Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 44


__ADS_3

Namun Tampa sepengetahuan Haikal,Oma pun sudah jatuh pingsan di atas kursi roda nya.


"Tuan, tuan muda Oma pingsan!"Jerit Abel khawatir.


Melihat yang tak sadar kan diri, Haikal pun bergegas mengendong Oma masuk ke dalam kamar nya, kini rasa sedih nya semakin menjadi-jadi saja, jujur Haikal tidak tega terhadap Oma yang sekarang semakin sedih karena kehilangan anak nya.


Beberapa jam pun berlalu.


Oma masih saja belum sadar dari pingsan nya, Haikal terus menemani Oma di kamar dengan perasaan campur aduk,dia khawatir dengan ini kesehatan Oma semakin buruk.


"Oma, bangun lah, seharusnya Oma tidak mengetahui ini."Ucap Haikal memegang tangan Oma.


"Jangan seperti itu, lebih baik Oma tau sekarang, dari pada tau nanti,itu akan menambah rasa sedih di hati Oma."Ucap Yuri memegang tangan Haikal.


Haikal menatap tangan Yuri yang ada di atas tangan nya dengan mata yang semabab.


"Ma, maaf."Ucap Yuri kepada Haikal sambil menarik kembali tangannya.


Tepat di saat itu Oma membuka mata nya.


"Haikal, Yuri."Ucap Oma sambil memegang kepala nya yang terasa sangat pusing.

__ADS_1


"Oma, jangan banyak pikiran ya, Oma harus banyak istirahat,serah kan semua kepada Tuhan, aku yakin Oma dan mas Haikal bisa melewati masa sulit ini."Ucap Yuri memegang tangan Oma.


"Oma ingin bertemu dengan papa mu Haikal, untuk terakhir saja."Racau Oma.


"Tidak Oma, dengan kondisi Oma yang seperti ini, Oma tidak akan di ijin kan naik pesawat,itu sangat berbahaya."Ucap Yuri.


"Benar apa yang di katakan Yuri Oma, lagipula mereka sudah mengurus pemakaman nya,jika kita pergi sekarang tentu tidak akan sempat lagi, kita akan ke makam papa setelah kondisi Oma baik-baik saja."Ucap Haikal untuk pertama kalinya menyetujui ucapan Yuri.


"Oma tidak menyangka ini akan terjadi begitu cepat Yuri, papa Haikal meningal, bahkan dia belum sempat melihat cucu nya."Ucap Oma lagi.


Deg ... jantung Yuri berdegup kencang mendengar ucapan Oma barusan, melihat cucu apanya,dia saja tidak mungkin hamil,pikir Yuri.


"Oma, sebaiknya sekarang oma istirahat, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan Oma, papa menyerahkan tanggung jawab Oma kepada ku, aku akan menjaga Oma sampai kapan pun sebagai bentuk janji ku kepada papa yang telah meningal kan kita lebih dahulu."Ucap Haikal mencium tangan Oma nya.


Haikal pun mengangguk kan kepala nya mengerti dan mereka pun meminta ijin kepada Oma, untuk meningal kan Oma sendiri di kamar.


"Mas, aku turut berdukacita atas kepergian papa, aku tau bagaimana rasanya di tingal kan orang yang kita sayangi."Ucap Yuri sambil berjalan beriringan dengan Haikal.


"Kau tidak tau itu, aku ingin sendiri jangan ikuti aku." Ucap Haikal berjalan meningal kan Yuri.


"Mau kemana dia? Mengapa pergi ke sana? Itu kan jalan menuju kebun belakang Mansion? Jangan-jangan dia mau ... astaga ini bahaya,aku harus mengikuti nya."Ucap Yuri dengan cepat mengikuti Haikal.

__ADS_1


Yuri berfikir jika Haikal akan melakukan sesuatu di luar nalar, seperti bunuh diri karena rasa sedih dan furstasi misalnya.


Namun saat tiba di kebun buah-buahan itu, tidak terlihat Haikal ada di sana.


"Astaga,di mana dia? Apa dia sedang mencari pohon yang Cocok untuk melakukan itu?"Batin Yuri dengan mata melirik setiap pohon yang ada di kebun itu untuk mencari keberadaan Haikal.


Yuri tidak tau jika Haikal memang lah suka menyendiri jik ada masalah apalagi hal seperti ini.


Namun tiba-tiba mata Yuri teralihkan pada sebuah pohon besar dan rindang, terlihat seseorang yang sedang berusaha naik ke dahan pohon paling bawah di pohon tersebut.


"Astaga! Seperti nya dugaan ku benar, pria bodoh itu benar-benar akan bunuh diri?"Ucap Yuri yang bergegas berlari menghampiri Haikal yang jarak nya tidak terlalu jauh dari tempat nya berdiri.


"Apa yang kau lakukan!"Ucap Yuri tampa pikir panjang menarik Haikal sehingga mereka berdua terjatuh dan berguling di bawah pohon rindang tersebut.


"Ahhh!"Leguh Haikal menahan kepala Yuri yang akan terkena batu besar yang ada di bawah pohon itu.


Yuri memejamkan mata nya karena ketakutan, sementara itu Haikal kaget menatap Yuri yang tiba-tiba menarik nya sehingga mereka terjatuh.


"Apa yang kau lakukan?"Ucap Haikal dengan posisi tubuh yang berada di bawah tubuh Yuri.


Yuri membuka mata nya dan menatap wajah Haikal dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


Suasana pun menjadi hening, hanya ada suara angin yang berhembus, saat itu lah keempat bola mata pun saling adu pandang.


Bersambung ....


__ADS_2