Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 24


__ADS_3

"Oh, tidak apa-apa Oma, biar aku yang menyuapi Oma."Ucap Nisa terlihat memaksa Oma makan di depan matanya.


oma merasa sedikit bingung dengan raut wajah Nisa yang aneh seperti itu.


"Aku bisa makan sendiri, kau sebaiknya keluar saja, aku ingin istirahat."Ucap Oma lagi.


Ucapan Oma barusan pun membuat Nisa kesal dan akhirnya berjalan cepat keluar dari kamar Oma Tampa berpamitan.


"Benar-benar tidak memiliki sopan santun sama sekali."Batin Oma menatap kepergian Nisa dari kamar nya.


Sementara itu di sisi lain.


"Cepat pakai baju mu, kita akan keluar jalan-jalan."Ucap Haikal kepada Yuri.


"Tapi aku kan baru saja selesai mandi? Tidak bisa kah kau sabar?"Kesal Yuri menatap Haikal.


"Aku lapar dan ini makan di luar, aku juga bosan di kamar."Jelas Haikal Tampa menatap Yuri.


Yuri pun tidak kuasa lagi membantah ucapan Haikal, dia pun bergegas mengambil baju nya dan mulai memakai nya meskipun tubuh nya masih terasa sakit di berbagai sisi.


Haikal yang sedang menatap layar laptop nya sesekali melihat ke arah Yuri, terlihat tubuh Yuri yang di baluti handuk besar itu, itu terlihat indah, namun terdapat beberapa bekas merah kebiruan, mungkin itu ulah nya tadi malam.


Setelah beberapa puluh menit kemudian, mereka pun akhirnya keluar dari kamar itu.


"Bisa kah kau berjalan dengan cepat?"Ucap Haikal berhenti melangkah saat Yuri masih jauh di belakang nya.


Saat ini mereka ingin keluar dari hotel, entah kemana yang jelas jalan-jalan saja karena Haikal merasa bosan di dalam kamar hotel tersebut.

__ADS_1


"Tapi aku tidak bisa berjalan secepat itu! Aku sakit!"Ucap Yuri memelototi Haikal.


"ingat, itu salah mu ya, bukan salah ku!"Ucap Haikal kesal dengan wajah marah Yuri, namun dia kembali berjalan dengan mengengam tangan Yuri.


"Lihat, bukan nya itu laki-laki tadi malam?"Tanya staf hotel kepada temannya.


"Seperti nya kau salah sasaran, dia sudah memiliki kekasih, dan lihat lah jalan perempuan itu,aku rasa mereka sudah melakukan sesuatu tadi malam dengan bantuan jus yang kau berikan."Bisik teman dari staf hotel tersebut sambil tertawa kecil.


"Sialan! Seharusnya aku yang berada di kamar laki-laki itu tadi malam,bukan perempuan itu."Marah nya sambil mengintip Haikal dan Yuri yang berjalan masuk ke dalam lift.


"Kau itu terlalu banyak bermimpi, seharusnya kau tidak melakukan hal konyol seperti itu, kau bisa di pecat jika laki-laki itu tau dan bertindak."Ucap teman nya.


"Dia tidak akan tau, jika kau tidak memberitahu nya, sudah lah."Ucap staf tersebut kesal dan berjalan pergi.


Sementara itu Yuri dan Haikal masuk ke dalam mobil yang telah di sewa Haikal selama di sana tiga hari.


"kemana saja."Jawab Haikal dengan wajah Tampa ekskresi nya.


"Apa kau sudah mengabari Oma?"Tanya Yuri lagi.


"Sudah."Jawab Haikal dengan sesingkat mungkin, karena dia lebih fokus menyetir mobil.


"Kapan?"Yuri kembali bertanya karena dia Fiki Haikal belum menelpon Oma.


"Di saat kau mandi."Jawab Haikal secukupnya.


"Bagus lah, aku tidak ingin membuat Oma khawatir, dan jangan katakan apa yang terjadi kepada Oma atau siapa pun."Ucap Yuri sambil mengalihkan pandangannya ke kaca mobil.

__ADS_1


Haikal hanya diam sambil menatap wajah Yuri meskipun dari samping.


Selang sepuluh menit kemudian, mereka pun tiba di sebuah pantai,ya itu pantai yang tidak jauh dari hotel yang mereka inapi untuk beberapa hari ini.


Haikal memarkir kan mobil nya dan segera turun dari mobil.


Begitu juga dengan Yuri.


"Wahhh, indah sekali."Yuri melupakan rasa sakit nya dan berlari menuju pantai dengan air berwarna biru dan pasir pantai yang putih.


"Hey! Jangan berlari!"Marah Haikal.


"Ini sangat indah! Kau tidak tau artinya keindahan ya?!"Jerit Yuri dari jauh.


Haikal hanya menggeleng kepala melihat tingkah konyol Yuri yang terlihat seperti anak kecil saja.


Haikal pun berjalan pelan menuju tepian pantai.


Tidak munafik jika Haikal juga mengagumi keindahan pantai tersebut, hal ini membuat banyak pengunjung yang datang dan bahkan sampai malam hari mereka masih betah di sana.


Tidak hanya itu, di pantai itu juga terdapat banyak sekali penjual makanan laut yang segar, mereka menjual berbagai macam menu makanan dari laut seperti lobster, kerang,dan lain sebagainya.


"Wahh, air nya benar-benar segar, aku rasanya ingin berenang!"Jerit Yuri bermain air.


"Ingat, jika kau basah kau akan kembali ke hotel jalan kaki karena aku tidak mau report membersikan mobil itu jika basah."Ucap Haikal yang hanya mengamati Yuri dari jarak dekat namun dia tidak menyentuh air sedikit pun.


Yuri pun tidak mempedulikan ucapan Haikal,dia masih terus bermain air meskipun dia tidak di izinkan untuk basah basahan.

__ADS_1


bersambung ....


__ADS_2