
"Kau? Yuri kau tidak marah pada ku?"Ucap Haikal memegang kedua pundak Yuri.
"Mas, aku sudah tau semuanya sejak lama, sejak satu bulan lalu."Ucap Yuri dengan air mata yang mengalir semakin deras.
"Maksud mu? Tau dari satu bulan lalu?"Tanya Haikal tak habis fikir.
"Ya, hanya saja aku ingin kau sendiri yang jujur kepada ku dan mengatakan itu dengan semua keberanian.
"Tapi, sayang maaf kan aku, dari mana kau tau?"Tanya Haikal tak habis fikir.
Yuri pun menceritakan bagaimana dia sering memergoki Haikal datang ke pemakaman sang ayah beberapa kali dalam bulan ini, Haikal juga membersihkan makam itu dan sering berdoa, tidak hanya itu Yuri sering mendengar Haikal meminta maaf sambil mencium batu nisan ayah nya Yuri.
Dari sini lah hati Yuri luluh, dan menyadari tidak ada gunanya berendam apalagi saat itu Haikal juga tidak sengaja dan sekarang Haikal adalah suami nya orang yang akan menggantikan ayah nya untuk menjaga dirinya selama nya dan sepenuh hati, pengorbanan Haikal yang begitu besar tidak bisa membuat Yuri membencinya.
Sontak saja mendengar hal itu Haikal kembali menarik Yuri ke dalam pelukan nya dan menangis sejadi-jadinya,dia benar-benar merasa bersalah namun ternyata istri nya itu bukan hanya seorang istri melainkan seorang bidadari yang sengaja di kirim Tuhan untuk melengkapi segala kekurangan dalam hidup nya.
"Sudah lah mas, jangan menagis di sini,ayah butuh berita yang membuat nya bahagia bukan malah seperti ini."Ucapan Yuri sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya.
"Apa itu?"Tanya Haikal penasaran.
"Ayo, buka saja, ayah juga pasti sangat ingin melihat nya."Tutur Yuri dengan senyum manis nya.
Haikal pun mengambil benda yang di berikan Yuri dan membuka nya. Seketika tangan Haikal gemetar saat melihat hasil testpack yang menujukkan dua garis merah.
"I-ini, ini benar?"Tutur Haikal dengan tangan gemetar memegang testpack tersebut.
__ADS_1
Yuri pun menjawab nya dengan anggukan.Sontak Haikal berdiri dari duduknya dan melompat-lompat kegirangan sambil memegang hasil tes kehamilan tersebut.
"Astaga, ayah, lihat lah menantu ku, seperti anak kecil saja."Ucap Yuri sambil memegang batu nisan sang ayah.
"Sayang, ayo pulang,apa kau tidak ingin mengatakan kabar baik ini kepada Oma dan yang lain nya?"Tanya Yuri yang kemudian menghampiri Haikal.
"Tentu saja Sayang tapi sebelumnya terima kasih untuk dirimu, terima kasih untuk ayah yang sudah memiliki putri seperti seorang bidadari."Tutur Haikal dengan penuh kasihan sayang terhadap Yuri.
Setelah beberapa menit mereka pun keluar dari TPU dan kembali masuk ke dalam mobil, Haikal yang sudah mengetahui istri nya sedang hamil membawa mobil dengan sangat pelan.
Sehingga mereka tiba di mansion di malam hari.
"Hati-hati!"Ucap Haikal sambil memegang tangan Yuri.
"Astaga, aku hanya turun dari mobil."Ucap Yuri kaget.
Sementara itu papa Hendra dan oma yang sedang menonton televisi di ruang tengah pun sedikit bingung dengan dengan Haikal yang memegang tangan Yuri di sepanjang jalan masuk ke dalam mansion.
"Ma, mereka kenapa?"Tanya papa Hendra kepada Oma.
"Aku juga tidak tau."Jawab Oma.
Sementara itu Haikal membantu Yuri untuk duduk di sofa dekat sebelah Oma dengan hati-hati.
"Hey, anak nakal, ada apa?"Tanya papa nya kepada Haikal.
__ADS_1
"Heem, pa, Oma, mulai sekarang bantu aku mengawasi Yuri, agar dia tidak melakukan pekerjaan apapun."Ucap Haikal dengan wajah tegas nya.
"Maksud mu?"Tanya papa Hendra dan Oma secara bersamaan.
Haikal pun mendekati Oma dan papa nya dengan sangat lucu, ia mengeluarkan sesuatu dari saku baju nya dan memberikan kepada Oma.
"Astaga!"Ucap Oma membelalak kan mata nya.
"Ini benar?"Tanya papa Hendra tak kalah kagetnya.
Semua mata tertuju ke arah Yuri yang duduk diam dengan senyum tipis yang cukup manis.
Yuri meganguk pelan dan setelah itu suasana mansion kembali hiruk pikuk sampai semua maid berkumpul di ruang tengah karena kaget.
Haikal berpelukan dengan papa nya dengan sangat bahagia.
Sementara Oma memeluk Yuri, dia tidak menyangka jika dia masih bisa mempunyai cicit dari cucu kesayangan nya.
"Haikal mulai sekarang kau harus, eh maksud ku kita sama-sama menjaga Yuri."Ucap papa Hendra yang sangking bahagia nya sampai sulit untuk menyesuaikan kalimat.
"Yuri kau sekarang harus lebih mendengar kan Oma ya, jangan banyak makan pedas dan lain-lain."Bawel Oma.
"Selamat ya nyonya muda."Ucap para maid dengan tepuk tangan yang cukup membuat isi mansion menjadi ramai akan suka cita para penguni masion.
Sungguh ini kebahagiaan yang luar biasa bagi keluarga Hendra, mengetahui kehamilan Yuri adalah hal paling di tunggu-tunggu oleh Oma dan papa Hendra serta seisi Mansion.
__ADS_1
Tamat.