
Yuri hanya mengangguk kan kepala nya dan mulai memakan makanan itu selagi masih hangat.
"Mau?"Tanya Yuri kepada Haikal.
"Tidak akan."Jawab Haikal jual mahal.
"Baik lah, kalau begitu,aku makan sendiri."Jawab Yuri melanjutkan makan nya.
kryuk ... kryuk ... (Suara cacing yang ada di perut Haikal meminta makanan.)
"Hahah, kelaparan? Ayo lah hilang kan gengsi mu itu, dan ayo makan lah."Ajak Yuri.
Entah kenapa Yuri yang di kenal Haikal sebagai perempuan yang pendiam dan tidak suka banyak bicara hari ini berubah menjadi Yuri yang ceria dan terlihat menjadi dirinya sendiri.
"Apakah ini sifat asli yang dia sembunyikan? Dia terlihat sangat senang dan menjadi orang yang asik di ajak bercanda."Batin Haikal menatap Yuri yang sedang makan dengan lahap.
"Ayo makan lah, jangan menatap ku seperti itu."Ucap Yuri tersenyum sambil mengunyah makanan nya.
"Makan saja,aku tidak terbiasa makan makanan seperti itu."Jelas Haikal.
Namun siapa sangka Yuri menunggu waktu yang tepat di saat Haikal sedang menguap dan memasukan makanan ke dalam mulut Haikal.
Haikal membelalak kan mata nya sambil mengunyah makanan yang di suapi Yuri ke dalam mulutnya.
"Bagaimana? Enak kan?"Tanya Yuri menatap Haikal dengan tatapan lucu nya.
"Tidak, biasa saja."Jawab Haikal.
Namun dia terlihat sangat menikmati makanan tersebut.
"Yahh, percuma, yasudah lah."Jawab Yuri yang kembali makan.
"Berikan itu pada ku."Pinta Haikal merampas makanan yang hendak Yuri masukkan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Hey itu suapan terakhir!"Marah Yuri hendak merebut kembali makanan itu namun sudah di masukkan Haikal ke dalam mulutnya.
Namun Haikal dengan santai dan terlihat sangat menikmati makanan tersebut.
"Sudah ya, ini miliku, jangan makan lagi."Ucap Yuri mencoba mengamankan makan nya yang lain.
Tapi apa boleh buat, Haikal tetap saja memakan makanan yang ada di dekat Yuri bahkan di tangan Yuri.
"Ini sangat enak, aku tidak pernah menikmati makan laut seenak ini."Ucap Haikal kepada Yuri.
"Barusan dia yang bilang tidak enak tapi dia yang menghabiskan makanan ku."Batin Yuri menatap kesal Haikal.
"Pak, dia yang bayar."Ucap Yuri berdiri dari duduknya dan berjalan meningal kan Haikal.
"Hey, tunggu!"Ucap Haikal berdiri dan ingin mengejar Yuri.
"Tuan, makanan nya belum di bayar."Ucap si penjual menggadang Haikal yang ingin berjalan pergi.
Tampa basa-basi lagi Haikal pun membayar makanan tersebut dan menghampiri Yuri yang sudah menunggu di dekat mobil.
"Kau memakan makanan ku dan menghabiskan nya!"Marah Yuri.
"Hanya makan saja."Bisik Haikal sedikit malu dengan perbuatan nya yang sok sombong tidak mau makan tapi dia sendiri yang menghabiskan makan Yuri.
"Sudah lah, aku lelah ayo kembali ke hotel."Ucap Yuri yang seperti nya sangat marah dan terlihat ngambek.
Saat itu lah Haikal terlihat bingung dan tidak tau bagaimana cara membuat Yuri tidak marah lagi.
Namun tampa sepengetahuan Haikal Yuri sangat senang dengan wajah bingung Haikal yang terlihat seperti anak kecil di marahi mama nya.
Seperti nya mereka memiliki sifat Bocil masing-masing ya manteman.
next
__ADS_1
"Si galak dan si dingin ini ternyata memiliki sifat yang seperti anak-anak juga ya."Batin Yuri.
"Mengapa kau menatap ku seperti itu?"Tanya Haikal kepada Yuri.
"Tidak, aku tidak menatap mu."Ucap Yuri yang kemudian memilih untuk masuk ke dalam mobil.
"Hey, badan mu banyak pasir nya!"Kesal Haikal.
"Tidak ada waktu lagi membersikan ini, kau juga berpasir tuan Haikal!"Celetuk Yuri dari dalam mobil.
Menyadari dirinya yang juga banyak pasir di badan, Haikal pun terdiam dan akhirnya memilih masuk juga ke dalam mobil.
Di perjalanan, suasana menjadi hening, antara Yuri dan Haikal, tidak ada seorang pun yang ingin angkat bicara.
"Ternyata kau suka pantai?"Tanya Haikal memecahkan suasana hening dalam mobil.
"Aku, aku sangat menyukai pantai."Ucap Yuri lagi.
Namun Haikal tidak lagi mengatakan apapun dia kembali fokus mengemudi.
Selama di pantai Haikal benar-benar melihat kebahagiaan di mata Yuri, dia tidak tau bagaimana kehidupan wanita itu sebelum nya sehingga membuat dia selalu diam di hari-hari sebelumnya.
Sementara itu Yuri, dia merasa saat di pantai semua rasa sedih dan lelah nya hilang, segenap melupakan masalah hidup nya yang begitu rumit.
Sepuluh menit pun berlalu, mereka pun telah tiba di hotel dengan pakaian lembab dan sedikit berpasir.
Setelah menaiki lift beberapa menit, mereka pun akhirnya tiba di lantai *** tempat kamar mereka.
"Huh, sangat lelah."Ucap Yuri sambil mengambil handuk nya.
"Cepat mandi, setelah itu aku."Ucap Haikal lagi.
"Hm."Jawab Yuri.
__ADS_1
Yuri pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang saat itu banyak pasir dan bau air pantai.
Bersambung ....