
"Tidak ada, aku hanya kelelahan saja."Jawab Haikal tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya kepada Yuri karena takut mengengu pikiran Yuri yang sedang sibuk mengurus desain nya.
"Baik lah, aku harap kau bisa beristirahat sejenak dari layar laptop itu."Ucap Yuri lagi,yang khawatir akan kondisi kesehatan Haikal.
"Terima kasih, aku akan istirahat."Jawab Haikal sambil tersenyum.
"Oh iya, aku ijin keluar sebentar."Ucap Yuri lagi.
"Keluar? Kemana?"Tanya Haikal lagi.
"Ada sesuatu yang kurang untuk bahan menjahit, jadi aku harus keluar mencari benda itu."Ucap Yuri dengan senyum tipis nya.
"Mau aku temani?"Tanya Haikal yang hendak berdiri dari duduknya.
"Tidak usah,aku bisa pergi sendiri."Ucap Yuri menahan tangan Haikal untuk tetap duduk.
"Tidak, kau pergi sendirian? Aku akan khawatir."Ucap Haikal tidak ingin terjadi apapun kepada Yuri.
"Tenang lah, bukan kah kau sedang bekerja? Aku bisa sendiri."Ucap Yuri tidak ingin Haikal menemani nya.
Haikal terdiam, jika dia bersikeras,ini akan membuat Yuri curiga jika Haikal menatap laptop nya bukan lah karena pekerjaan, melainkan menyelidiki informasi penting.
"Huh, baik lah, kau pergi bersama sopir pribadi ku."Ucap Haikal lagi.
Yuri pasrah dan mengangguk kan kepala nya kemudian berjalan keluar dari kamar itu.
"Apa dia memikirkan Nisa? Hmm, mungkin benar, karena itu dia tidak mengatakan apapun kepada ku."Batin Yuri setelah meningal kan kamar dan berjalan keluar dari Mansion.
__ADS_1
Yuri berfikir jika Haikal sedang memikirkan Nisa, karena itu Haikal tidak mengatakan apapun tentang masalah yang di hadapi nya sekarang kepada dirinya.
Sementara itu Haikal tidak mengatakan nya karena khawatir akan menggangu pikiran Yuri.
"Maaf kan aku, kau akan tau nanti,tapi bukan sekarang."Ucap Haikal yang kemudian kembali memainkan laptop nya.
Sementara itu, Yuri masuk ke dalam mobil pribadi Haikal.
"Kita akan ke mana nyonya muda?"Tanya sopir Haikal yang sudah menunggu di dalam nya.
"Mall xx ya pak."Ucap Yuri singkat namun jelas.
"Baik nyonya."Jawab sopir pribadi tersebut yang kemudian menyalakan mesin mobil nya dan melaju meningal mansion.
sementara itu di sisi lain.
Entah kemana arah tujuan Gavin saat ini, yang jelas dia merasa bosan saat terus berdiam diri di apertemen sewaan tersebut.
"kota ini membosankan."Batin Gavin yang kemudian menambahkan kecepatan mobil nya.
Sementara itu,saat ini Yuri baru saj tiba di mall xx, ia turun dari mobil setelah sopir pribadi Haikal memarkir kan mobil di parkiran mall.
"Aku tidak akan lama pak, anda tunggu saja di sini ya."Ucap Yuri yang kemudian melangkah masuk ke dalam mall.
Sekitar tiga puluh menit berada di dalam mall, Yuri pun akhirnya kembali keluar dengan beberapa paper bag di tangan nya.
"Huh, akhirnya aku mendapat kan semuanya."Ucap Yuri dengan wajah senang sambil melangkah hendak menuju mobil nya.
__ADS_1
Namun di depan mall tersebut terlihat seorang nenek-nenek yang menyebrang jalan dengan begitu lambat, sampai beberapa pengendara mobil berhenti untuk menunggu nenek tua itu menyebrang jalan.
Awal nya Yuri tidak menghiraukan nya karena para pengemudi tau jika itu adalah orang tua dan mereka menunggu nenek itu dengan sabar, namun dari kejauhan Yuri melihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi, dan itu membuat Yuri khawatir, dia segera melepaskan paper bag yang dia bawa dan berlari ke arah nenek tua tersebut.
"Nyonya!"Pangil sang sopir khawatir akan tindakan yang berbahaya di lakukan Yuri.
"Berhenti!"Teriak Yuri dengan begitu kuat sambil melambaikan tangan nya memberi tanda kepada si pengemudi yang hampir saja menabrak nenek itu.
"Astaga!"Ucap laki-laki yang ada di dalam mobil tiba-tiba mengerem mobil nya secara tiba-tiba.
Yuri yang berdebar akan takut nenek itu tertabrak pun akhirnya lega karena si nenek baik-baik saja dan si pengemudi berhenti tepat waktu.
"Nenek kau baik-baik saja?"Tanya Yuri kepada sang nenek yang seperti nya juga terlihat sangat ketakutan.
"I, iya, aku, aku baik-baik saja, te-terima kasih."Ucap sang nenek memegang tangan Yuri.
"Huh, syukur lah nenek tidak apa-apa,lain kali hati-hati ya nek."Ucap Yuri yang kemudian membantu nenek itu untuk menyebrang.
Setelah selesai membantu nenek itu menyebrang, Yuri pun menghampiri mobil yang tadi hampir menabrak nenek itu.
"Buka pintu nya hey kau yang ada di dalam!"Teriak Yuri sambil memukul-mukul kaca mobil.
"Astaga! Bukan kah aku sudah berhenti? Mengapa wanita itu malah datang ke sini?"Gerutu laki-laki itu yang kemudian membuka pintu mobil nya dan keluar dari dalam mobil.
Jalan kembali aman, hanya saja saat ini Yuri masih kesal dengan orang yang mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi itu dan hampir membahayakan nyawa seorang nenek.
Bersambung ....
__ADS_1