
Flashback off.
"Iya Gavin, dan ini juga berkat bantuan seseorang."Ucap mama Rania menata Gavin dengan wajah serius nya.
"Siapa ma?"Tanya Gavin mulai penasaran.
"Seseorang, nanti kau juga akan tau, dan dia akan ikut kita ke kota xx untuk menjalankan rencana ini."Jelas mama Rania.
"Baik lah,tapi kapan kita akan ke kota xx?"Tanya Gavin merasa tidak sabar.
"Besok, lebih cepat lebih baik, aku tidak mau di dahulukan oleh pengacara asli dari Hendra."Smrik mama Rania sambil memegang kertas wasiat yang telah dia palsu kan.
Keesokan harinya.
"Maaf, aku sedikit terlambat."Ucap Herman kepada Rania dan Gavin yang sudah menunggu di bandara.
"Tidak apa-apa."Jawab Rania singkat.
"Mama, siapa laki-laki ini?"Tanya Gavin menaikan satu alisnya.
"Gavin, dia, dia adalah Herman, teman mama yang mama bicara kan semalam, kau bisa memangil nya paman."Ucap mama Rania menjelaskan.
"Iya, Gavin salam kenal."Ucap Herman dan juga Rania yang sudah sepakat untuk merahasiakan identitas Herman yang sebenarnya kepada Gavin agar dia bisa fokus dengan urusan penting ini.
__ADS_1
"Salam kenal, paman, terima kasih sudah membantu kami."Ucap Gavin dengan senyum tipis nya.
Setelah tiga puluh menit kemudian, pesawat yang akan mereka tumpangi pun sudah siap untuk lepas landas menuju kota xx.
Mereka pun segera bersiap-siap masuk ke dalam pesawat.
Tidak butuh waktu lama pesawat itu pun berhasil lepas landas menuju kota xx.
"Rania, bagaimana dengan hasil penjualan saham perusahaan cabang dan vila?"Tanya Herman yang saat itu duduk di samping mama Rania, sementara Gavin di kursi bagian lain.
"Aman, itu cukup untuk biaya keperluan kita selama di sana."Ucap mama Rania dengan jahat nya menjual saham dan vila yabg sudah papa Hendra berikan kepada mereka.
"Kau benar-benar wanita terpintar yang pernah aku temui Rania."Goda Herman sambil memegang tangan mama Rania.
"Hah, baru tau."Sombong mama Rania saat di puji oleh Herman.
Sementara itu di sisi lain.
"Kau bisa memakai ruangan ini untuk bekerja."Ucap Haikal membuka sebuah ruangan di mansion tersebut yang tidak pernah di lirik oleh Yuri sebelum nya.
"Astaga! Ini ruangan siapa? Banyak sekali peralatan menjahit!"Ucap Yuri masuk ke dalam ruangan tersebut dengan penuh rasa kagum.
Sebuah ruangan yang tidak pernah di buka dan di lirik oleh siapa pun di mansion itu kini di buka Haikal untuk Yuri.
__ADS_1
"Ini ruangan tempat mama ku merajut dan menjahit beberapa pakaian yang dia desain, apa kau tidak tau jika mama ku juga adalah seorang designer?"Ucap Haikal menaikkan satu alisnya menatap Yuri bingung.
"Aku, sebelum nya Oma pernah mengatakan hal itu,tapi aku melupakan nya."Ucap Yuri asik memegang dan mengamati barang-barang yang ada di dalam ruangan tersebut.
raungan itu penuh dengan berbagai macam kain,dan alat-alat untuk menjahit pakaian, sangat lengkap sehingga Yuri tidak perlu keluar lagi jika dia membutuhkan sesuatu tingal ambil dan juga banyak pilihan warna kain.
Sungguh Yuri tidak menyangka di mansion itu juga ada ruangan khusus seperti itu untuk mendiang mama nya Haikal.
Tidak terbayangkan bagaimana cinta nya papa Hendra terhadap sang istri.
"Oma benar, kau memiliki perilaku yang sama dengan ibu ku, kau bahkan lebih cantik."Gumam Haikal mencoba menggoda Yuri.
"Jangan menggodaku seperti itu."Ucap Yuri memasang wajah kesalnya kepada Haikal.
"Kau terlihat lebih imut saat marah ya, yaudah sekarang kau bisa melakukan tugas mu di sini, aku tidak akan menganggu, aku keluar dulu,masih ada hal yang harus ku urus,kau lihat-lihat saja dulu apa yang kau butuhkan, gunakan semua fasilitas di dalam ini untuk memenangkan lomba."Ucap Haikal mengelus pipi Yuri dan kemudian berjalan keluar dari ruangan itu.
Sementara itu Yuri merasa pipinya memanas karena di perlakukan Haikal seperti seorang ratu di mansion itu.
Setelah Haikal pergi dari ruangan tersebut, Yuri pun mulai kembali melihat-lihat apa yang dia butuhkan.
Dia mulai duduk di sebuah kursi dengan meja kecil yang sedikit kuno namun terlihat sangat bersih.
"Andaikan mama nya masih hidup, apa dia akan mengajarkan aku tentang banyak hal dalam membuat desain pakaian?"Batin Yuri membayang kan bertemu mama mertua nya yang sudah tidak ada untuk mendapatkan ide desain.
__ADS_1
Yuri mengambil selembar kertas dan sebuah pensil yang ada di atas meja tersebut lalu mulai melukis desain dress yang dia pikirkan sejak tadi.
Bersambung ....