SENANDUNG KEIKHLASAN

SENANDUNG KEIKHLASAN
Bab 62. Pertemuan Dengan Yudha


__ADS_3

Vira menghubungi Raka, meminta izin untuk keluar dari kantor. Dia ingin mengajak Yudha bicara di restoran terdekat dari perusahaan.


Dengan menggunakan mobil Yudha, Vira pergi ke restoran yang akan mereka tuju. Dari lantai atas tempat Raka berada, pria itu memandangi kepergian Vira. Melihat wanita itu masuk ke mobil mantan suaminya, ada rasa cemburu di hati Raka.


Hubungannya yang makin kian dekat dengan wanita itu, membuat Raka merasa takut jika Vira kembali lagi dengan mantan suaminya itu.


Orang tua Raka telah beberapa kali ingin mengenal Vira. Pria itu sering bercerita mengenai sekretarisnya itu. Termasuk tentang rumah tangganya.


Beruntung kedua orang tuanya tidak mempermasalahkan status Vira yang seorang janda. Asal sesuai dengan anaknya, mereka akan ikut merestui.


Sementara itu, Vira dan Yudha telah sampai di restoran yang terdekat dari kantornya wanita itu. Dengan segera Vira keluar dari mobil sebelum mantan suaminya membukakan pintu untuknya.


Berjalan tergesa, Vira masuk ke restoran diikuti Yudha. Dia memilih duduk di sudut agar tidak terganggu dengan pengunjung lainnya.


Setelah memesan minuman, Vira memulai obrolannya. Dia janji akan makan siang dengan Raka sehingga tidak memesan makanan.


"Katakan saja apa sebenarnya yang Mas inginkan. Aku tidak memiliki banyak waktu. Ada janji makan siang," ujar Vira.

__ADS_1


Yudha memandangi wajah Vira dengan seksama. Dia merasa sangat menyesal karena harus menduakan cintanya.


"Vira, maafkan aku karena pernah tidak percaya jika anak yang kamu kandung itu adalah darah dagingku."


"Terus ...?" tanya Vira lagi.


"Sekarang aku percaya dengan ucapanmu, jika anak yang kamu kandung itu adalah darah dagingku," ujar Yudha.


Mendengar ucapan Yudha, Vira tampak tertawa. Terdengar lucu. Dulu saat Vira datang dan mengatakan kebenaran itu, suami dan ibu mertuanya tidak percaya. Mereka bahkan mrnuduhnya berselingkuh dan tidur dengan pria lain.


Yudha tampak menarik napas berat, apa yang harus dirinya katakan. Berterus terang mengenai karma yang terjadi padanya, apakah nanti Vira tidak akan menertawakan dirinya.


"Aku yakin kamu tidak akan berbohong. Selama pernikahan kita, kamu tidak pernah melakukan hal aneh. Kamu juga tidak pernah dekat dengan pria lain, jadi sudah pasti anak yang kamu kandung itu darah dagingku," ujar Yudha.


"Apa kamu lupa jika pernah menyangkalnya dan menuduh aku melakukan dengan pria lain? Bagaimana kamu bisa yakin sekarang jika bayi dalam kandunganku ini anakmu? Bukankah seharusnya ada pembuktian berupa tes DNA? Bisa saja aku memang berbohong?" Banyak pertanyaan yang Bira lontarkan untuk pria itu.


Vira yakin ada sesuatu yang terjadi, mengapa pria ini tiba-tiba berubah pikiran. Vira bertanya dalam hatinya.

__ADS_1


"Aku tidak butuh DNA. Aku yakin sekali jika itu putraku," ucap Yudha.


"Jangan terlalu yakin, Mas. Kadang yang terlihat baik belum tentu baik dan yang terlihat buruk belum tentu buruk," ucap Vira.


Yudha kembali menarik napas dalam. Tidak tahu harus bagaimana. Apakah dia harus jujur? Terus terang pria itu berharap akan dapat menjalin hubungan lagi dengan Vira.


"Aku telah dapat karma karena pernah tidak percaya denganmu," ucap Yudha pelan.


Dahi Vira berkerut mendengar ucapan mantan suaminya itu. Karma apa yang sedang menimpa Yudha sehingga langsung berubah.


"Karma ...?" tanya Vira akhirnya.


"Weny ternyata selama ini membohongi aku. Saat menikah denganku, dia ternyata telah hamil. Anak yang ada dalam kandungannya itu bukan anakku. Namun, anak mantan kekasihnya. Ketika tahu mantan kekasihnya tidak bertanggung jawab, dia mulai mendekatiku," ucap Yudha pelan.


Tampak Vira tersenyum miring menanggapi ucapan mantan suaminya itu. Dia baru mengerti apa yang membuat Yudha berubah pikiran.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2