Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 67


__ADS_3

"Apa Nisa membeli mobil baru? Atau milik mama dan papa nya? Batin Haikal kebingungan.


Haikal pun memutuskan untuk menunggu beberapa menit lagi, sampai lah di mana sesuatu yang membuat Haikal semakin curiga terhadap Nisa terlihat jelas di depan mata nya.


Nisa yang keluar dari gerbang rumah nya itu, dengan pakaian sexy seperti biasa, masuk ke dalam mobil yang tadi ada di depan gerbang rumah nya.


"Nisa? Mau kemana dia? Dan siapa orang yang ada di dalam mobil itu?"Batin Haikal.


Dua menit kemudian, mobil itu pun melaju membawa Nisa yang ada di dalam nya.


Haikal yang di selimuti rasa penasaran pun memutuskan untuk mengikuti mobil yang membawa Nisa itu.


Lama mengikuti mobil itu, akhirnya mobil tersebut pun berhenti di bar xxx, bar itu tentu tidak asing lagi bagi seorang Haikal , karena itu adalah bar langanan dirinya dan juga Nisa, bar tempat mereka selalu menghabiskan waktu luang bersama.


Haikal mengamati Nisa yang turun dengan seorang laki-laki dari dari mobil itu dan mereka berjalan masuk ke dalam bar sambil berpegangan tangan.


"Nisa? Dia bersama laki-laki lain berpegangan tangan? Hah, sudah ku duga ada sesuatu."Ucap Haikal dengan senyum tipis nya berjalan keluar dari mobil dan mengikuti Nisa masuk ke dalam bar.


Sementara itu, Haikal bukan nya merasa sedih malah merasa tertantang untuk mengungkap jika selama ini Nisa memiliki laki-laki baru.


"Sayang, malam ini kau temani aku minum sepuasnya, dan besok aku akan memberikan apapun yang kau inginkan."Ucap Jordan sambil memegang gelas bir.


"Ya, baik lah sayang,kau berjanji kan?"Tanya Nisa lagi dengan senyum ****** nya.


Jordan mengangguk kan kepala nya dengan wajah bahagia.

__ADS_1


Nisa mengunakan kartu member yang sudah di berikan oleh Haikal untuk nya, agar bisa masuk ke dalam ruangan VIP di bar tersebut.


Sementara itu, Haikal sudah tau mereka berada di kamar VIP bagian mana, dia berjalan santai menuju kamar tersebut.


"Ayo sayang, minum lagi, kita habiskan malam ini dengan penuh kebahagiaan!"Racau Jordan yang sudah mabuk dengan beberapa tegukan bir saja.


Namun tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka lebar, dan terlihat Haikal yang berdiri di depan pintu dengan wajah datar nya.


Plok! plok! plok! Suara tepuk tangan dari Haikal sambil melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan itu.


"Ha, Haikal!"Ucap Nisa yang saat itu masih dengan kesadaran penuh.


"Apa? kau kaget?"Tanya Haikal dengan senyum miring nya.


"Aku, aku bisa menjelaskan semua ini, Haikal kau salah paham."Ucap Nisa berdiri dari duduknya dan menghampiri Haikal.


"Huh, baik lah, karena kau sudah melihat nya, aku tidak perlu repot-repot menjelaskan apapun lagi, ternyata untuk meninggalkan mu cukup mudah ya, haha!"Ucap Nisa memasang wajah jahat nya.


"Sayang, siapa dia?"Tanya Jordan yang saat itu kembali sadar.


"Sayang, dia adalah Haikal, laki-laki bodoh yang aku ceritakan kepada mu."Ucap Nisa dengan wajah sinis.


"Apa maksud mu!"Marah Haikal.


"Maksud ku, kau terlalu bodoh dan buta akan rasa cinta mu padaku, aku tidak mencintaimu, aku itu hanya menginginkan harta mu, dan sekarang kau sudah tidak memiliki apa-apa lagi, jadi aku mau hubungan kita berakhir."Ucap Nisa sambil tersenyum miring.

__ADS_1


"Apa yang kau maksud?"Ucap seseorang yang saat ini berdiri di belakang Haikal.


Sontak semua mata menuju ke arah orang itu.


"Yuri!"Ucap Haikal kaget, karena melihat Yuri tiba-tiba ada di dalam ruangan itu entah datang dari mana.


"Ternyata kau datang bersama dia? Wahh, Daebak sekali ya kalian, seperti nya kalian berdua benar-benar cocok, sama-sama miskin!"Ucap Nisa lagi meneruskan kalimat kejam nya.


"Jaga bicaramu!"Ucap Yuri menatap Nisa dengan tatapan marah.


"Sayang, dia galak aku takut!"Ucap Nisa memegang tangan Jordan.


"Kau!"Ucap Jordan Hendak menampar Yuri.


Namun dengan cepat Haikal memegang tangan Jordan dan mengilas nya.


"Ahh, sakit! Bodoh lepas kan aku!"Jerit Jordan.


Haikal melepaskan nya namun di susul dengan sebuah tendangan sehingga Jordan jatuh tersungkur di hadapan Nisa.


"Haikal! Apa yang kau lakukan!"Ucap Nisa marah.


"Dia ingin melukai istri ku, mana mungkin aku akan diam saja."Ucap Haikal dengan emosi yang kini meluap.


"Haha, oh ya? Iya aku lupa jika kau sudah memiliki istri tercinta, tapi apa dia tau kondisi mu sekarang dan nanti akan seperti apa?"Ucap Nisa menatap Haikal dan Yuri secara bersamaan.

__ADS_1


Yuri yang kebingungan pun menatap Haikal penuh tanda tanya.


Bersambung ....


__ADS_2