SENANDUNG KEIKHLASAN

SENANDUNG KEIKHLASAN
Bab 89. Kebahagiaan Vira


__ADS_3

Setelah dua hari di rumah sakit, Vira akhirnya telah diizinkan pulang ke rumah. Raka ingin ada seorang perawat membantu Vira menjaga bayinya. Namun, istrinya itu menolak. Dia bisa sendiri menjaga putrinya. Di rumah mereka juga sudah ada yang membantu memasak dan membersihkan rumah.


Sampai di kamar, Raka membantu Vira naik ke ranjang. Meletakan bayi mereka di samping Vira.


"Sayang, kamu yakin nggak perlu perawat buat membantu menjaga bayi kita. Nanti aku kerja kamu sendirian menjaganya?" tanya Raka lagi.


"Yakin, Mas. Aku pasti bisa menjaga sendiri. Aku tidak ingin melewati perkembangan anak kita, Mas. Kalau malam kamu juga bisa membantu menjaganya'kan, Mas?" tanya Vira.


"Tentu aja bisa, Sayang. Tapi kamu juga harus menjaga Leon. Saat ini dia sedang aktifnya," jawab Raka.


"Leon masih bisa dibantu bibi menjaganya. Dia anak baik, tidak rewel. Aku pasti bisa menjaga Leon dan adiknya."


"Terserah kamu aja, Sayang. Jika nanti akhirnya kamu butuh perawat, katakan saja. Oh ya, siapa nama putri kita, Sayang. Kamu yang akan memberinya nama, bukan?" tanya Raka.


"Aku udah mencari nama buat putri kita. Anindya Zahra Sakhi yang artinya wanita sempurna dan murah hati seperti putri Rasulullah SAW. Nama panggilan Anindya," ujar Vira.


"Bagus banget, Sayang. Aku suka!" ucap Raka. Setelah lama berbincang, Raka melihat ke samping istrinya.


Tampak Leon yang sedang bermain, pria itu lalu tidur disamping Leon, mengganggu putranya. Tapi Leon hanya tersenyum. Putra Vira dan Yudha itu sepertinya menurunkan sifat ibunya yang penyabar.



"Abang Leon, sabar banget jadi anak. Papi bahagia banget memiliki kamu dan Anindya," ucap Raka. Baginya Leon bukan hanya sekadar anak tiri. Dia menyayangi Leon seperti putra kandungnya.


Raka kemudian melihat putrinya yang tertidur dengan pulas, lalu mengganggunya. Di pegang dan di cium terus tangan mungil putrinya.



"Jangan di ganggu, Mas! Nanti menangis!" ucap Vira sedikit kesal melihat Raka yang terus saja mengganggu putri mereka.

__ADS_1


Raka terus saja mengganggu putrinya sampai akhirnya menangis. Vira yang kesal mencubit lengan Raka.


Anindya akhirnya digendong dan di peluk Vira. "Mas, jadi menangis'kan Anindya!" ucap Vira dengan cemberut.


"Gemas banget, lihat tangan mungilnya itu!" ucap Raka dengan cengegesan.


Vira lalu bersandar di kepala ranjang buat menyusui bayinya. Raka ikutan bersandar dan duduk di samping Vira dengan Leon dipangkuannya.


"Sayang, kalau kamu masih ada ASI nya berarti aku nggak boleh ya mengemutnya?" tanya Raka tiba-tiba dan sangat ngelantur.


"Ada sih ulama yang mengatakan boleh, ada yang mengatakan tidak boleh. Jadi menurut aku lebih baik jangan! Ini hanya untuk Anindya!"


"Berarti masih lama banget dong giliran Papi-nya!'


"Mas ... pikirannya mesum aja!"


Raka kembali tertawa melihat kekesalan istrinya itu. Dia mengecup pipi istrinya lama.


"Wangi wanita baru lahiran, enak banget."


"Jangan lama lama ciumnya, Mas," ucap Vira dan mendorong pelan wajah Raka agar menjauh.


"Kenapa nggak boleh sih mencium kamu?"


"Nanti pikiran Mas jadi mesum!"


"Pikiran kamu tuh yang mesum, aku juga tahu kamu baru habis lahiran. Nggak mungkin aku berpikiran mesum, aku sudah lihat bagaimana kamu berjuang ketika lahiran. Dan aku tahu sekarang mengapa istri yang baru lahiran ngga boleh melayani suami, agar istrinya bisa istirahat memulihkan kondisi tubuh dan juga rahimnya ,Sayang," ucap Raka dan mengacak rambut istrinya itu.


"Itu Papi tahukan? Jadi jangan minta macam macam hingga 40 hari."

__ADS_1


"Nggak lah, Sayang.Akan tetapi kalau minta cium masih bolehkan?" ucap Raka dan langsung mengecup bibir Vira. Leon yang berada dipangkuan Raka ikutan mencium Maminya.


"Mas, hati hati! Nanti kena baby-nya!"


Raka dan Vira terus saja becanda dengan Leon setelah Anindya ditidurkan. Kebahagiaan akhirnya dapat Vira rasakan setelah melalui banyak cobaan hidup.


Dalam hidup ini setiap kita pasti pernah merasa bahwa terkadang cobaan dan masalah kehidupan silih berganti menghampiri? Tanpa aba-aba, tanpa bertanya siap atau tidak, mereka selalu saja berhasil membuat kita bersedih dan berputus asa.


Kita semua mungkin percaya bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini โ€˜digilirkanโ€™ oleh Tuhan yang Maha Esa. Seperti siang dan malam yang akan tiba pada waktunya, seperti roda yang berputar kadang dibawah dan kadang diatas.


Tidak selamanya kita merasakan kesedihan, percayalah cepat atau lambat jika kita mampu bersabar maka hal itu akan indah pada waktunya.


Nikmati hujanmu maka pelangi impianmu akan datang. Jika ingin melihat pelangi yang indah, maka bersabarlah menanti redanya hujan, karena Pelangi tidak akan muncul tanpa hujan dan bintang tidak akan bersinar tanpa malam.


End


...****************...


Selamat Pagi Semuanya. Akhirnya cerita ini tamat. Terima kasih atas dukungan dari semua pembaca setia novel mama.


Mama mohon dukungannya juga untuk novel baru mama


1. GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI


2. MY POSSESSIVE BAD BOY


Akan ada bonus bonchap saat ada waktu senggang. Sekali lagi ucapan terima kasih buat semua pembaca mama. ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Sebelumnya bisa mampir juga ke novel teman mama dibawah ini.

__ADS_1



__ADS_2