Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 69


__ADS_3

Yuri terdiam dan tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti ini dari Haikal,dia bahkan sempat berfikir Haikal akan marah besar dan furstasi karena Nisa yang menduakan nya.


"Ya sudah, jangan pikir kan soal ini lagi sekarang ayo pulang ke mansion dan istirahat,kita akan menyelesaikan masalah ini bersama."Ucap Yuri memegang pipi Haikal dengan senyum lembut nya.


"Ini tidak akan selesai, apa kau tidak marah dengan ku? Kau tidak berniat untuk pergi dari ku? Kau calon designer terkenal, mengapa harus bertahan dengan aku yang kondisinya seperti ini?"Tanya Haikal lagi.


"Apa yang kau pikirkan, apa kau tidak mencintai aku? Kau meminta ku meningal kan mu di saat kau seperti ini? Apa bagi mu aku adalah orang yang sangat kejam?"Tanya Yuri panjang lebar.


Bukan nya menjawab, Haikal malah menarik Yuri ke dalam pelukan nya.


"Aku mencintaimu,aku juga mencintaimu, tapi aku tidak akan bisa mencukupi kebutuhan mu lagi,aku hanya akan menjadi beban hidup mu."Ucap Haikal memeluk Yuri dengan begitu erat.


"Apa kau kau katakan, tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan, semua yang mereka katakan belum tentu benar, dan kau tidak seharusnya melepaskan apa yang harus menjadi hak mu, perusahaan itu kau yang mengelola nya dengan susah payah, dan aku tau betul bagaimana papa Hendra sangat menyayangi mu, kau tidak boleh menyerahkan sebelum ada bukti yang kuat!"Ucap Yuri pintar.


"Aku sudah melakukan segala cara, aku juga sudah menyelidiki nya beberapa hari, tapi aku tidak menemukan satu bukti pun."Ucap Haikal melepas pelukannya dan menatap Yuri dengan tatapan cemas.


"Apa Oma tau hal ini?"Tanya Yuri lagi.


"Tidak, jangan sayang, jika Oma tau Oma akan drop kembali, karena Oma baru saja pulih."Cegah Haikal agar Yuri tidak mengatakan hal itu kepada Oma.


"Tapi jika Oma tidak tau,ini akan semakin bahaya, Oma akan berfikir kita tidak membutuhkan nya dan jika Oma tau siapa tau Oma bisa membantu kita mencari jalan keluar nya, ayo lah percaya padaku."Ucap Yuri memegang tangan Haikal.

__ADS_1


"HM, baik lah, aku percaya kan semua nya kepada mu, kita pulang sekarang?"Tanya Haikal kepada Yuri.


Yuri pun menjawab itu dengan anggukan kecil.


Mereka pun menyalakan mesin mobil dan kemudian melaju kembali pulang ke mansion.


Lagi-lagi Yuri membuat Haikal berhasil melewati satu masalah nya dengan Nisa yang sudah berselingkuh,jika tidak begitu bagaimana bisa seorang Haikal bisa jatuh cinta kepada nya.


Tidak membutuhkan waktu yang begitu lama, mereka pun akhirnya tiba di mansion.


Haikal membuka kan pintu mobil untuk Yuri dan mempersilahkan nya turun.


"Terima kasih."Ucap Yuri dengan senyum termanis yang mampu membuat Haikal semakin tergila-gila kepada nya.


"Kalian sudah pulang?"Tegur Oma saat melihat Yuri dan Haikal mendekati nya.


"Oma, mengapa Oma tidak tidur? Ini sudah sangat larut."Ucap Yuri menghampiri Oma.


"Oma menunggu mu, kau berlari meninggalkan Oma karena melihat Haikal pergi, Oma sangat khawatir kepada mu."Tutur Oma sambil mengelus rambut Yuri.


"Berlari? Maksud Oma?"Tanya Haikal kepada oma.

__ADS_1


"ya, dia berlari mengikuti mu,saat kau pergi meninggalkan mansion, dan aku tidak sempat mencegah nya, Haikal Oma sangat kecewa kepada mu."Ucap Oma lagi.


"Kecewa? Oma maksud Oma?"Lagi-lagi Haikal tidak tau dengan apa yang di maksud oleh Oma.


"Kau bertemu Nisa kan? Benar kan? Haikal, Oma tidak kuat lagi dengan sandiwara kalian itu, Oma tau Hana itu adalah Nisa."Ucap Oma blak-blakan.


Sontak Yuri dan Haikal kaget dan saling pandang ketika mendengar kan ucapan Oma barusan.


"Oma, da-dari mana Oma tau semua ini?"Ucap Yuri memegang tangan Oma Sandra.


"Oma tau semua nya, jangan kau pikir Oma tidak mengenali wajah Nisa, meskipun baru satu kali bertemu."Ucap Oma Sandra lagi.


"Ja-jadi Oma tau semua nya dan Oma juga mengenalinya?"Ucap Haikal kaget.


"Ya, dan Oma terpaksa mengikuti sandiwara kalian, karena Oma sangat suka dengan Yuri, jika Oma membuka rahasia itu kemarin, mungkin sekarang Oma tidak bisa melihat Yuri lagi."Ucap Oma sambil menitikkan air matanya.


Seketika Yuri dan Haikal pun merasa sangat bersalah terhadap Oma, karena mereka sudah membohongi Oma yang sebenarnya tau semuanya.


"Maaf, maaf kan aku Oma, semua ini adalah perbuatan ku,tapi sekarang semua itu berbeda, aku benar-benar mencintai Yuri,Oma Mohon percaya lah kepada ku, aku sudah memutuskan hubungan ku dengan Nisa, karena aku tau Yuri adalah wanita terbaik untuk ku."Ucap Haikal berlutut di hadapan oma nya.


Oma terdiam mendengar ucapan Haikal barusan, rasanya ingin sekali Oma memukul cucu nya yang nakal itu,tapi dia juga menyayangi Haikal.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2