Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 40


__ADS_3

Malam itu pun berlalu dengan begitu cepat.


Keesokan harinya.


"Aaaaaa!"Jerit mama Rania saat menyadari dirinya yang tidak mengunakan sehelai benang pun dan hanya di tutupi oleh selimut.


Jantung nya berdegup kencang, ia melihat sekeliling kamar itu, yang tidak dia kenali, kamar itu bukan lah kamar nya.


"Di mana aku? Apa yang terjadi dengan ku?"Batin mama Rania kebingungan dengan air mata yang sudah bercucuran.


Di kamar itu hanya ada dirinya sendiri, tidak ada tanda-tanda dia tidur dengan seorang laki-laki.


Menyadari dia yang sedang sendirian, mama Rania pun bangun dan berdiri di depan sebuah cermin dengan mengengam erat selimut yang menutupi tubuh nya.


Terlihat begitu banyak bekas merah kebiruan di beberapa bagian tubuh nya.


"Aku, aku ... aku telah di nodai."gumam mama Rania dengan wajah pucat dan bibir bergetar.


Menyadari dirinya yang sudah di tiduri seseorang, mama Rania pun tak bisa menahan tangisnya, dia menangis berjam-jam di dalam hotel tersebut sampai akhirnya mengingat sesuatu.


"Mas xx, dia, ya pasti dia yang sudah melakukan ini pada ku! Laki-laki sialan! Aku harus cepat."Ucap mama Rania yang kemudian bergegas mengenakan pakaian nya.


Dengan mata yang sedikit bengkak dan sembab, mama Rania meningal kan hotel tersebut.


Setelah beberapa hari mencari keberadaan tuan xx, Mama Rania tidak kunjung menemukan laki-laki itu, bahkan di kantor pun sudah tidak ada, dengar-dengar laki-laki itu sudah mengundurkan diri dengan alasan yang tidak pasti.


Hal ini tentu saja membuat mama Rania gelisah dan takut jika hal yang tidak di inginkan terjadi.

__ADS_1


Benar saja, beberapa bulan kemudian, mama Rania pun fositif hamil, dia benar-benar kebingungan dengan situasi sekarang, karena dia hamil tampa seorang suami di sisi nya.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku akan kehilangan pekerjaan ku, dan aku pasti akan menjadi gelandangan."Batin mama Rania saat berjalan menuju ruang kerja nya.


Akan tetapi, hal yang tidak pernah mama Rania bayangkan pun terjadi di hari itu juga, hal yang melepaskan dirinya dari segala kekhawatiran dan penderitaan yang sudah dia bayangkan.


"Surprise!"Ucap para karyawan dengan begitu banyak bungga di dalam ruang kerja mama Rania.


"Astaga!"Kaget mama Rania saat masuk ruangan tersebut.


"Raina selamat ya!"Ucap para teman-teman sekantor mama Rania.


"Iya, tap,tapi selamat untuk apa?"Tanya mama Rania pada saat itu benar-benar kebingungan.


Tapi tiba-tiba papa Hendra datang dengan membawa sebuah buket bunga dan kotak cincin di tangan nya.


"Rania, hari ini, aku meminta beberapa karyawan yang dekat dengan mu, untuk membantu ku mengungkapkan semua yang sudah aku pendam selama ini, dan hari ini aku ingin mengeluarkan semua keberanian ku, untuk melamar mu, mau kah kau jadi istri ku?"Ucap papa Hendra.


Mama Rania membelalakkan mata nya, dia tidak menyangka jika boss/CEO perusahaan nya menyukai dirinya.


"Tapi, pak, mengapa tiba-tiba bapak melamar saya?"Tanya Rania.


"Sudah lah Rania, kau tidak tau, betapa tuan Hendra menyukai mu selama ini, terima saja."Ucap teman nya yang saat ini berdiri di belakang mama Rania untuk menunggu jawaban nya.


Sejenak mama Rania terdiam, dia sama sekali tidak menyukai papa Hendra, namun hati kecil nya mengatakan, jika ini adalah kesempatan besar bagi nya, untuk membebaskan dirinya dari kesulitan mendatang, apalagi Hendra adalah orang yang begitu kaya,batin nya.


"Bagaimana Rania?"Tanya papa Hendra lagi.

__ADS_1


"I-Iya, iya aku mau."Jawab mama Rania yang akhirnya menerima lamaran papa Hendra.


Setelah hari itu, mereka pun menikah, namun secara diam-diam, karena pernikahan antara mama Rania dan papa Hendra tidak di setujui oleh Haikal yang saat itu masih berusia Lima/enam tahun, karena Haikal yang tidak setuju dengan pernikahan papa nya maka papa Hendra pun memilih pergi ke kota (L) Untuk membawa istri nya dan menitipkan Haikal kepada Oma.


Sejak itu lah hubungan antara Haikal dan papa nya tidak pernah baik-baik saja.


Flashback off.


"Tidak mungkin, mengapa Gavin bisa tau jika die bukan anak kandung nya mas Hendra?"Batin mama Rania hampir gila dengan perkataan Gavin barusan.


Namun baru saja ia hendak pergi ke kamar Gavin, terlapon rumah pun tiba-tiba berdering.


Mama Rania pun memutar balik langkah nya dan mengambil telpon tersebut.


Call on


"Hallo."Ucap mam Rania sambil menempelkan telpon tersebut ke telinga nya.


"Iya halo, apa ini dengan keluarga pak Hendra?"Tanya seseorang di sebelah sana.


"I,iya, saya istrinya, ini dengan siapa ya?"Tanya mama Rania lagi.


"Saya dari pihak kepolisian, ingin memberikan kabar bahwa tuan Hendra mengalami kecelakaan dan sekarang sedang di rawat di RS xxx."Jelas polisi tersebut.


Deg ... jantung mama Rania seakan ingin berhenti berdetak, dan seluruh tubuh nya menjadi lemah mendengar kabar tersebut.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2