
"Selamat malam para tamu yang terhormat dan juga kelima calon designer hebat, maaf ada sedikit kendala sehingga acara nya agak lambat di mulai."Ucap sang MC dengan basa basi nya.
Suasana begitu Ramai,yang terdengar hanya suara tepuk tangan dan sahutan selamat malam juga dari para tamu untuk sang MC.
"Karena malam semakin larut, saya tidak akan banyak basa-basi lagi, saya hanya ingin mengatakan kepada seluruh peserta dan juga para model untuk bersiap-siap karena sebentar lagi, acara nya akan di mulai."Ucap sang MC.
Mendengar ini, sontak Yuri kembali khawatir dan gugup, dia tidak yakin dress sederhana kolaborasi antara desain mam Haikal dan dirinya akan memanag di lomba itu.
Namun tiba-tiba saja ponsel Haikal berdering, menandakan ada sebuah panggilan masuk.
Haikal pun berjalan sedikit menjauh dari keramaian itu dan mengangkat telpon nya.
Call on.
"Hallo,tuan Haikal."Ucap seseorang di sebrang telpon.
"Iya, bagaimana? Apa semua lancar?"Tanya Haikal kepada orang yang ada di sebrang telpon tersebut.
"Tuan, ini saya asisten nya nona xxx kami benar-benar minta maaf yang sebenar-benarnya, kerena nona xxx tidak bisa menjadi model tuan hari ini, di karena kan ada sedikit kecelakaan sehingga membuat kaki nya terkilir."Ucap asisten dari model yang sudah di bayar okeh Haikal untuk menjadi model dres nya Yuri.
"Astaga,benar kah? Apa yang harus aku lakukan?"Ucap Haikal panik.
Namun tiba-tiba telepon itu pun mati secara sepihak.
Call of
__ADS_1
"Sayang,ada apa? Lima menit lagi acara nya sudah mulai."Tutur Yuri yang melihat Haikal dengan wajah panik nya menghampiri Yuri.
"Yuri, ini gawat, model yang ku sewa tiba-tiba berhalangan dan tidak bisa datang, sekarang kita harus bagaimana?"Tanya Haikal yang membuat Yuri dan yang lain nya sontak kaget.
"Apa? Bagaimana bisa."Kaget Turi.
"Ya, dan jika mencari model lain sekarang sudah tidak punya banyak waktu!"Ucap Haikal mengacak-acak rambut nya furstasi.
"Astaga,ini benar-benar musibah, sekarang aku harus bagaimana?"Batin Yuri.
"Nyonya, bagaimana aku saja?"Tawar Abel yang maju menghadap Yuri.
Seketika semua mata menatap ke arah Abel.
"Apa kau bisa?"Tanya Yuri mengamati bentuk tubuh Abel yang tinggi dan kurus tidak kalah seperti seorang model kelas atas meskipun dia hanya anak kepala pelayan di mansion.
"Baik lah Abel, kita tidak punya pilihan lain, sekarang ayo ikut aku!"Ucap Yuri memegang tangan Abel dan membawa nya ke kamar ganti khusus peserta lomba.
Sementara Haikal, papa Hendra dan juga Oma juga khawatir apakah Abel akan bisa menyaingi model-model lain sedang kan dia tidak tau bagaimana caranya berjalan seperti model.
Lima menit pun berlalu.
Yuri berjalan dengan wajah tegang nya, menghampiri Haikal.
"Di mana Abel?"Tanya Haikal.
__ADS_1
"Lihat saja sebentar lagi."Ucap Yuri dengan wajah yang terlihat sedikit lega.
MC pun kembali naik ke panggung dan mengatakan beberapa patah kata untuk memulai acara lomba itu.
"Baik lah, waktu bersiap-siap sudah selesai, dan sekarang ini lah, saat-saat yang di tunggu oleh para penonton dan peserta lomba kita, lomba designer di resmi di mulai!"Ucap sang MC dengan suara lantang dan buru-buru turun dari panggung.
Satu persatu dari model yang di bayar oleh empat desainer itu pun muncul dengan wajah cantik,jalan yang lembut dan juga dress yang begitu mewah dan sangat elegan, suara tepuk tangan semakin terdengar sangat kuat di dalam sana.
"Tenang lah, kau akan berhasil."Ucap Haikal yang menyadari sang istri yang saat itu sedang gugup dan khawatir.
Keempat model telah selesai memperagakan busana di atas panggung itu, dan kini tinggal lah yang ke lima, ya itu Abel.
Terlihat Abel yang berjalan pelan dengan lengang-lengok yang cukup sempurna, baju yang di pakai nya juga sangat lah cocok serta wajah cantik nya yang mampu membuat para juri berdiri dan bertepuk tangan.
Sungguh ini tidak pernah di bayangkan oleh Abel, dia bisa memiliki kesempatan sebesar ini untuk memakai baju yang di desain oleh majikannya ya itu Yuri.
Setelah beberapa menit, Abel pun turut dari panggung, akhirnya dia bisa membantu Yuri di saat-saat seperti ini, Yuri yang melihat itu pun merasa bangga dengan Abel.
Setelah satu jam menunggu para juri berdiskusi, akhirnya hal yang paling di tunggu pun akan di mulai.
Seperti tadi, MC pun kembali naik ke atas panggung, tentu nya dengan kelima model.
"Wah-wah, sulit sekali bagi para juri untuk memutuskan siapa yang akan menang dalam perlombaan ini, tapi ya bagaimana pun tentu harus ada pemenang nya ya, meskipun semuanya bagus pasti ada yang paling bagus."Basa basi si mc.
"huh."Leguh Yuri mulai berkeringat dingin.
__ADS_1
Sementara Haikal masih mengengam erat tangan nya.
Bersambung ....