
"Ayah, jawab aku, mengapa ayah diam? Ayah pasti tau sesuatu kan?"Tanya Abel memaksa sang ayah untuk jujur.
"Abel, ini sangat berbahaya, kau tidak boleh tau ini."Jelas sang ayah.
"Aku tidak peduli, ayah nyonya muda sangat lah baik, aku pikir Hana itu adalah selingkuhan tuan muda, apa ayah tidak ingin membantu nyonya muda Yuri?"Ucap Abel dengan segala kemampuan nya memaksa sang ayah.
"Baik lah, kau ingin tau kan? Tapi berjanji lah jangan mengatakan ini kepada orang lain, dan kau juga tidak boleh ikut campur dalam urusan keluarga ini, jika tidak, kita akan mendapatkan masalah."Jelas pak Iwan wanti-wanti kepada anak nya.
"Baik lah ayah, aku berjanji."Ucap Abel dengan serius.
"Wanita yang bernama Hana itu, dia adalah Nisa, kekasih tuan muda Haikal, yang tidak direstui oleh Oma dan papa nya tuan muda."Ucap pak Iwan dengan suara yang kecil.
Sontak perkataan itu membuat Abel kaget sampai membekap mulutnya.
Kerumitan ini tidak pernah di bayangkan oleh Abel sebelum nya.
"Maksud ayah? Dia di sini menyamar sebagai kakak nya nyonya, untuk mendekati tuan muda?"Ucap Abel lagi.
"Bukan begitu, jika dia menyamar mengapa harus menjadi kakak nya nyonya? Coba kau pikir baik-baik."Ucap sang ayah kepada putri nya.
Abel terdiam, beberapa menit kemudian dia pun kembali angkat bicara.
"Apa mungkin nyonya muda itu hanya istri penganti untuk tuan muda, agar tuan muda bisa membawa wanita itu ke sini dengan leluasa?"Ucap Abel.
__ADS_1
"Kau pintar."Jawab ayah nya.
"Astaga ayah, kasihan sekali nyonya, pantas saja dia tidak suka banyak bicara dan terlihat agak murung."Ucap Abel.
"Sudah lah, kau jangan terlalu banyak ikut campur, ingat Abel, Kuta di sini bekerja nak, ingat pesan ayah, kita tidak boleh ikut campur."Ucap sang ayah khawatir karena Abel orang nya suka blak-blakan.
"Hmm, tapi ayah ... "Ucap Abel menundukkan kepalanya.
"Hmm, ayah tau kau sangat peduli dengan orang baik seperti Yuri, tapi kita bukan lah orang yang pantas untuk ikut campur urusan keluarga mereka, kita kan hanya pelayan."Nasehat pak Iwan.
"Huh, baik lah ayah, aku mengerti, sekarang ayo kita masuk."Ucap Abel kepada ayah nya.
Mereka pun berjalan masuk ke dalam Mansion.
"Aku harus menyingkirkan mereka berdua, mereka seperti nya tau banyak soal aku, ini tidak boleh di biar kan, enak saja mereka mengasihani Yuri di bandingkan aku."Batin Nisa dengan tatapan sinis nya.
Ya ternyata tadi Nisa melihat pak Iwan dan Abel ke belakang Mansion dan ia yang curiga pun mengikuti dan menguping pembicaraan mereka.
"Selama mereka diam aku tidak akan melakukan apa-apa,tapi jika mereka melakukan sesuatu aku terpaksa harus mencari cara agar mereka berdua di pecat."Batin Nisa.
Sementara itu di sisi lain.
"Sudah sore, bagaimana sekarang kita pulang?"Tanya Haikal kepada Yuri.
__ADS_1
"Hmm, ayo!"Ucap Yuri berdiri dari duduknya.
Entah kenapa keduanya saling merasa deg degan saat bersama, apakah ini buih-buih cinta yang mulai tumbuh? atau sebaliknya.
Karena hari sudah semakin sore, Haikal dan Yuri pun kembali ke mansion, dengan perasaan yang sudah tenang karena saling melepas kan masalah satu sama lain.
Sementara itu Nisa terlihat sedang menunggu Haikal di pintu mansion.
"Aku masuk dulu."Ucap Yuri paham.
"Yuri ... "Ucap Haikal ingin menahan Yuri namun Nisa memegang pergelangan tangan nya.
"Dari mana saja kalian? Kau berduaan dengan nya? Kau meningal kan aku di mansion seharian dan membuat aku khawatir mencari mu!"Marah Nisa.
"Nisa, kami hanya pergi sebentar ke kebun buah-buahan, dia mengikuti aku karena berfikir aku akan bunuh diri, itu saja, aku lelah, ingin mandi Tolong biar kan aku istirahat."Ucap Haikal Hendak melangkah pergi.
"Oh, jadi kau lebih menghargai kepedulian dia dari pada aku?"Tanya Nisa lagi.
"Jangan egois, aku sedang banyak masalah, dan di saat aku sedih, kau di mana? Aku tidak menemukan mu tadi,aku pikir kau keluar jadi aku pergi ke kebun untuk menenangkan diri."Ucap Haikal yang kemudian melepaskan tangan Nisa dari pergelangan tangan nya dan berjalan masuk ke dalam Mansion.
Entah sejak kapan Haikal jadi dingin dan sedikit merasa jika Nisa terlalu egois, dia juga tidak merasa Nisa itu orang yang di cintai nya lagi karena di saat-saat keterpurukan nya Nisa malah menghilang entah kemana, kenyamanan yang dulu di rasakan Haikal kepada Nisa seperti nya sudah hilang lenyap seketika di saat Haikal mendapatkan perhatian yang tulus dari Yuri dan yang tak pernah dia dapat kan dari Nisa.
Bersambung ....
__ADS_1