Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 29


__ADS_3

Dengan cepat Haikal mengambil ponsel nya dari tangan Yuri dengan tatapan tidak suka, seperti nya benar dugaan Yuri tadi jika dia memegang ponsel tersebut Haikal akan marah kepada nya.


"Aku sarankan kau tidak menyentuh barang pribadi ku."Ucap Haikal yang kemudian menekan tombol hijau di ponsel tersebut untuk mengangkat panggilan dari Nisa.


Yuri pun menuduk karena tau kesalahan nya telah mencoba penasaran dengan masalah peribadi Haikal.


Call on


"Halo, sayang ada apa?"Tanya Haikal sambil menempelkan ponsel nya di telinga.


"Haikal, kau harus pulang sekarang, kau harus pulang, Oma keritis dan sekarang di rawat di rumah sakit!"Jerit Nisa dari sebrang telpon.


"Apa? Apa yang terjadi dengan Oma? Mengapa sampai jadi seperti itu?"Kaget Haikal dengan mata sedikit memerah.


"Aku tidak tau, sebaiknya kau cepat kembali,aku khawatir akan keadaan Oma."Ucap Nisa yang kemudian dengan sengaja mematikan telepon secara sepihak agar Haikal khawatir.


Call off.


"Haikal, ada apa dengan Oma?"Tanya Yuri lagi.


"Kita harus pulang ke sana, malam ini juga, Oma masuk rumah sakit."Ucap Haikal bergegas mengambil koper nya dan mulai membereskan barang-barang.


"Ada apa? Apa yang terjadi dengan Oma sehingga masuk rumah sakit?"Tanya Yuri khawatir.


"Aku masih belum tau jelas, lebar h baik kau jangan banyak tanya dan cepat bereskan semua barang-barang mu, malam ini juga kita pulang."Ucap Haikal.


Yuri dengan perasaan sedih pun bergegas membereskan barang-barang nya, karena seperti Haikal dia juga sangat menghawatirkan Oma.

__ADS_1


Malam itu juga Haikal dan Yuri cek out dari hotel tersebut, mereka menaiki taxi menuju bandara pada pukul 08:20, Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka pun akhirnya tiba di bandara.


Haikal dan Yuri pun bergegas menuju ruang pembelian tiket pesawat.


"Maaf tuan, tapi pesawat yang tujuan nya menuju kota xx itu baru akan berangkat besok pagi."Jelas penjual tiket yang bertugas malam itu.


"Mengapa harus besok? Apa tidak bisa sekarang saja? Aku akan membayar dua kali lipat dari harga tiket biasanya."Marah Haikal.


"Maaf tuan, ini bukan masalah harga atau lain nya, memang jadual nya begitu."Jelas wanita itu.


"Haikal, tenang lah, jangan seperti itu, kau tidak boleh gegabah."Ucap Yuri memegang lengan Haikal.


"Lalu bagaimana? Apa kita harus kembali lagi ke hotel itu? Aku tidak mau!"Bentak Haikal.


"Harus bagaimana lagi?"Jawab Yuri berusaha tenang.


"Arghhh!"Marah Haikal.


Mereka pun kembali masuk ke dalam kamar mereka dengan perasaan campur aduk.


Haikal melemparkan koper nya kesembarang tempat, dia tidak bisa mengontrol emosi nya karena rasa khawatir nya.


"Tenang lah, kita akan ke bandara lagi besok pagi, kau belum makan, aku akan keluar dulu."Ucap Yuri dengan sabar nya.


dia tau bagaimana perasaan Haikal saat ini, karena Haikal hanya memiliki Oma yang sangat dia sayangi tentu saja dia akan sangat kacau saat mengetahui Oma nya masuk rumah sakit Tampa tau penyebabnya.


Yuri pun berjalan keluar dari kamar tersebut untuk membeli makanan di bawah karena tadi makanan yang di sediakan oleh staf hotel sudah di kembalikan.

__ADS_1


Yuri pun berjalan memasuki lift menuju lantai bawah hotel.


"Lihat lah, bukan kah itu perempuan yang kemarin bersama dengan tuan muda tampan itu?"Ucap salah satu staf hotel.


"Iya, dia yang memgagal kan rencana ku, wanita murahan itu!"Ucap nya kesal.


"Hey kau mau kemana?"Tanya teman dari staf hotel tersebut yang melihat wanita itu hendak menghampiri Yuri.


"Lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada nya!"Ucap nya berjalan cepat menghampiri Yuri.


"Tunggu!"Ucap staf hotel tersebut kepada Yuri.


Yuri pun memberhentikan langkah nya karena merasa seseorang sedang meminta nya untuk berhenti.


"Ada apa?"Tanya Yuri berbalik dan menatap wajah marah staf hotel tersebut.


"Dasar wanita murahan, mengapa kau masih belum pergi juga dari sini?"Tanya staf hotel tersebut.


"Hey, apa maksud mu? Bicara lah dengan sopan."Jelas Yuri merasa aneh dengan perilaku tidak sopan dari staf hotel tersebut.


"Sopan? Kau sendiri saja tidak sopan, kau mengagal kan rencana ku untuk tidur dengan laki-laki tampan yang ada di kamar nomer 009 itu."Marah nya blak-blakan.


"Apa maksud mu?"Ucap Yuri masih tidak mengerti.


"Sudah lah, jangan menambah masalah."Ucap teman dari staf hotel tersebut berusaha mencegah.


"Aku tidak peduli, ayo ikut aku!"Ucap nya yang kemudian dengan cepat menarik tangan Yuri pergi dari sana.

__ADS_1


Yuri yang tidak tau apa yang di maksud dari staf galak tersebut pun merasa kebingungan karena dirinya di tarik menurut ke suatu tempat.


Bersambung ....


__ADS_2