
"Ha, Haikal,apa yang kau lakukan?"Ucap Yuri kebingungan dan merasa risih.
"Bukan kah kau kedinginan? Jika tidur sendiri itu akan lebih membuat mu dingin bukan?"Jawab nya sambil menatap Yuri dengan alis yang di angkat sebelah.
"I,iya, aku kedinginan tapi selimut saja sudah cukup."Jawab Yuri gugup.
"Mau peluk?"Tanya Haikal lagi Tampa menghiraukan ucapan Yuri barusan.
Yuri seakan mati kutu, tak mampu bergerak atau merespon perkataan Haikal barusan, dia benar-benar kebingungan akan sikap Haikal yang semakin hari semakin aneh saja.
"Tidak, tidak usah."Yuri memilih untuk membelakangi Haikal karena dia benar-benar tidak bisa menatap wajah itu terlalu lama.
Bukan nya mendengar kan ucapan Yuri, Haikal malah memeluk Yuri dari belakang,dia bahkan mengangkat kepala Yuri dan meletakkan nya di lengan nya.
Hal ini tentu saja membuat Yuri sangat nyaman dan tidak bisa menolak karena suasana malam itu benar-benar dingin.
Mereka pun akhirnya memilih untuk tidur, dan larut dalam pikiran masing-masing, seperti nya Haikal merasa nyaman dengan wanita yang ada di pelukan nya saat itu.
Keesokan harinya.
Haikal membuka mata nya, melihat sekeliling ruang kamar hotel tersebut, di samping nya juga sudah tidak ada Yuri.
"Di mana dia?"Batin Haikal.
"Bangun lah, aku sudah selesai beres-beres, ini pakaian mu untuk di pakai pagi ini, kita akan segera ke bandara kan?"Ucap Yuri yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.
"Mengapa kau tidak membangun kan ku lebih awal?"Tanya Haikal.
__ADS_1
"Tidak apa, kau sangat lelap tertidur aku tidak mau mengangu."Jelas Yuri.
Haikal pun diam mendengar ucapan Yuri barusan, setelah mengumpulkan tenaga dan kesadaran nya dia pun beranjak dari kasur dan pergi ke kamar mandi.
Satu jam pun berlalu.
Mereka kini sudah ada di dalam pesawat untuk kembali pulang ke kota xx.
"Aku harap Oma baik-baik saja."Ucap Yuri kepada Haikal.
"Iya."Jawab Haikal singkat.
Selang dua puluh menit kemudian pesawat yang mereka tumpangi itu pun berhasil lepas landas menuju kota xx.
Saat ini jam menujukkan pukul 06:20
"Abel, aku tidak apa-apa jangan menghubungi Haikal dan Yuri ya, aku khawatir mereka akan kembali."Jelas Oma yang sudah sedikit membaik dan sekarang dia di jaga oleh Abel di rumah sakit.
"Iya Oma, aku tidak akan melakukan itu karena Oma mencegah ku."Jelas Abel lagi.
Sementara itu Tampa sepengetahuan Oma dan Abel Nisa sedang menguping pembicaraan mereka.
"Sial, mengapa orang tua itu cepat sekali sadar nya? Mengapa dia tidak mati saja? Dan Haikal, dia masih saja belum tiba sampai sekarang."Umpat Nisa yang kini berjalan duduk di kursi depan ruang rawat Oma dengan wajah di tekuk.
"Oma, dokter bilang Oma keracunan makanan, apa yang Oma makan sebelum Oma merasa sakit perut dan sampai jadi seperti ini?"Tanya Abel kelas Oma.
"mm, seingat ku, aku makan sup hangat yang di sajikan Hana."Jelas Oma.
__ADS_1
"Oma yakin tidak makan apa-apa lagi selain sup itu?"Tanya Abel lagi memastikan.
"Iya, Oma hanya makan itu saja, setelah itu Oma merasa sangat sakit di bagian perut."Jelas Oma.
"Sudah pasti, Oma wanita itu terlihat aneh dia sangat kasar dan aku rasa dia membenci Oma, aku pikir dia pasti menaruh sesuatu ke dalam sup yang di sajikan untuk Oma."Ucap Abel dengan pintar mengambil kesimpulan.
"Benar kah? Tapi kita tidak memiliki bukti apapun."Jawab Oma dengan mengerutkan keningnya.
"Sup itu bisa di bawa ke sini sebagai bukti,kita bisa meminta dokter untuk melihat sup itu Oma."Ucap Abel dengan pintar nya.
"Kau benar, sekarang pulang lah ke mansion dan cepat ambil sisa sup yang kemarin aku makan dan bawa ke sini."Ucap Oma.
"Baik Oma."Jawab Abel sambil berdiri dari duduknya siap melaksanakan tugas dari Oma.
"Ingat Abel, jangan sampai ada orang yang tau jika kau ingin melakukan itu, karena orang jahat akan dengan cepat menghilangkan bukti itu jika dia tau kita akan melakukan penyelidikan sekecil apapun."Ucap Oma wanti-wanti kepada Abel.
"Aku mengerti Oma,kalau begitu aku permisi dulu."Ucap Abel yang kemudian berjalan keluar dari ruang rawat Oma.
Terlihat Nisa yang sedang duduk di kursi depan ruang rawat Oma, bukan nya menyapa, Abel malah memasang wajah kesal.
Hal itu tentu saja membuat Nisa jengkel.
"Mengapa dia tiba-tiba keluar dari ruang rawat Oma? Bukan kah seharusnya dia menjaga Oma?"Batin Nisa kebingungan.
Ini lah hal yang membuat rubah Nisa mencurigai gerak-gerik Abel dan dia lun mengikuti Abel sampai ke mansion.
Bersambung ....
__ADS_1