SENANDUNG KEIKHLASAN

SENANDUNG KEIKHLASAN
Bab 78. Kembali Ke Apartemen


__ADS_3

Tak terasa dua bulan sudah berlalu. Vira merasa sudah terlanjur nyaman di rumah itu, namun tetap saja dia tidak mau tinggal di sana lebih lama lagi karena tidak mau menjadi beban orang lain. Dia harus kembali ke apartemennya dan suatu saat akan kembali bekerja jika keadaan sudah memungkinkan.


Bayi mungil itu tumbuh dengan sehat. Vira memberi nama buat bayinya Leon Mathias Aryaka. Dengan nama panggilan Leon.


Jam tidur bayinya juga sudah teratur. Tidak lagi terbangun di tengah malam karena lapar atau karena buang air. Vira merasa senang karena tidak ada lagi orang yang harus ikut bangun tengah malam karena bayinya. Setidaknya sekarang dia sudah bisa tidur dengan bayinya pada malam hari tanpa merasa khawatir akan diganggu karena tangisan bayi itu di tengah malam.


"Kamu yakin akan pulang besok ke apartemenmu? Bukankah tidak salah apabila kamu tinggal lebih lama lagi di sini? Apa kamu sudah merasa sehat?" mama Raka bertanya pada Vira.


Ternyata bukan hanya Vira, mama Raka juga merasa tidak rela apabila Vira meninggalkan rumah itu begitu cepat. Padahal mama Raka merasa bahwa dia sudah sangat merasa nyaman bermain dengan bayi itu, seperti teringat masa muda dahulu di mana dia baru pertama kali memiliki anak. Dia juga ingin memberi banyak hal kepada Vira, entah itu barang atau juga dari segi pengalaman menjadi ibu. Bisa jadi itu sangat berharga bagi Vira.


"Ya, Ma. Aku tidak mungkin di sini terus. Aku juga harus bersiap untuk kembali bekerja lagi. Anakku sendiri juga harus mengenal apartemenku."


Mama Raka memasang wajah sedih dan kecewa. Tidak menyangka kalau Vira akan pulang secepat ini walaupun dia masih bisa mengunjungi Vira kapan pun dia mau. Namun, tetap saja jauh dan dekat adalah suatu hal yang sangat berpengaruh. Akan jauh lebih menyenangkan apabila Vira tetap tinggal di sini dan hidup bersama mereka.


"Padahal kami sungguh berharap kamu mau tinggal beberapa lama lagi di sini. Bagaimana nanti dengan pekerjaan rumahmu? Siapa yang akan membantumu kalau kamu hanya sendirian di apartemen itu? Bukankah akan sangat merepotkan? Kau juga harus memastikan keamanan bayimu. Usia dua bulan masih sangat rentan baginya, bagaimanapun dia tetap tidak bisa berteriak apabila merasakan sesuatu yang buruk di sekitarnya."


Dengan berbagai macam cara mama Raka berusaha untuk menghentikan Vira. Dia masih ingin membujuk perempuan itu agar tinggal lebih lama lagi bersama mereka, seminimal mungkin sebulan lagi. Dia masih belum siap untuk berpisah dari bayi itu.


"Itu bisa dipikirkan untuk saat ini. Yang paling penting aku sudah sangat sehat dan aku bisa menghandle semuanya sendiri. Aku tidak mungkin merepotkan mama terus. Lagi pula aku juga sangat rindu suasana di apartemen. Aku ada mempekerjakan satu orang buat membantuku, Ma."

__ADS_1


Mama Raka menghela napas. "Ternyata kamu masih saja berpikir kalau selama ini kamu membuat kami kerepotan. Sudahlah, hentikan pikiranmu itu. Mama senang melakukan semua itu. Makanya mama masih berharap kamu dan Leon tinggal di sini lebih lama lagi."


"Tetap saja, aku ingin kembali ke apartemen besok. Mama tidak perlu terlalu khawatir. Raka akan memastikan kalau aku baik-baik saja. Lagi pula apartemenku sangat dekat dengan apartemennya. Sangat mudah baginya untuk mengunjungiku apabila dibutuhkan."


Mama Raka akhirnya memilih untuk menyerah, dia tahu cara berpikir perempuan. Dia tidak mungkin memaksa Vira untuk tetap berada di rumahnya.


