Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 45


__ADS_3

"Apa kau akan terus berada di atas tubuh ku? Itu sangat berat."Ucap Haikal Tampa berkedip.


"Maaf, maaf kan aku."Ucap Yuri yang kemudian dengan susah payah bangun dari tubuh Haikal.


Haikal pun berdiri dan menyingkirkan daun dan rumput yang menempel di kemeja nya.


"Tangan mu!"Ucap Yuri kaget melihat tangan Haikal yang merah akibat terkena batu karena melindungi kepala nya.


"Tidak apa-apa. Apa yang aku lakukan di sini? Sudah ku bilang jangan ikuti aku,aku ingin sendiri!"Marah Haikal menatap Yuri dengan tatapan kesal.


"Bagaimana mungkin aku membiarkan seseorang yang ingin melakukan hal bodoh."Jawab Yuri masih dengan kesalahpahaman nya.


"Hal bodoh apa?"Ucap Haikal kebingungan.


"Kau ingin bunuh diri dengan memanjat pohon itu kan? Aku melihat semua dengan mata kepala ku, bagaimana jika Oma tau? Mengapa kau sangat galak dengan ku tapi hati mu seperti anak kecil yang lemah?"Ucap Yuri marah namun terlihat mengemaskan.


"Bunuh diri? Kapan aku akan melakukan hal bodoh itu?"Tanya Haikal lagi.


"Barusan itu apa?"Jawab Yuri tak mau kalah.

__ADS_1


"Astaga, apa kau benar-benar berfikir aku akan bunuh diri dengan manjat ke atas pohon lalu gantung diri? Hahahaha! Bodoh sekali!"Ucap Haikal sambil tertawa renyah.


"Hey, laki-laki ini kenapa? Bukan kah tadi dia bersedih dan ingin bunuh diri? Mengapa sekarang malah tertawa?"Batin Yuri.


"Bodoh, pergi lah kembali ke mansion,aku tidak akan bunuh diri, aku hanya ingin bersantai di sini kau tidak perlu menghawatirkan aku."Jelas Haikal.


"Nama ku Yuri, bukan bodoh, lagipula aku tidak akan pergi kemana-mana, aku hanya ingin di sini, aku juga ingin menguriup udara segar dan sekaligus memakan buah-buahan."Ucap Yuri yang sebenarnya masih khawatir akan apa yang di lakukan Haikal jika dirinya tidak ada di sana.


"Terserah kau saja,yang jelas jangan mengangu aku."Ucap Haikal yang kini duduk di bawah akar pohon besar itu sambil menatap kebun buah yang segar itu.


Sementara itu Yuri, dia benar-benar tidak pergi dari sana, dia berjalan ke arah tanaman anggur, dan memetik nya setangkai lalu kembali lagi berjalan menghampiri Haikal.


"Kau ini benar-benar menjijikkan, mengapa kau tidak mencucinya terlebih dahulu sebelum makan? Dan duduk lah di sana, jangan ganggu aku, aroma rambut mu membuat aku jengkel."Ucap Haikal menutup hidung nya.


"Tidak perlu di cuci,toh aku sudah memakan nya beberapa buah dan aku tidak mati, lalu ada apa dengan rambut ku? Seperti nya ini sangat wangi, tidak ada masalah kan? Aku hanya ingin duduk di sini, lihat lah pohon lain sangat panas."Ucap Yuri tidak ingin meningal kan Haikal sendirian.


Haikal pun tak bisa berkata apa-apa lagi, niat nya ingin bersantai sendiri dan melepaskan rasa sedih dan kesal di kebun itu Tampa sepengetahuan orang lain semuanya gagal karena Yuri yang membuntuti nya.


"Jika kau ingin curhat, ayo curhat saja,aku bisa menjadi pendengar yang baik."Ucap Yuri dengan mulut yang masih mengunyah buah anggur hijau yang segar.

__ADS_1


"Bagaimana aku harus curhat dengan orang seperti mu? Yang kau tatap hanya lah makanan mu."Ucap Haikal kesal.


"Iya, dan aku memiliki telinga yang cukup bisa mendengar kan ucapan mu dengan baik. Anggap saja aku ini teman mu,kau bisa berkeluh-kesah, aku tau kau laki-laki kuat, hanya saja manusia tidak mungkin tidak memiliki kelemahan bukan?"Ucap Yuri dengan semua kebijakan nya.


"Ya, kau benar, apa anggur itu enak?"Tanya Haikal lagi.


"Aku sudah ingin membagikan nya kepada mu, namun kau tidak mau."Jawab Yuri masih terus makan.


"Hmm, kebun ini, papa yang membangun nya, karena mama ku pecinta buah-buahan, tapi aku tidak terlalu suka dengan buah-buahan."Jelas Haikal membuka topik pembicaraan dengan serius.


"Itu artinya, papa mu, sangat mencintai mama mu, sehingga dia melakukan apa saja?"Tanya Yuri sambil menatap serius wajah Haikal.


"Iya, hanya saja, itu tidak lama, setelah kepergian mama ku, papa ku menikah lagi dengan perempuan yang gila harta dan aku membenci papa karena merasa papa sudah menghianati mama."Ucap Haikal sambil menatap kebun buah itu dengan tatapan sedih.


"Tapi ini semua bisa jadi bukan lah kesalahan papa mu saja, beliau juga pasti sangat terpuruk karena kehilangan mama mu, dan akhirnya mencoba memilih wanita baru untuk mengisi kembali kekosongan hati nya."Yuri mencoba menasehati Haikal agar tidak lagi menyimpan kebencian karena sekarang papa nya sudah tidak ada.


Haikal terdiam sejenak, sebelum kembali bicara kepada Yuri.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2