Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 73


__ADS_3

"Tidak, mengapa harus kau! Ini tidak mungkin!"Ucap Gavin furstasi.


"Benar Gavin, dia adalah ayah mu, ayah kandung mu!"Ucap Rania kepada Gavin.


"Sudah lah, selesai kan masalah kalian di kantor polisi, aku sudah muak melihat wajah kalian, ayo pak, cepat tangkap mereka!"Ucap papa Hendra kepada para polisi.


Dan akhirnya mama Rania, Gavin dan juga Herman di bawa ke kantor polisi, dengan beberapa bukti yang sudah di kumpul kan, percobaan pembunuhan yang di lakukan oleh Gavin, serta pembuatan surat wasiat palsu oleh mama Rania dan Herman.


Setelah kepergian mereka Haikal pun berlari kecil ke arah papa nya dan memeluk erat sang papa dengan air mata yang mulai mengalir deras.


"Papa, mengapa papa membohongi aku, aku benar-benar tersiksa akan kepergian papa yang ternyata tidak benar itu!"Ucap Haikal.


"Haikal, maaf kan papa, ini juga demi memasukkan mereka yang jahat ke dalam penjara."Ucap papa Hendra membalas pelukan Haikal.


"Tapi ini tidak lucu, apa Oma sudah tau semuanya?"Tanya Haikal melepaskan pelukan nya dan melihat ke arah Oma.


Oma hanya tersenyum manis menatap Haikal yang kini sudah berbaikan dengan sang papa.


"Sudah lah, jangan di permasalahkan itu lagi, yang penting sekarang papa sudah datang ke sini dan papa jangan pergi lagi!"Ucap Yuri kepada papa mertua nya.


"Menantu ku sangat cerdas."Ucap papa Hendra sambil tersenyum kepada Yuri.

__ADS_1


Mereka pun berpelukan dan suasana haru pun semakin mengisi mansion itu, begitu juga dengan Abel dan pak Iwan, mereka benar-benar ikut terharu akan kisah panjang keluarga besar itu.


Setelah hari itu, suasana di mansion pun semakin baik dan semakin terasa hangat serta lengkap, orang jahat satu persatu sudah mendapatkan kan balasan nya dengan setimpal.


Seminggu kemudian.


Berita besar tentang keluarga besar Haikal pun mulai banyak tersebar di media sosial maupun berita televisi.


"Apa? Tidak ini tidak mungkin! Bukan kah Haikal itu adalah anak angkat nya Hendra? Mengapa ini bisa terjadi?"Ucap Nisa kaget dengan berita yang ada di televisi dan ponsel nya yang mengatakan jika Haikal kini meresmikan dua perusahaan cabang yang sudah di bangun nya beberapa bulan kemarin di dua sisi kota itu.


Ketenaran Haikal ini semakin menjadi-jadi, sehingga Nisa yang kini melihat nya menyesali perbuatannya.


"Seharusnya aku yang berada di sisi Haikal sekarang, bukan Yuri!"Ucap Nisa yang kemudian melemparkannya ponsel nya hingga pecah.


"Nisa, bisa kah kau diam? Aku sedang pusing dan ingin istirahat sebentar!"Ucap Jordan marah.


"Kau! Ini semua gara-gara kau! Aku mau hubungan kita berakhir!"Ucap Nisa menujuk wajah Jordan.


"Apa yang kau maksud?!"Ucap Jordan kaget.


"lihat itu! Lihat televisi nya! Haikal sekarang semakin kaya, dan kau apa? Hanya Karyawan kantor biasa!"Ucap Nisa dengan suara lantang nya.

__ADS_1


"Sudah aku duga, sekarang juga angkat kaki dari apertemen ku, dasar wanita ******! Mata duitan! Mulai hari ini, jangan pernah datang lagi ke pada ku kita sudah tidak ada hubungan lagi!"Ucap Jordan yang sudah tidak tahan dengan perilaku Nisa yang hanya menginginkan uang,uang dan uang saja.


"Memang itu yang aku inginkan!"Ucap Nisa yang kemudian mengambil tas nya dan akhirnya berjalan cepat keluar dari apartemen Jordan lalu masuk ke dalam mobil nya.


Karena rasa marah dan juga menyesal atas apa yang telah dia lakukan, Nisa lun mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi.


"Arghhh! Semua sudah tidak berguna, Haikal tidak jatuh miskin dan sekarang Yuri malah merebut semua kebahagiaan ku! Ini tidak adil!"Jerit Nisa kembali menambah kecepatan mobil nya.


Namun mata Nisa yang di penuhi air mata kini mulai buram, kepala nya juga terasa pusing.


sementara itu di depan sedang lampu merah, Nisa tak mampu lagi mengerem mobil nya dan membanting stir ke samping sehingga menabrak tiang listrik.


Brak ... suara tabrakan yang cukup keras terdengar di jalan raya itu, semua pengemudi sontak kaget dan buru-buru menghampiri mobil itu.


"Astaga, ayo cepat keluar kan dia dari dalam sebelum mobil nya meledak!"Ucap orang-orang yang kemudian buru-buru mengambil Nisa dari dalam mobil itu.


Setelah di keluar kan dari mobil, kondisi Nisa benar-benar memperihatinkan dan sangat parah, luka ada di mana-mana dan juga kepala nya mengeluarkan darah.


"Ayo coba periksa denyut nadi nya."Ucap salah satu orang yang menolong nya.


Salah satu dari mereka pun akhirnya memeriksa denyut nadi Nisa.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2