
Yuri pun tidak mempedulikan ucapan Haikal,dia masih terus bermain air meskipun dia tidak di izinkan untuk basah basahan.
"Benar-benar wanita bodoh."Batin Haikal sambil mantap kelakuan Yuri, meskipun begitu sesekali dia tersenyum melihat tingkah laku Yuri.
Namun tidak lama kemudian Yuri menghampiri nya dengan tangan nya di sembunyikan di belakang.
"Coba tebak apa yang aku bawa."Ucap Yuri dengan wajah yang sudah basah sampai ke rambut nya.
"Jangan main-main lagi, aku ke sini hanya ingin menghirup udara segar pagi hari, setelah itu ke restoran untuk sarapan, cepat bersih kan tubuh mu itu kita kembali ke mobil."Ucap Haikal panjang lebar.
"Oh,ayo lah, tebak saja."Rengek Yuri.
"Huh! Berikan saja aku melihat nya,aku malas menebak."Ucap Haikal kewalahan.
"Tara!"Ucap Yuri sambil melempar kan bintang laut ke arah Haikal.
"Astaga!"Kaget Haikal yang menatap bintang laut itu.
Sementara itu Yuri sudah kabur jauh dari Haikal.
"Yuri! Kau membuat ku kaget!"Marah Haikal yang kemudian mengambil kembali bintang laut tersebut dan berlari mengejar Yuri.
"Astaga, dia mengejar ku, mati lah aku kali ini."Batin Yuri berlari cepat.
"Hey! Tunggu! Jangan lari kau wanita bodoh!"Ucap Haikal yang di selimuti rasa kesal.
Namun Yuri yang ketakutan terus berlari ke arah air pantai.
"Yuri! Jangan ke sana! ombak sedang besar!"Khawatir Haikal yang tiba-tiba kemarahan nya menjadi rasa khawatir melihat Yuri yang lari semakin menjauh.
Benar saja apa yang di katakan Haikal barusan, Yuri terjatuh dan terseret arus pantai yang saat itu sedikit kuat.
__ADS_1
"Yuri! Astaga!"Ucap Haikal berlari cepat dan mau tidak mau dia pun harus basah.
"Tolong!"Jerit Yuri.
Dengan cepat Haikal menarik tangan Yuri yang saat itu hampir saja terseret kembali.
"Uhuk-uhuk!"Batuk Yuri sambil mengeluarkan air yang ada di mulut nya.
"Sudah ku bilang, jangan terlalu jauh ke sana, apa kau ini mau mati?"Marah Haikal.
"Kau mengejar ku! Bagaimana aku tidak lari?"Jawab Yuri malah Balik marah.
"Astaga! Ini ambil kembali bintang laut mu, kau membuat aku basah!"Kesal Haikal yang kembali berdiri dan hendak meningal kan Yuri.
Entah apa yang di rasakan Haikal saat ini, rasanya dia tidak tega untuk marah atau mengomeli Yuri lagi Yuri terlalu lucu bagi nya untuk di marahi.
"Dasar pengecut, dengan air saja takut."Umpat Yuri saat Haikal meningal kan nya.
"Siapa bilang aku takut dengan air?"Tanya Haikal yang ke ternyata berbalik dan kembali menghampiri Yuri.
"Em, tidak, tidak ada."Jawab Yuri yang perlahan berdiri dan ingin kembali kabur.
"Mau kemana kau? Ayo main air!"Ucap Haikal yang menangkap baju Yuri karena Yuri mencoba kabur dari hadapan nya.
"Aduh,masalah lagi"Kesal Yuri.
Hal asil mereka pun menjadi sama-sama seperti anak kecil yang berlari-lari an di tepi pantai dengan baju basah kuyup.
Sebelum nya Haikal tidak pernah melakukan hal ini dengan Nisa karena Nisa sangat tidak menyukai pasir dan air laut.
"Huh, aku lelah, aku lapar."Ucap Yuri terbaring di atas pasir dengan ngos-ngosan.
__ADS_1
"Tidak ada, kau masih harus menemani aku main air, jika tidak kau tidak boleh makan,ini tantangan mu sendiri."Umpat Haikal.
"Aku lapar, boleh kah aku makan dulu? Setelah itu baru berenang lagi."Bujuk Yuri agar Haikal memberikan dia waktu untuk makan.
"Kau mau makan apa? Di sini tidak ada makanan enak, aku tidak mau, karena makanan di sini tidak higienis."Jawab Haikal malas.
"Apa aku mengajak mu makan? Aku kan hanya ingin kau memberikan aku waktu untuk makan."Jawab Yuri lagi.
"Sialan."Kesal Haikal.
Namun Yuri tidak mempedulikan nya dan berdiri kemudian setengah berlari menuju penjual makan yang ada di sana.
Namun Haikal yang juga merasa lapar mau tidak mau akhirnya mengikuti Yuri juga.
"Pak, aku mau udang bakar,sate kerang dan juga tiram itu ya."Ucap Yuri dengan semangat nya.
"Baik nona."Jawab si penjual dengan bersemangat.
"Banyak sekali makan nya?"Batin Haikal menatap Yuri dari belakang Yuri.
Setelah memesan makan tersebut, Yuri pun duduk di salah satu kursi yang ada di tempat si penjual makanan tersebut.
Sementara itu Haikal yang tidak suka makanan yang di sajikan seperti itu hanya bisa diam dan ia pun juga berjalan menghampiri Yuri untuk duduk.
Selang beberapa menit kemudian makanan yang di pesan oleh Yuri pun datang.
"Silahkan di nikmati nona."Ucap si penjual kepada Yuri.
Yuri hanya mengangguk kan kepala nya dan mulai memakan makanan itu selagi masih hangat.
Bersambung ....
__ADS_1