Selembar Surat Kontrak

Selembar Surat Kontrak
Episode 71


__ADS_3

"kyaa! Oma! tolong aku!"Jerit Yuri sambil memukul-mukul dada bidang Haikal.


Namun Haikal tidak mempedulikan nya dan terus berjalan masuk ke dalam kamar.


Sementara itu di kamar Oma.


"Sudah aku duga, Rania akan melakukan hal bodoh ini, untuk mengambil semua hak cucu ku, dia pikir dia akan bisa melakukan trik konyol ini untuk menipu ku? Benar-benar wanita murahan! Lihat saja, aku tidak akan membiarkan kau menyakiti cucu dan cucu menantu ku."Ucap Oma sambil mengengam erat ponsel yang ada di tangan nya.


Sementara itu di kamar Haikal dan Yuri.


"Aishh, menyebalkan sekali!"Gerutu Yuri saat dirinya sudah ada di atas ranjang.


"Menyebalkan apa? Apa aku se menyebalkan itu?"Tanya Haikal ikut naik ke ranjang dan menarik Yuri ke pelukan nya.


"Lepas kan aku."Ucap nya dengan wajah manyun.


"Melepaskan mu? Tentu saja tidak."Jawab Haikal dengan smrik jahil nya.


"Jangan seperti itu, panas!"Ucap Yuri mencoba mendorong Haikal sedikit menjauh darinya.


Namun usaha yang di lakukan Yuri sia-sia, Haikal Malah semakin memperkuat pelukan nya.


"Mengapa kau bisa tiba di bar itu? Kau belum menjawab ku, kau ke sana naik apa?"Tanya Haikal menatap Yuri yang ada di dalam pelukan nya.


"Emm, itu, aku ... "Ucap Yuri mulai bercerita.


flashback on.

__ADS_1


"Mas Haikal mau kemana?"Batin Yuri bergegas berdiri dari duduknya dan berjalan cepat mengikuti Haikal.


Melihat Haikal yang hendak pergi dari mansion, Yuri pun mengikuti nya secara diam-diam, dan saat Haikal masuk ke dalam mobil, Yuri pun ikut masuk ke dalam bagasi mobil Haikal, yang sebelumnya lupa di tutup oleh sopir yang membawanya belanja tadi siang.


flashback off.


"Apa? Mengapa kau bisa masuk? Astaga apa badan mu merasa sakit saat aku membawa mobil dengan kecepatan tinggi?"Ucap Haikal khawatir sambil mengelus-elus pipi dan tangan Yuri.


"Ngapain sih begitu, menggelikan saja."Ketus Yuri yang terlihat masih marah.


"Kau marah kenapa?"Tanya Haikal kebingungan melihat rasa marah istri nya yang tidak reda.


"Mengapa membawa mobil dengan kecepatan tinggi hanya untuk menemui Nisa?"Tanya Yuri dengan wajah cemburu.


"Aku, aku pikir dia sedang sakit, taunya sedang selingkuh."Jelas Haikal jujur.


"Jadi karena khawatir?"Ucap Yuri yang kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Benar kah?"Tanya Yuri lagi.


"Apa kau ingin bukti?"Haikal malah balik bertanya dan mulai mengungkung Yuri di bawah tubuh nya.


"Eh-em, apa? Aku percaya, ya aku percaya, ayo sekarang kita tidur saja."Ucap Yuri gugup dan salah tingkah merasakan hembusan nafas Haikal yang sudah tidak normal.


"Mengapa harus tidur cepat-cepat?"bisik Haikal ke telinga Yuri, yang mampu membuat Yuri bergidik negeri.


"Aku, karena aku mengantuk."Jawab Yuri pelan.

__ADS_1


"Ck, jangan tidur dulu."Ucap Haikal yang kemudian menarik selimut besar itu sehingga menutupi tubuh mereka berdua dengan sepenuh nya.


Yang terlihat saat ini hanya kaki Yuri yang sedikit memberontak di ujung sana, serta suara ringisaan yang lembut keluar dari mulut Yuri.


Tidak peduli berapa keras nya Yuri memberontak Haikal tidak bisa mengampuni istri nya malam itu dan melakukan apa yang harus dia lakukan sebagai seorang laki-laki normal.


Setelah malam itu, hubungan Yuri dan Haikal semakin baik saja,dan tidak jarang mereka menujukkan kemesraan di dalam mansion itu.


Empat hari kemudian.


Pagi itu Yuri bangun lebih siang karena rasa lelah nya akibat aktivitas malam.


Melihat Haikal yang sudah tidak ada di samping nya, Yuri pun bergegas turun dari ranjang dan menuju kamar mandi.


"Kebiasaan, tidak membangun kan aku."Batin Yuri kesal.


Setelah selesai mandi, ia pun turun ke bawah untuk membuat sarapan untuk Haikal dan Oma, karena akhir-akhir ini Haikal dan Oma lebih suka makanan yang di buat kan oleh Yuri.


Namun alangkah kagetnya Yuri, karena melihat di bawah sudah ada dua orang asing dan satu lagi seorang laki-laki yang di kenal nya, serta ada Haikal dan juga Oma di sana.


"Mau apa kalian datang ke mansion ku?"Tanya Oma kepada mama Rania.


Ya, para tamu yang datang itu adalah mama Rania, Herman dan juga Gavin.


"Tentu saja mengambil apa yang seharusnya menjadi hak kami."Ucap mama Rania dengan berlagak.


"Haha, gak apa nya Rania? Jangan bermimpi di siang bolong!"Ucap Oma Sandra.

__ADS_1


Yuri pun akhirnya mengerti dengan apa yang terjadi, hal yang mereka tunggu selama empat hari ini sudah terjadi,dan sekarang Yuri masih berdiam diri di tangga sambil mengamati Haikal dan beberapa orang itu.


Bersambung ....


__ADS_2