
Cahaya matahari pun mulai masuk, menembus jendela kaca kamar itu dan membuat salah satu dari mereka membuka mata nya.
"Ahh, badan ku, mengapa rasanya sulit sekali untuk di gerakkan?"Leguh Yuri saat ia mulai membuka matanya.
Yuri pun mulai membuka mata nya sambil sesekali mangosok matanya yang masih sedikit buram.
Namun ia kaget karena merasa sesuatu yang berat menindih perut nya.
Yuri pun melihat ke bawah, benar saja ada sebuah tangan kekar yang saat ini sedang melingkari perutnya.
Sontak Yuri kaget dan sedikit gemetar, dia pun menoleh ke samping.
"Aaaaaaaa!"Jeritan itu pun mengema saat dirinya melihat Haikal yang tidur di sebelah nya dengan bertelanjang dada.
Haikal yang awal nya tidur lelap pun akhirnya terbang karena teriakan Yuri tersebut.
"Apa yang kau teriaki!"Ucap nya marah karena Yuri terlah menganggu tidur nya.
Yuri yang masih kaget pun melihat sekeliling, lebih tepatnya dia melihat banyak pakaian yang berserakan serta bantal yang berjatuhan dari ranjang seperti ada perkelahian hebat yang terjadi di dalam kamar tersebut.
Tidak hanya itu dia juga baru menyadari jika dirinya sedang tidak mengunakan pakaian sehelai pun dan hanya di selimuti dengan sebuah selimut.
"Apa yang kau lakukan? Apa kau memperkosa aku?"Ucap Yuri menatap Haikal dengan mata sedikit memerah.
"Apa? Memperkosa mu? Sebaiknya kau mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam, siapa tau kau lah yang memperkosa aku."Jawab Haikal dengan wajah dingin nya.
"Tidak, aku tidak bisa mengingat apapun."Jawab Yuri sambil menatap kosong.
"Aku tidak peduli."Jawab Haikal yang kemudian turun dari ranjang dan mengambil handuk kemudian berjalan pergi ke kamar mandi Tanpa Mempedulikan keadaan Yuri.
"Ya Tuhan, apa yang telah terjadi? Apa yang aku lakukan?"Batin Yuri furstasi.
Sementara itu di sisi lain.
"Dari mana saja kamu?"Tanya Oma kepada Nisa yang baru saja tiba di mansion.
__ADS_1
"Eh, Oma, Oma udah bangun?"Ucap Nisa serba salah saat melihat Oma yang duduk di kursi ruang tengah mansion.
"Ini sudah pagi, tentu saja saya sudah bangun, dan kau sendiri dari mana?"Tanya Oma kembali mengulangi pertanyaannya tadi.
"Maaf Oma, aku dari rumah teman ku, tadi malam aku tidak pulang karena aku menginap di rumah teman ku dia sedang sakit."Bohong Nisa kepada Oma.
"Dengar, jangan mentang-mentang kau kakak nya Yuri, kau bisa bebas keluar masuk mansion ini Tampa seijin ku."Ucap Oma lagi.
"Maaf Oma."Jawab Nisa sambil menahan rasa kesal nya.
Nisa pun tampa basa-basi lagi berjalan cepat pergi menuju kamar nya, bukan kamar nya, melainkan kamar Haikal.
"Wanita itu, benar-benar seperti wanita malam saja."Batin Abel yang sedari tadi sedang mengupas buah-buahan untuk Oma Sandra.
"Arghhh! Tua bangka menyebalkan! Untuk apa dia bersikap galak seperti itu kepada ku? Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini, Yuri mendapatkan kepercayaan dan kasih sayang dari Oma, sedang kan aku hanya tinggal di sini dengan menyamar sebagai kakak nya Yuri, seharusnya posisi Yuri itu untuk ku!"Marah Nisa sambil melempar tas nya ke sembarang tempat.
Kini kemarahan dan rasa iri Nisa semakin menjadi-jadi, karena Oma tidak suka dengan nya sementara Oma sangat baik terhadap Yuri.
