Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 48


__ADS_3

Namun saat para masa ingin membawa laki-laki paruh baya itu ke rumah sakit, beliau pun meningal, karena kekurangan banyak darah, hal ini tentu membuat papa Hendra kecewa dengan Haikal, karena ke egoisan nya membuat nyawa orang lain melayang.


Jenazah laki-laki itu pun di bawa ke rumah sakit, untuk di urus.


"Ayah, bangun ayah, jangan tinggalkan aku! Ayah aku dan ibu membutuhkan ayah!"Teriak seorang gadis kecil berusia tujuh tahun di pemakaman ayah nya.


"Sayang, sudah lah, ayo kita pulang, ayah mu pasti sangat sedih karena kau seperti ini."Ucap seorang ibu yang kini menjadi ibu tunggal berusaha menguatkan hati anak nya.


"Maaf kan aku, aku lah yang membuat kalian menjadi seperti ini."Ucap papa Hendra yang saat itu juga mengurus semuanya sampai ke pemakaman.


"Kau membunuh ayah ku! Ibu dia yang membunuh ayah!"Ucap gadis kecil itu memberontak.


"Sayang, jangan seperti ini."Ucap ibu nya yang saat itu benar-benar terpukul.


Sementara itu, Haikal hanya mengintip dari balik-balik pohon dekat pemakaman, dia merasa bersalah sudah menghilangkan kebahagiaan orang lain, namun dia tidak berani untuk menemui atau meminta maaf.


Karena kecelakaan itu, papa Hendra membayar ganti ruginya yang begitu mahal kepada keluarga korban, namun sayang nya mereka tidak mau menerima sepeser pun uang itu, dan bilang jika harta tidak bisa mengantikan suaminya yang meningal.


flashback off


"Yuri, boleh kah aku bertanya?"Ucap Haikal menatap Yuri.


"Iya, silahkan."Ucap Yuri yang tampa sadar menetes kan air matanya ketika mengingat sang ayah.


"Jika kau bertemu dengan orang yang menabrak ayah mu itu apa kau akan membenci dan memasukan mereka ke penjara sekali lagi?"Tanya Haikal.

__ADS_1


"Iya, aku akan membencinya selama hidup ku, dan soal penjara aku tidak tau."Jawab Yuri terlihat penuh dendam.


Deg ... deg ... entah kenapa rasanya Haikal sangat takut jika Yuri tau semuanya dan akan membenci nya.


"Ini bukan kebetulan, tapi ini takdir ku, takdir mempertemukan aku dengan wanita itu kembali, wanita yang aku buat menderita karena kehilangan ayah nya kini menjadi istri ku, ini benar-benar karma yang sangat sulit aku bayangkan."Batin Haikal tak habis fikir bedengan kebetulan yang selama ini tak pernah dia harap kan.


"Mengapa wajah mu seperti itu? Apa kau tidak enak badan?"Tanya Yuri kepada Haikal.


"Ti, tidak, aku baik-baik saja, Yuri, boleh akh aku memeluk mu?"Tanya Haikal dengan tatapan sayu.


"Em?"Gumam Yuri kebingungan.


Belum sempat Yuri menjawab iya, Haikal langsung menarik Yuri ke dalam pelukan nya.


Yuri yang kaget dengan sikap Haikal tidak bisa berkata apapun karena dia juga tidak mungkin menjawab tidak.


"Yuri, aku tidak menyangka itu kau, aku benar-benar merasa bersalah kepada mu, aku sudah merusak kebahagiaan mu, mungkin ini takdir ku untuk menjaga mu dan membalas semua kesalahan ku di masa lalu."Batin Haikal sambil mengelus rambut Yuri dengan lembut.


"Ini sangat nyaman."Batin Yuri sambil memejamkan mata nya.


Sementara itu di mansion.


"Di mana Yuri dan Haikal? Mengapa dari pagi aku tidak melihat mereka? Aku bahkan sudah mencari ke semua tempat di mansion! Ini benar-benar aneh!"Umpat Nisa.


Sementara itu dari kejauhan Abel mengamati Nisa dengan teliti.

__ADS_1


"Seperti nya dia sedang mencari sesuatu?"Batin Abel.


"ini tidak bisa di biarkan,aku harus lebih hati-hati atau mereka akan benar-benar saling jatuh cinta."Umpat Nisa yang kemudian berlalu pergi.


"Apa yang perempuan jahat itu rencana kan? Maksud nya apa? Tidak boleh jatuh cinta? Apa ya?"Batin Abel berfikir keras.


"Abel, apa yang kau lakukan?"Tanya pak Iwan kepada Abel.


"Ayah, ayah ini mengagetkan ku saja."Ucap Abel.


"Kau sendiri, mengapa seperti maling."Tanya ayah nya.


"Ayah, boleh kah aku bicara sebentar dengan ayah?"Tanya Abel menatap serius ayah nya.


"Baru kali ini kau terlihat serius,ada apa? Ayo katakan saja."Ucap sang ayah jadi penasaran dengan pertanyaan Abel.


"Ini penting, dan jangan di sini."Ucap Abel menarik ayah nya ke sisi sepi mansion di belakang taman.


"Di sini saja."Ucap sang ayah.


"Baik lah, ayah, aku mohon,jujur kepada ku, apa ayah kenal wanita yang bernama Hana itu?"Tanya Abel kepada sang ayah dengan tatapan introgasi.


"Bu, bukan kah dia itu kakak nya nyonya muda?"Jawab sang ayah gugup.


"Ayah, aku tidak percaya itu, dia terlihat memiliki rencana jahat, aku selalu memperhatikan gerak-gerik nya, dan lebih parah nya lagi, apa ayah tau? dia sering masuk ke kamar tuan muda."Ucap Abel dengan jujur mengutarakan semua yang dia tau.

__ADS_1


Pak Iwan terdiam mendengar ucapan putri nya, dia bingung harus menjawab apa, karena ini hal yang sulit di jelaskan.


Bersambung ....


__ADS_2