Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 62


__ADS_3

Sementara itu di sisi lain.


"Nisa, apa yang terjadi? Mengapa kau datang lagi sayang? Kau bilang akan kembali ke mansion nya Haikal."Ucap Jordan kaget sat ia pulang lembur, Nisa sudah berada di apertemen nya.


"Huh, benar-benar menyebalkan!"Gerutu Nisa sambil mengacak-acak bantal yang ada di sofa tempat dia duduk.


"Sayang? Kau sedang marah? Apa yang terjadi ayo cerita kan kepada ku!"Jordan yang bingung dengan tingkah Nisa pun mendekati Nisa.


"Ada hal yang harus kau ketahui, hari ini aku benar-benar kaget dengan apa yang terjadi, aku menemukan kenyataan besar!"Ucap Nisa sambil menyeringai geram.


"Kenyataan apa? Apa yang kau maksud? Ayo coba ceritakan kepada ku apa yang terjadi."Ucap Jordan jadi penasaran.


"Hari ini saat aku keluar dari apertemen mu, aku pergi ke kantor nya Haikal, dan apa kau tau? Aku mendengar kan sebuah rahasia besar yang sedang di ungkap!"Ucap Nisa.


"Apa itu?"Tanya Jordan menanti penjelasan dari Nisa.


"Ya, ternyata, Haikal bukan lah pewaris tunggal yang asli, dia sebenarnya bukan anak kandung dari Hendra, dan hari ini aku mendengar sendiri, mama tiri,adik tiri, dan pengacara almarhum papa nya datang ke kantor itu, menyerah kan surat warisan mendiang papa nya, ternyata Haikal hanya anak angkat, pewaris sah nya adalah anak dari istri kedua papa nya!"Ucap Nisa panjang lebar.


"Apa? Kau yakin tidak salah dengar? Itu artinya, cepat atau lambat perusahaan itu akan balik nama dan berganti CEO?"Tanya Jordan kaget.


"Ya seperti itu lah kenyataan yang aku dengar dan lihat."Jawab Nisa dengan wajah manyun.


"Itu artinya dia akan segera miskin? Dan apa kau akan terus menjadi kekasih nya? Itu membuang-buang waktu mu."Sindir Jordan.


"Hey, apa kau sedang mengejek ku?"Tanya Nisa marah.

__ADS_1


"Ya,di banding kan Haikal,aku lebih kaya sekarang."Jawab Jordan dengan senyum tipis nya.


"Aku tidak akan mau bertahan dengan nya lagi, biar kan saja Yuri yang mengantikan aku untuk hidup miskin dengan laki-laki yang sudah tidak berguna itu."Ucap Nisa sambil mengalungkan tangannya ke leher Jordan dengan manja.


"Jadi kapan kau akan secara resmi meningal kan dia?"Tanya Jordan merasa tidak sabar jika dirinya hanya menjadi selingkuhan Nisa.


"Sabar, biar kan aku yang mengurus semuanya."Ucap Nisa dengan Smrik jahat nya.


Entah apa lagi rencana yang akan di lakukan oleh serigala berbulu domba seperti Nisa,yang jelas kejahatan nya tidak ada habis-habisnya.


Keesokan harinya.


Yuri masih tertidur pulas di tempat tidur nya.


"Wajah damai ini, aku ingin menatap nya sepanjang hari."Batin Haikal.


"Apa nanti ketika kau tau jika aku sudah miskin, kau akan mencintai ku? Dan tidak akan meningal kan aku?"Batin Haikal mulai khawatir.


Wajah cantik Yuri masih sangat terlihat jelas, meskipun dia sedang tidur, hal ini selalu membuat hati Haikal kukuh dan tenang jika tidur bersama Yuri, sudah dua bulan pernikahan kontrak ini di langsung kan, dan rasa cinta Haikal ke Yuri malah semakin besar berkembang, apalagi sosok Yuri yang seperti malaikat penyembuh segala luka di hatinya.


Merasa tangan Haikal yang terus membelai wajah nya, Yuri pun akhirnya membuka mata.


"Umhhh, sudah pagi ya?"Ucap Yuri dengan wajah yang mengemaskan.


"Ya, sudah pagi, bangun dan mandi lah, setelah sarapan kita akan pergi ke tempat perlombaan itu."Bisik Haikal.

__ADS_1


"Baik lah."Jawab Yuri, yang kemudian mengecup bibir Haikal sekilas sebagai morning kiss dan buru-buru berjalan ke kamar mandi.


"Dasar mengemaskan!"Ucap Haikal sambil memegang bibir nya.


Setelah selesai mandi, Haikal dan Yuri pun sarapan bersama di ruang makan mansion.


"Kalian akan ke tempat perlombaan desainer itu ya?"Tanya Oma kepada Haikal dan Yuri yang sedang makan.


"Oma, dari mana Oma tau?"Tanya Yuri kaget.


"Aku yang memberi tahu."Ucap Haikal dengan senyum manis nya.


"Kyaa,aku pikir hal ini tidak boleh kasih tau Oma, tunggu jika aku menang baru kasih tau."Gerutu Yuri.


"Yuri, kau tidak perlu takut, Oma yakin kau pasti akan menang."Ucap Oma sambil mengunyah makanan nya.


"Oma, terima kasih, mohon doa nya ya."Ucap Yuri tak ingin mengecewakan Oma Sandra.


"Sayang, kau ini sangat manis nya."Ucap Oma kepada Yuri.


Sementara itu Haikal hanya bisa merasakan cemburu karena Oma lebih memanjakan Yuri di bandingkan dengan dirinya.


"Oma, apa Oma tau jika aku ini bukan lah cucu kandung Oma?"Batin Haikal sambil menatap Oma, dengan tatapan sedih.


Haikal tidak ingin menanyakan hal itu kepada Oma karena ia takut Oma tau soal Rania yang datang dengan anak nya untuk merebut semua aset papa Hendra karena itu akan membahayakan kesehatan Oma.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2