
...Jangan pernah menyesali sebuah peristiwa dalam hidupmu, termasuk dengan seseorang yang Tuhan hadirkan untukmu. Karena Tuhan tidak mungkin mempertemukan dua orang atau lebih tanpa alasan dan tujuan. Bisa jadi dia yang merubah hidupmu atau kamu yang merubah hidupnya. Tapi yang pasti setiap seseorang yang Tuhan hadirkan selalu memberikan kita pelajaran. Baik dia yang tetap tinggal atau ataupun ia yang hanya sekedar singgah....
Raka datang menghampiri Vira, ingin mengajaknya makan di meja yang sama. Pria itu kaget saat melihat siapa yang berdiri dengannya. Raka ingin mundur, karena takut kehadirannya mengganggu.
Saat Raka ingin melangkah menjauh, Vira melihatnya. Dia langsung memanggilnya.
"Pak ... mau kemana?" tanya Vira.
"Aku tadinya ingin mengajak kamu makan di sana. Tapi jika kamu masih ada yang diomongkan, selesaikan aja dulu," ucap Raka gugup.
"Sepertinya tidak ada lagi yang perlu kami omongkan. Antara kami juga tidak ada hubungan lagi. Sudah ada kehidupan masing-masing. Betulkan, Mas?" tanya Vira.
Yudha tampak menarik napasnya. Memandangi Raka dengan intens. Tampak wajah cemburu dari pandangannya.
"Mas, kamu pasti sudah kenal dengan Pak Raka'kan?" tanya Vira. Dia melihat Yudha yang menatap Raka tanpa kedip.
"Kamu dan Pak Raka tidak seperti atasan dan bawahan," ucap Yudha akhirnya.
__ADS_1
"Kenapa memangnya Pak Yudha?" tanya Raka.
"Sangat akrab. Seperti teman dekat saja," ucap Yudha lirih.
Vira memandangi Raka. Takut atasannya itu tersinggung dengan ucapan mantan suaminya.
"Saya tidak pernah membuat jarak antara bawahan dan atasan agar tidak ada rasa canggung saat kami bekerja. Saya rasa tidak ada yang aneh," ujar Raka.
"Tidak biasanya atasan begitu dekatnya dengan bawahan sampai mengajak makan di tempat yang sama dengan para pemilik saham dan pimpinan perusahaan. Jikapun ada biasanya itu istri atau teman terdekatnya saja," ujar Yudha lagi.
Vira mendengar perdebatan antara atasan dengan mantan suaminya mulai memanas mendekati Raka. Berdiri di samping pria itu.
"Maaf, Mas. Jika aku dekat dengan Pak Raka, aku rasa itu bukan lagi urusan kamu. Antara kita tidak lagi ada hubungan. Lagi pula tuduhan kamu tidak beralasan. Tentu saja aku dan Pak Raka sangat dekat, karena aku sekretarisnya. Sama seperti hubungan kamu dan Weny. Kamu saja sampai membawa dia ke rumah. Jadi apa yang salah dari kedekatan kami?" tanya Vira lagi.
Mendengar ucapan Vira, mantan suaminya itu jadi terdiam. Dia teringat saat awal membawa Weny ke rumah. Menyelesaikan pekerjaan kantor. Apa kah Vira juga melakukan hal yang sama dengan Raka? Membawa pekerjaan ke rumah pria itu, pikir Yudha dalam hatinya.
"Bagaimana Mas? Sekarang kamu sudah mengerti, bukan? Tidak ada yang aneh dengan hubungan kami."
__ADS_1
"Maafkan aku, Vira. Aku belum terbiasa melihat kamu dekat dengan pria lain. Mungkin karena aku masih menganggap kamu istriku," ucap Yudha pelan.
Vira tersenyum miring mendengar ucapan suaminya itu. Ucapan itu terdengar lucu.
"Apa aku tidak salah dengar, Mas? Kamu masih menganggap aku istrimu? Saat aku masih berstatus istri kamu aja, aku sering kamu lupakan. Yang kamu ingat hanya Weny saja. Mengapa saat telah berpisah, kamu malah menganggap aku istrimu! Aku rasa ini sudah tidak masuk akal. Sangat mengada-ngada. Ingat, Mas. Antara kita sudah tidak ada hubungan lagi. Siapapun yang dekat denganku bukan lagi urusan kamu."
"Mari, Pak. Kita pergi saja," ucap Vira pada Raka.
"Maaf, Pak Yudha. Saya pamit," ucap Raka.
Raka dan Vira lalu meninggalkan Yudha, yang masih terpaku di tempatnya berdiri. Matanya menatap tanpa kedip kepergian kedua orang itu.
"Walaupun kita telah pisah, ternyata hati ini masih nyeri melihat kamu dekat dengan pria lain. Apakah ini yang kamu rasakan saat aku dekat dengan Weny? Maafkan aku Vira. Ternyata tidak mudah untuk melepaskan kamu. Mungkin ini hukuman bagiku yang telah melepaskan kamu. Memang benar yang sering orang katakan, Kadang manusia harus sampai kepada titik kehilangan untuk mengerti arti sebuah kehadiran, kasih sayang, dan kesetiaan," gumam Yudha dalam hatinya.
Kadang, kamu harus kehilangan seseorang sebelum akhirnya menyadari betapa berartinya dia dalam hidupmu
...****************...
__ADS_1