Haikal, wajah nya jadi berubah dari sebelumnya setelah mendengar kan cerita dari Yuri tadi.


flashback on


Beberapa tahun yang lalu.


"Haikal papa kembali."Ucap papa Hendra masuk ke dalam Mansion dengan tas di tangan nya.


"Papa!"Ucap Haikal menatap tajam ke arah papa nya.


"Mengapa papa datang lagi ke sini?"Tanya Haikal dengan raut wajah kesal.


"Haikal, papa sangat merindukan mu, jadi papa memutuskan untuk pulang beberapa hari."Jelas papa Hendra yang cukup mengerti dengan keadaan Haikal yang masih marah dengan nya.


"Urus saja keluarga baru kalian,aku tidak ingin melihat papa lagi, ayo kembali lah ke kota (L)."Ucap Haikal mengusir papa nya.


"Haikal! Cukup! Jangan seperti itu! Kau harus menghormati papa mu, biar bagaimanapun dia itu pap mu."Ucap Oma kepada Haikal.


"Mengapa Oma malah membela papa? Oh iya aku lupa, papa anak Oma ya."Ucap Haikal dalam keadaan emosi dan kemudian mengambil kunci mobil nya dan segera pergi dari mansion.

__ADS_1


"Ibu, apa dia sudah bisa mengendarai mobil?"Tanya papa Hendra kepada Oma Sandra.


"Dia baru bisa mengendarai mobil beberapa hari lalu, Hendra ayo cepat ikuti Haikal, dia sedang marah, itu akan sangat bebahaya."Ucap Oma lagi.


papa Hendra pun mengambil kunci mobil nya dan mengikuti Haikal.


Benar saja, baru beberapa menit papa Hendra keluar dan mencari mobil Haikal untuk mengikuti nya, dia sudah melihat mobil itu terparkir di pinggir jalan dengan banyak kerumunan di depan nya.


"Astaga!"Ucap papa Hendra yang bergegas turun dari mobil nya dan menghampiri kerumunan tersebut.


"Hey, keluar kau dari mobil! Kau sudah menabrak seseorang! Kau harus bertanggung jawab! Bawa dia ke rumah sakit!"Ucap beberapa orang yang mengedor-gedor kaca mobil Haikal.


"Permisi ada apa ini?"Tanya papa Hendra menghampiri kerumunan itu.


"Pak, orang di dalam itu menabrak seorang laki-laki paruh baya!"Ucap salah satu masa yang marah.


"Astaga,biar kan aku yang mengurus nya! Ayo cepat bawa orang itu masuk ke mobil ku."Ucap papa Hendra.


Sementara itu Haikal yang ketakutan memilih untuk kabur dengan mobil nya.


"Hey jangan kabur! Kau harus bertanggung jawab!" Teriak para masa yang marah atas ketidak bertanggung jawab nya pemilik mobil.


Sementara itu pada Hendra lah yang mengurus semuanya karena dia pasti akan melindungi Haikal.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2