Lagi pula dia juga merasa lega kalau memang seandainya putranya itu memberi jaminan keamanan pada Vira, ketika Vira harus kembali ke apartemennya dan hanya tinggal berdua bersama anaknya yang baru berusia dua bulan. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya menyetujui keputusan dari Vira.


"Baiklah, kalau kamu butuh bantuan, jangan pernah ragu untuk menelepon Mama atau salah satu orang di rumah ini. Kami akan langsung mengunjungimu di sana."


Vira mengangguk. Setelah percakapan itu dan Mama Raka keluar dari kamarnya, dia pun mulai membereskan semua barangnya yang memang tidak terlalu banyak jadi tidak perlu memakan banyak waktu.


"Jadi menurutmu kapan aku harus kembali bekerja?" tanya Vira pada Raka ketika lelaki itu sedang menyapu kamar milik Vira. Beberapa saat yang lalu Raka juga sudah membuatkan susu untuk Vira. Susu yang diberikan oleh dokter.


Raka memang tidak mengizinkan asisten rumah tangga untuk masuk ke kamar Vira. Baginya itu ruang pribadi.


"Akan ada waktunya, namun yang pasti bukan sekarang. Anakmu masih membutuhkanmu. Ini juga masih terlalu cepat untuk kembali bekerja. Kanu tahu bahwa kondisimu sendiri belum terlalu baik. Mungkin kamu merasa sehat, tapi aku merasa khawatir apabila kamu harus kembali bekerja dalam keadaan seperti ini. Untuk saat ini lebih baik fokus saja kepada anakmu."


Vira hanya menurut. Sebenarnya sudah sejak dulu dia merindukan suasana kerja. Dia ingin kembali ke kantor dan berkutat dengan laptop maupun semua dokumen itu. Dia juga sangat rindu berbicara dengan beberapa temannya di kantor. Dia tidak pernah lagi mendatangi cafe untuk sekedar melepas penat.

__ADS_1


Namun, bukan berarti karena itu dia merasa sangat terbebani dengan keadaan yang sekarang. Justru dia merasa mendapatkan hadiah baru sebagai pelepas penatnya selain pergi ke cafe atau berbelanja. Cukup menatap wajah bayinya saja itu sudah membuatnya sangat bersyukur dan rasa lelahnya menguap begitu saja, seolah tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.


Seolah masalahnya hilang begitu saja. Dia tidak tahu keajaiban apa yang dimiliki oleh anaknya ini sehingga bisa membuatnya sangat bahagia hanya dengan cara menatap wajahnya.


"Baiklah, aku paham kenapa kamu menyuruhku agar tidak bekerja di saat seperti ini. Aku juga tidak tega meninggalkannya sendirian."


Raka menatap Vira setelah menatap lingkungan apartemen itu. Dia tahu bahwa Vira mungkin tidak sanggup memjaga bayinya seorang diri karena dua bulan ini selalu dibantu mamanya.


Vira butuh solusi yang lebih baik daripada ini. Sekalipun Raka sudah menganggap bahwa datang kemari adalah kewajibannya setelah bekerja, dia tetaplah tidak bisa membantu semua menjaga bayinya Vira seperti mamanya.


Karena ada saatnya dia sibuk dengan pekerjaan dan tidak bisa pulang cepat. Biar bagaimanapun mereka belum menikah. Jadi prioritas utama Raka saat ini belum berpindah pada Vira.


"Aku akan mencarikan perawat dan juga security untuk apartemenmu ini. Aku tidak mungkin membiarkanmu menjaga bayimu sendirian ketika malam tiba dan tanpa pengamanan apa pun. Kuharap kamu tidak membantah dan merasa merepotkan orang yang menjadi asistenmu itu."


"Semua terserah Mas saja," ucap Vira pasrah.


Vira hanya tersenyum kecil mendengar itu. Dia mengangguk karena merasa bahwa itu adalah ide yang bagus dan juga paling aman untuk dirinya saat ini. Dia butuh satu asisten saja untuk membantunya melakukan menjaga bayinya dan juga security untuk mengamankan apartemennya di malam hari.


...****************...

__ADS_1



__ADS_2