Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 31


__ADS_3

Menejer itu terdiam, dia benar-benar tidak tau apa pokok permasalahannya dan mengapa ada pengunjung yang pingsan.


"Tuan, maaf sebelumnya saya agak teledor dalam mengawasi ketertiban dan kenyamanan hotel, tapi saya benar-benar tidak tau apa yang terjadi dengan nona itu."Jelas sang menejer bingung bercampur takut.


"Salah satu karyawan mu, melakukan tindakan tidak baik terhadap aku dan dia, karyawan mu telah mengunci nya di dalam toilet, sampai membuat dia menjadi seperti ini,aku ingin orang itu di panggil ke sini."Jelas Haikal dengan tatapan mata yang tajam.


"Baik tuan baik."Jawab menejer hotel tersebut sedikit gugup dan menahan rasa kesal nya terhadap karyawan nya yang berani melakukan tindakan bodoh itu.


Sementara itu di depan pintu kamar.


"Kau penghianat! Mengapa kau mengatakan semuanya!?"Ucap karyawan jahat itu kepada teman nya.


"Maaf, aku masih memikirkan keluarga ku, karena aku belum siap di pecat dari pekerjaan ini."Jelas nya kepada karyawan jahat tersebut.


"Kau ini ya! Awas kau!"Ucap wanita jahat itu hendak menampar teman nya.


"Kau! Ikut masuk ke dalam sekarang."Ucap menejer nya.


"Ba, baik menejer."Jawab wanita itu seolah-olah lemah padahal dirinya baru saja ingin membuat wajah teman nya merah.


Mereka pun kembali masuk ke dalam kamar tersebut.


"Jadi kau yang melakukan ini kepada nya?"Ucap Haikal menatap wajah perempuan jahat itu.


"Maaf kan saya tuan, tapi dia lah yang terlebih dahulu mengangu saya."Bohong nya.


"Mengangu apa maksud mu mengangu?"Tanya Haikal yang tidak percaya dengan ucapan perempuan itu karena setahu nya Yuri bukan lah wanita yang suka mencari masalah.

__ADS_1


"Dia, dia itu perempuan tidak baik, dia sengaja ingin mendekati Anda."Racau staf jahat itu.


"Apa? Mendekati ku? Dia itu istri ku."Tegas Haikal menekan kata istri di akhir kalimat nya.


"Apa?!"Kaget staf tersebut yang sudah salah mencari masalah dengan Haikal yang ternyata sudah memiliki istri dan istri nya adalah wanita yang tadi dia kurung di toilet sampai pingsan.


"Tuan,maaf,maaf kan aku, aku benar-benar tidak tau kakau nona itu adalah istri mu."Ucap staf jahat tersebut bersimpuh di hadapan Haikal.


"Mudah sekali mengatakan maaf, apa kau pikir perbuatan mu yang hampir menghilangkan nyawa orang seperti itu bisa di lupakan kan hanya dengan kata maaf?"Jawab Haikal lagi.


"Tuan, biar saja saya yang menghukum nya, ini bentuk tanggung jawab saya sebagai menejer yang telah lengah dalam membimbing para karyawan sehingga ada yang bertindak tidak baik seperti ini."Jelas sang menejer kepada Haikal.


"Terserah, sekarang kalian keluar dari kamar ku, dan jika kau ingin menghukum nya hotel ini aku pasti kan akan selamat dan jika tidak, silahkan bersiap untuk gulung tikar."Ancam Haikal dengan tatapan tajam nya.


"Ba,baik tuan baik, ayo cepat ikut aku!"Ucap menejer hotel itu kepada staf perempuan jahat yang sudah membuat masalah.


Mereka berdua pun meningal kan kamar itu.


"Tidak, sekarang juga kemasi barang-barang mu dan angkat kaki dari hotel ini, kau aku pecat!"Bentak sang menejer.


"Tapi menejer!"


"Tidak ada tapi-tapian,Kau hampir saja membuat aku kehilangan semuanya!"Jawab menejer tersebut yang kemudian berlalu pergi.


"Ahhh, sial! Aku di pecat!"Ucap wanita itu emosi dan mau tidak mau dia harus menerima kenyataan pahit itu.


Sementara itu di kamar Haikal.

__ADS_1


"Aku di mana?"Lirih Yuri yang baru sadar dari pingsan nya.


"Kau di kamar."Jawab Haikal.


"Dingin, dingin sekali."Ucap Yuri sambil menarik selimut sampai ke atas dada nya.


"Ini, minum teh hangat nya."Ucap Haikal sambil memegang segelas teh hangat.


Yuri pun sedikit bersandar dan meneguk teh hangat tersebut.


"Terima kasih."Lirih nya lagi.


"Hmm."Gumam Haikal.


"Apa yang terjadi? Mengapa aku bisa ada di kamar? Bukan kah sebelum nya aku ada di toilet?"Tanya Yuri kebingungan.


"Lupakan soal itu, dan aku sarankan agar kau tidak terlalu bodoh, kau bisa melawan orang yang jahat dengan mu, mengapa kau harus membiarkan mereka menyakiti mu."Ucap Haikal dengan tatapan dingin nya.


"Aku, em, lupakan saja."Jawab Yuri tak ingin memperpanjang masalah.


Namun Yuri tidak mengetahui apa yang di lakukan Haikal kepada orang yang sudah membuat nya seperti itu.


"Tidur lah, besok pagi harus kembali."Lirih Haikal lagi.


"Hmm, selamat malam."Ucap Yuri yang hendak menarik selimut nya untuk berpindah ke kasur nya, karena saat ini dia berada di kasur Haikal.


"Jangan kemana-mana."Ucap Haikal menahan Yuri.

__ADS_1


Yuri terdiam sejenak, kemudian dia mengangguk kan kepala nya berfikir jika Haikal lah yang akan tidur di kasur nya, namun ternyata Yuri salah besar, Haikal malah merebahkan tubuh nya di sebelah Yuri.


Bersambung ....


__ADS_2