
"Astafirulah, dia sudah meningal!"Ucap orang yang memeriksa itu.
Polisi lalu lintas pun ikut membantu mengusut kecelakaan tunggal nya Nisa, serta menghubungi kedua orang tua nya.
Setelah kedua orang tua nya datang Nisa pun di larikan ke rumah sakit untuk di cek terlebih dahulu sebelum di urus pemakaman nya.
Keesokan harinya.
"Hikss, Nisa, mengapa nasip mu buruk sekali nak? Maaf kan mama, mama kurang memperhatikan mu sehingga kau jadi seperti ini."Ucap mama nya Nisa menangis sambil memegang nisan Nisa.
Ya, pemakaman Nisa berjalan dengan lancar pagi itu.
Haikal dan Yuri pun ikut menghadiri pemakaman Nisa karena mama nya Nisa sempat mengabari Yuri.
"Sudah lah Tante, jangan menagis lagi, Nisa pasti sudah tenang di sana."Bujuk Yuri kepada mama nya Nisa.
"Yuri tante minta maaf ya, kalau selama Nisa hidup, dia selalu menyakiti dan memeprsulit kamu nak."Ucap mama nya Nisa memegang tangan Yuri.
Sebenarnya mama nya Nisa cukup lah baik, berbeda dengan Nisa yang selalu terobsesi dengan kekayaan.
"Kamu sudah memaafkan nya Tante, jangan di permasalahkan lagi, sebaiknya sekarang Tante pulang, ini juga sudah sangat siang."Ucap Yuri berusaha membujuk mama nya Nisa.
"Terima kasih Yuri, kau sangat baik."Ucap mama nya Nisa.
"Om, Tante, kalau begitu saya permisi dulu ya, kepada Yuri akhir-akhir ini juga kurang baik, dia butuh banyak istirahat."Jelas Haikal kepada mama dan papa mendiang Nisa.
"Iya, terima kasih sudah mau datang dan mengirim kan doa untuk Nisa walaupun Nisa sudah menyakiti hati kalian."Ucap papa nya Nisa.
"Iya om, biar lah itu semua berlalu."Jawab Haikal yang kemudian membawa istri nya kembali ke mobil.
Sementara itu papa dan mama nya Nisa masih berada di pemakaman Nisa.
__ADS_1
"Sayang, sekarang kita pulang ya."Ajak Haikal kepada Yuri.
"Iya mas."Ucap Yuri sambil tersenyum kecil.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan kemudian meningal kan aula pemakaman Nisa.
Yuri masih tidak menyangka jika Nisa akan pergi dengan cara yang tragis, entah itu karena semua kejahatan yang telah dia lakukan atau apapun.
"mas."Lirih Yuri menangil Haikal.
"Iya, ada apa sayang?"Tanya Haikal sambil fokus mengemudi mobil nya.
"Emm, perlombaan nya tinggal dua hari lagi, tapi aku masih bingung, bagaimana cara mendapatkan model untuk dres ku."Ucap Yuri kepada Haikal.
"Mengapa harus bingung? Aku sudah menyampaikan model paling terkenal untuk memakai dres yang telah kau rancang itu."Tutur Haikal dengan begitu mudah nya.
"Apa? Secepat dan semudah itu kah?"Ucap Yuri membelakkan mata nya.
Yuri hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dia benar-benar ingin berusaha sendiri tanpa bantuan Haikal.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di mansion.
"Astaga, mengapa akhir-akhir ini aku sangat mual? Dan pusing ketika naik mobil?"Batin Yuri yang kemudian buru-buru membuka kan mobil dan berlari keluar dengan cepat masuk ke dalam mansion.
"Yuri! Jangan lari-lari!"Tegur Oma yang sat itu sedang jalan-jalan bersama Abel di taman.
"Astaga!"Ucap Haikal yang kemudian ikut masuk ke mansion.
Sementara itu, Yuri masuk ke dalam kamar dan buru-buru meletakkan tas nya di atas nakas, setelah itu dia pun masuk ke dalam toilet dan mengunci dirinya di dalam toilet tersebut.
"hueeek! Hueeek!" Yuri beberapa kali muntah di wastafel kamar mandi nya sambil memegang perut dan dada yang saat itu benar-benar tidak enak.
__ADS_1
"Astaga! Mengapa aku jadi seperti ini? Tidak nyaman sekali."Batin Yuri memegang perutnya.
Namun tiba-tiba saja Yuri pun mengingat sesuatu, dua hari lalu dia juga merasa mual seperti ini dan muntah-muntah, jadual datang bulan nya juga sudah terlewati beberapa hari.
Bahkan Abel pernah menduga jika Yuri sedang hamil karena melihat wajah Yuri yang sedikit pucat.
"Apa? Apa mungkin aku hamil?"Batin Yuri.
Yuri segera keluar dari kamar nya dan bergegas membuka laci dekat nakas dan mengambil sesuatu dan kembali masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah beberapa menit menunggu, Yuri pun kaget melihat sesuatu yang tidak pernah dia pikir kan sebelum nya ...
Stop, jangan di terus kan ya hehe, kita lanjut kan ini setelah dua hari berikutnya.
Dua hari kemudian.
Ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh keluarga besar Haikal, hari di mana Yuri akan mengikuti final lomba desainer untuk menentukan pemenang.
Semua orang hadir di sana, kecuali mama nya Yuri yang masih sakit dan di rawat di rumah sakit.
"Wahh, hari ini nyonya muda sangat cantik."Ucap Abel yang ikut serta karena menjaga Oma.
"Terima kasih Abel, kau juga cantik dengan dress itu."Ucap Yuri.
Saat ini mereka sedang berada di depan Panggung, acara nya masih belum di mulai karena masih banyak tamu yang belum datang.
Satu jam pun berlalu.
Terlihat seorang MC yang naik ke atas panggung model dengan wajah yang cukup cerah dan terlihat sangat bahagia.
Bersambung ....
__ADS_1