
Kamu nggak bisa ya jadikan aku Ratumu? Kenapa? Padahal aku siap memjadikan kamu Raja yang berTahta walau tanpa Mahkota.
Tapi aku lupa, Raja itu punya banyak SELIR.
Kamu nggak bisa ya jadikan aku satu-satunya? Kenapa? Padahal aku siap mengabdikan seluruh hidupku untukmu walau itu sulit sekalipun. Tapi aku lupa, kalau kamu bukan hanya milikku lagi.
Sekarang aku harus tahu posisiku.
Sekarang aku tahu tempatku.
Sekarang aku tahu rumahku.
Semua sudah tidak sama lagi.
****
Vira masuk ke gedung perkantoran yang sangat besar. Tempat di mana dia berkarir. Vira berjalan dengan pelan. Malu karena harus kembali lagi secepatnya. Dia yang mengundurkan diri, tapi dia juga yang meminta kembali.
Saat Vira baru berjalan beberapa langkah di gedung itu terdengar suara seseorang memanggil namanya. Wanita itu membalikkan badan mencari asal suara.
"Mbak Vira kembali lagi?" tanya wanita yang bernama Dewi. Dia yang selalu membantu Vira bekerja.
Vira tersenyum mengetahui siapa yang menyapanya. Wanita itu berlari dan memeluknya. Vira dan Dewi memang sangat akrab. Mereka selalu saja sehati dalam bekerja.
__ADS_1
"Aku pikir tidak akan bisa lagi bekerja dengan Mbak Vira," ucap Dewi lagi.
"Siapa yang menggantikan posisiku saat ini?" tanya Vira. Dia penasaran juga siapa yang menggantikan posisi sebagai sekretaris atasannya.
Vira akan menerima di manapun dia ditempatkan nantinya, walaupun hanya sebagai karyawan bawahan saja.
"Mbak Vira mau tahu atau mau tahu banget?" Dewi bertanya dengan bercanda. Vira jadi tertawa mendengarnya.
Berdua mereka memasuki lift. Vira diminta langsung menuju ruangan Raka, sang bos. Di dalam Lift kembali Dewi membuka suara.
"Sejak Mbak Vira berhenti, Pak Raka seperti kurang semangat. Proyek aja cuma satu."
"Apa hubungannya denganku, Wi? Mungkin hanya kebetulan proyek hanya ada satu!"
Mendengar penuturan Dewi, Vira jadi terkejut. Hampir dua bulan dia berhenti bekerja. Raka tidak mencari seseorang untuk menggantikan posisinya. Apa benar yang Dewi katakan jika Raka lebih cocok bekerja dengannya.
Vira bekerja di perusahaan ini sejak lima tahun lalu. Saat masih gadis. Awalnya perusahaan dipimpin ayah Raka. Satu tahun bekerja posisi ayahnya digantikan Raka.
Pria itu mengangkat Vira jadi sekretarisnya. Vira juga akrab dengan istri Raka sebelum wanita itu meninggal dunia karena kanker rahim yang dideritanya.
Satu tahun lalu, istrinya meninggal. Sejak saat itu Raka menjadi makin tertutup kecuali pada Vira. Dengan wanita itu Raka bisa sangat terbuka. Mungkin karena hampir setiap hari selama empat tahun neraka selalu bersama.
Raka sangat royal pada Vira. Setiap memenangkan satu tender, pria itu selalu memberikan bonus yang besar.
__ADS_1
Sampai di lantai tiga Dewi dan Vira berpisah. Wanita itu langsung menuju ruang kerja Raka. Mengetuknya perlahan. Setelah terdengar suara Raka yang mempersilakan masuk, barulah Vira membuka pintu dan melangkah masuk.
"Selamat Pagi, Pak," ucap Vira dengan tersenyum.
Raka membalas sapaan Vira dengan tersenyum dan mempersilakan duduk. Vira duduk dihadapkan pria itu.
"Kamu telah siap bekerja hari ini?" tanya Raka dengan mimik datar seperti biasanya.
"Kapanpun Bapak menginginkan saya kerja, saya akan selalu siap," jawab Vira.
"Aku nggak mau meminta bekerja jika bukan dari keinginan kamu. Jika memang kamu belum siap hari ini, kamu bisa kembali kapanpun itu setelah kamu benar-benar siap. Karena sesuatu yang dipaksakan itu hasilnya tidak akan sempurna."
Ini yang membuat Vira betah bekerja dengan Raka. Dia selalu mengutamakan kenyamanan dalam bekerja. Tidak pernah memaksa. Walau orangnya sedikit dingin dan pendiam, tapi sebenarnya dia sangat hangat.
"Saya siap bekerja detik ini juga! Kalau boleh saya tahu, di bagian mana saya akan ditempatkan?"
"Tempatmu masih sama dengan yang dulu, kebetulan belum ada yang menempati," ujar Raka.
Walau Dewi telah mengatakan jika posisinya belum ada yang menggantikan, tapi mendengar langsung dari mulut atasannya itu, cukup membuat dia terkejut.
...****************...
Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.
__ADS_1