Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 58


__ADS_3

"Apa? Jadi aku tidur bersama dengan Haikal? Berpelukan? Semalaman?"Batin Yuri kaget.


Rasa kaget itu tidak bertahan lama, saat kefokusan Yuri tertuju pada wajah Haikal yang saat itu sedang lelap.


"Huh, mengapa dia sangat tampan? Membuat aku tidak tahan ingin mengecup bibir manis nya itu."Batin Yuri berpindah posisi dan mengarah menatap Haikal.


Perlahan tangan nya membelai pipi mulus Haikal yang putih nan bersih itu, "Kau sangat tampan, pantas saja Nisa sangat mencintai mu sampai-sampai tidak rela kau menikah dengan orang lain kecuali diriku yang berada di bawah ancaman nya."Ucap Yuri dengan mata berkaca-kaca.


Namun Yuri sama sekali tidak tau juga saat itu Haikal mendengar kan semua yang dia ucapkan.


"Huh, apa yang aku pikirkan? Bukan kah aku sudah berjanji untuk mengubur perasaan itu sedalam mungkin?"Batin Yuri yang kemudian beranjak hendak meningal kan ranjang Haikal.


Dengan cepat Haikal menarik kembali tangan Yuri sehingga tubuh Yuri kembali terhempas ke ranjang, Haikal yang tidak ingin membuang-buang kesempatan bagus itu kembali menarik Yuri ke dalam pelukan nya.


"Astaga, apa yang kau lakukan? Lepas kan aku!"Ucap Yuri berusaha memberontak.


Namun kekuatan Haikal lebih besar dari nya dan akhirnya Yuri pun pasrah di dalam dekapan Haikal.


"Jika kau berhasil membujuk ku, aku akan melepaskan pelukan ini dan membiarkan kau keluar."Gumam Haikal dengan mata yang masih terpejam.


"Aku tidak punya bakat membujuk seseorang,ayo lah lepas kan aku,aku ingin mandi dan melihat keadaan Oma."Gerutu Yuri.


"Oma ada Abel yang menjaga nya di pagi hari seperti ini, ayo lah jangan membuat ku marah."Gumam Haikal lagi.


"Lalu apa yang kau inginkan?"Tanya Yuri memainkan jari nya di leher jenjang Haikal yang menggoda.


Dunia terasa milik author.

__ADS_1


Next.


"Aku tidak mau apa-apa, tapi setidaknya ada morning kiss untuk ku kan?"Ucap Haikal Tampa membuka mata nya dengan suara khas bangun tidur yang agak terdengar sedikit berat.


"Huh, mengapa tiba-tiba jadi manja seperti ini?"Batin Yuri gelisah.


Yuri pun berusaha melakukan apapun agar dirinya bisa lolos dari dekapan Haikal dan keluar dari kamar itu.


Cuph! ... Yuri mengecup sekilas bibir Haikal dan segera menatap wajah itu.


Sontak Haikal membuka matanya dan menatap waja Yuri yang mengemaskan setelah mencium bibir nya.


"Kau benar-benar memberikan morning kiss untuk ku?"Ucap Haikal tidak percaya dengan apa yang dia rasakan barusan.


"Tentu saja, karena kau yang meminta nya, dan sekarang lepas kan aku, aku sudah melakukan apa yang kau inginkan."Jawab Yuri dengan begitu polos.


Yuri yang sudah lelah memberontak pun akhirnya pasrah dengan suami nya yang tiba-tiba menunjukan sikap hangat dan manja.


Siang harinya.


"Ingat lah untuk makan dengan teratur, aku ke kantor dulu."Ucapan Haikal kepada Yuri.


"Baik lah, hati-hati."Ucap Yuri kepada Haikal.


Setelah berpamitan dengan Yuri, Haikal pun masuk ke dalam mobil nya dan berangkat ke kantor.


Entah mengapa setiap memikirkan Yuri, Haikal selalu merasa sangat bersemangat menjalani hari-hari nya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Yuri, setelah Haikal berangkat ke kantor dirinya pun kembali melanjutkan pekerjaan nya karena besok sudah waktunya perlombaan desainer yang di daftar kan oleh Haikal untuk nya.


"Hari ini aku harus menyelesaikan semua pekerjaan ini."ucap Yuri bersiap-siap.


"Abel, di mana Yuri?"Tanya Oma kepada Abel.


"Oma, sudah dua hari nyonya berdiam diri di dalam sebuah ruangan, entah apa yang dia kerjakan, namun aku tidak berani untuk menanyakan nya."Ucap Abel kepada Oma.


"Hmm, seperti nya aku tau sesuatu, dia ada di ruangan dekat ruang tengah pojol mansion kan?"Tanya Oma kepada Abel.


"I,iya kok Oma tau?"Tanya Abel sambil mengurut kaki Oma yang saat itu masih terbaring di ranjang nya.


"Nanti kau juga akan tau, oh iya, jangan lupa antar kan dia teh hangat dan juga cemilan ya."Pesan Oma kepada Abel.


"Baik Oma, akan saya laksanakan."Jawab Abel dengan senyum lucu nya.


Sementara itu di sisi lain.


"Sayang, apa kau puas?"Tanya Jordan kepada Nisa yang saat itu berada dalam dekapan nya.


"Tentu saja, selama ini aku tidak pernah merasakan kehangatan seperti ini."Ucap Nisa dengan manja nya.


"Mengapa seperti itu? Apa Haikal tidak pernah melakukan apapun kepada mu selama kalian berpacaran?"Tanya Jordan dengan wajah bingung.


Ya, Nisa yang keluar dari mansion dengan alasan mama dan papa nya meminta pulang ternyata pergi ke apertemen Jordan, selingkuhan nya itu.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2