Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 30


__ADS_3

Yuri yang tidak tau apa yang di maksud dari staf galak tersebut pun merasa kebingungan karena dirinya di tarik menurut ke suatu tempat.


"Perbuatan nya sudah keterlaluan, aku tidak bisa membiarkan wanita itu kenapa-kenapa atau aku juga akan terkena imbas nya."Gumam teman dari staf hotel galak tadi yang kemudian berjalan cepat menuju lift untuk menuju kamar 009.


Sementara itu di sisi lain.


"Lepas kan aku! Lepas!"Ucap Yuri memberontak.


"Malam ini, kau tidur saja di toilet ini, anggap saja ini hukuman untuk mu karena sudah membuat rencana ku gagal."Ucapan staf galak tersebut mendorong Yuri ke toilet dan menguncinya.


"Buka pintu nya! Hey buka!"Ucap Yuri mengedor-gedor pintu toilet dari dalam.


"Tidak akan, selamat tinggal dan selamat menikmati kedinginan malam di toilet ini!"Ucap staf tersebut yang kemudian meningal kan Yuri di sana sendirian.


"Tolong! Tolong aku! Siapapun Tolong aku!"Teriak Yuri dengan air mata yang mulai bercucuran karena takut.


Berbagai usaha sudah dia lakukan, dia bahkan mencoba untuk memanjat dari toilet dan semua itu gagal.


"Ya Tuhan, mengapa ada saja orang yang jahat terhadap aku? Apa salah ku?"Batin Yuri yang sudah mulai lemah dan menggigil kedinginan di dalam toilet tersebut.


Sementara itu di kamar 009.


"Kemana wanita itu? Mengapa dia lama sekali?"Batin Haikal yang sudah mulai tenang dan baru menyadari jika Yuri sudah pergi dalam dua puluh menit dan tidak kunjung kembali.


Namun tepat di saat itu, pintu kamar pun di ketuk dari luar oleh seseorang.


"Itu dia, lama sekali."Batin Haikal terlihat khawatir sambil berjalan menuju pintu.


Perlahan tangan Haikal pun memegang gagang pintu dan membukanya, namun kaget nya bukan Yuri yang ada di depan kamar tersebut melainkan salah satu staf hotel perempuan.

__ADS_1


"Ada apa?"Tanya Haikal dengan wajah dingin nya.


"Tuan, maaf kan aku jika menganggu anda, tapi nona, nona yang bersama dengan mu itu dia sedang mendapat kan masalah dengan teman ku."Ucap sang staf menjelaskan.


"Masalah? Masalah apa yang kau maksud?" Tanya Haikal lagi.


Staf tersebut pun mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, kepada Haikal.


"Ayo!"Ucap Haikal yang terlihat menahan emosi nya dan bergegas menuju lift untuk langsung turun ke lantai satu hotel.


Tidak butuh waktu lama, mereka pun tiba di lantai satu.


"Ayo tuan ikut saya."Ucap staf hotel itu kepada Haikal.


Mereka pun bergegas berjalan menuju toilet di pantai bawah hotel.


Namun tidak ada sama sekali jawaban dari dalam toilet.


"Yuri! Jika kau ada di dalam jawab aku!"Ucap Haikal di buat semakin gelisah.


"Tuan, suasana dingin seperti ini, bisa saja dia pingsan di dalam sana."Ucap staf tersebut.


"Benar, kau minggir lah,aku akan mendobrak pintu ini."


"Baik tuan."Jawab Staf tersebut menjauh dari sana.


Dalam satu kali dobrakan oleh Haikal, pintu itu pun berhasil di buka.


Terlihat Yuri yang terkulai lemah dengan wajah pucat dan tubuh yang dingin.

__ADS_1


"Astaga!"Geram Haikal menatap wanita nya sedang tak sadar kan diri di lantai toilet.


Haikal yang khawatir bergegas mengedong Yuri untuk segera membawa nya kembali ke kamar.


Beberapa menit kemudian mereka pun akhirnya tiba di kamar hotel mereka, Haikal meletakkan Yuri di atas kasur dan menyelimuti nya.


"Pangil menejer hotel ke sini, sekaligus wanita yang sudah membuat nya terluka."Tegas Haikal kepada staf yang tadi membantu nya.


"Baik tuan, tapi sebelum itu saya mohon, jangan sangkut paut kan saya dengan masalah ini, saya benar-benar membutuhkan pekerjaan ini tuan, saya tidak ingin di pecat."Jelas nya dengan wajah sedih.


"Aku tau itu."Jawab Haikal singkat.


"Terima kasih banyak tuan."Jawab sang staf yang kemudian berjalan keluar melakukan apa yang di perintahkan oleh Haikal barusan.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya menejer hotel dan juga perempuan jahat itu tiba di sana.


"Bodoh sekali, mati lah aku kali ini."Batin perempuan itu mengikuti menejer nya dari belakang.


"Kalian tunggu di sini, aku akan masuk."Ucap menejer hotel tersebut kepada kedua karyawan nya.


Mereka pun sama-sama mengangguk kan kepala mengerti.


"Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu?"Tanya menejer itu kepada Haikal yang sedang mengompres kepala Yuri dengan air hangat dan handuk.


"Lihat lah, apa kau tau ini perbuatan siapa?"Ucap Haikal Tampa menoleh dari Yuri.


Menejer itu terdiam, dia benar-benar tidak tau apa pokok permasalahannya dan mengapa ada pengunjung yang pingsan.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2