Tidak bisa,ini tidak bisa di biar kan, aku harus membuat orang tua itu pergi sejauh-jauhnya, atau mungkin mati, agar aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan."Batin Nisa yang akal dan pikiran nya sudah di rasuki kejahatan dan keserakahan.
Ia pun menghempaskan tubuhnya di sofa kamar itu dengan pikiran yang berkecamuk.
Sementara itu di sisi lain.
"Apa ini salah ku?"Batin nya sambil membenamkan wajahnya di kedua lutut yang di temukan.
Sementara itu Haikal masih berada di kamar mandi.
"Nisa, maaf kan aku,aku benar-benar tidak bisa mengontrol diri ku, dan aku tidak bermaksud menghianati mu."Batin Haikal yang kini merasa bersalah atas perbuatan nya yang di anggap nya sudah menghianati Nisa karena sudah menyentuh Yuri.
Setelah lama memikirkan hal yang sebenarnya tak dia ingin kan, Haikal pun mulai mandi dan membersihkan tubuh nya.
Namun semakin dia berusaha melupakan kejadian tadi malam semakin kuat pula ia membayangkan hal itu.
"Dia masih perawan? Dan aku orang pertama?"Batin Haikal di sela-sela menggosok tubuh nya dengan sabun.
__ADS_1
"Dia begitu nikmat, aku tidak bisa membantah hal ini. Astaga, Haikal buang semua pikiran bodoh mu itu, kau tidak mencintai nya kau hanya mencintai Nisa hanya Nisa dan Yuri bukan siapa-siapa kau tidak boleh jatuh cinta hanya dalam satu malam."Umpat Haikal sepanjang ritual mandi nya sudah terlihat seperti orang gila saja.
Satu jam pun berlalu.
Haikal berjalan keluar dari kamar mandi dengan handuk sepinggang nya.
Dia melihat Yuri yang masih tetap dengan posisi awal nya, masih meringkuk menekuk lutut di atas ranjang.
"Mandi lah."Ucap Haikal singkat namun melempar handuk mandi Yuri ke atas ranjang.
Mendengar suara Haikal Yuri pun mendongak menatap pemilik suara itu.
Terlihat dada bidang dengan perut sespek nya yang begitu kekar terpampang jelas di hadapan Yuri.
"Maaf kan aku."Lirih Yuri.
Haikal terdiam dan menatap Yuri dengan tatapan bingung.
"Kau sudah menyadari perbuatan mu? Kau sudah mengingatk semuanya?"Tanya Haikal lagi.
"Ya, aku ingat."Jawab Yuri singkat.
Meskipun tidak mengingat semuanya, tapi Yuri tau ini adalah kesalahan diri nya karena dia meminum jus itu, dia merasa semua nya menjadi panas setelah jus itu masuk ke dalam tubuhnya, dia pun tidak ingin menyalakan Haikal karena dirinya lah yang memaksa Haikal untuk membantu nya.
"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan mengatakan apapun tentang ini kepada siapapun, aku berjanji, dan anggap saja kejadian malam ini itu murni kesalahan ku sendiri."Ucap Yuri yang tiba-tiba saja bersikap dewasa.
"Bagus, karena itu memang kesalahan mu, dan ingat jangan sampai bisa tau hal ini."Kecam Haikal kepada Yuri.
"Aku mengerti."Jawab Yuri lagi.
"Mandi lah, aku akan menghubungi Oma sebentar lagi."Ucap Haikal mengalihkan pembicaraan mereka saat itu.
Tampa menjawab sepatah kata pun lagi, Yuri pun meraih handuk yang tadi di lemparkan oleh Haikal dan kemudian memakai nya.
Ia pun dengan hati-hati turun dari ranjang dan ingin berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Namun dia tidak tau jika selengkangan nya akan sangat sakit sehingga membuat nya terjatuh di lantai.
Bersambung ….