SENANDUNG KEIKHLASAN

SENANDUNG KEIKHLASAN
Bab 81. Permintaan Ibu Desy


__ADS_3

Pernikahan Raka dan Vira telah berlalu dua minggu yang lalu. Dia merasa sangat bahagia karena Raka yang sangat perhatian. Bukan hanya suaminya, tapi seluruh keluarga Raka menerima Vira dan Leon dengan tangan terbuka.


Telepon rumah itu berdering tepat ketika Vira akan mencuci pakaian. Sambil membawa keranjang pakaian yang tidak terlalu besar itu, dia mendekat lantas mengangkat telepon rumah yang berdering. Vira cukup terkejut ketika mendengar suara orang di seberang sana. Tentu saja dia mengenali suara itu yang sudah tidak asing di telinganya. Itu mantan ibu mertuanya yang tidak lain adalah Ibu Desy.


Vira menghela napas diam-diam. Dia tahu bahwa keadaan saat ini memang membuat Ibu Desy merasa sangat bersalah dan juga menyesal. Dia juga sangat mengerti bahwa Ibu Desy masih sangat berharap bahwa Vira dan juga mantan suaminya bisa kembali seperti dulu. Namun apa mau dikata, sekarang Vira sudah menjadi istri orang lain, yang dengan kata lain sudah tidak bisa lagi kembali pada Yudha.


Sudah beberapa kali Ibu Desy meminta maaf. Menyesali semua yang pernah dia lakukan pada Vira.


"Oh, apa kabar, Bu?" tanya Vira.


"Ibu sehat. Kamu sendiri bagaimana? Kamu baik-baik saja? Bagaimana dengan anakmu?"


"Aku baik-baik saja, Bu. Anakku juga baik-baik saja. Semuanya normal di sini dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan." Vira berusaha untuk membuat suaranya terdengar sangat ceria.


Sebetulnya ada rasa sedikit tidak nyaman dalam hatinya ketika harus berbicara dengan mantan ibu mertuanya itu. Biar bagaimanapun saat ini statusnya adalah istri dari Raka. Dia tidak mau apabila Raka salah paham ketika dia masih memiliki koneksi dengan keluarga Yudha.


Menurutnya untuk saat ini mungkin memang lebih baik apabila fokus pada kehidupannya, tidak perlu lagi menoleh ke belakang untuk menghindari kesalahpahaman. Dia hanya ingin tenang.


"Sebelumnya Ibu mengucapkan selamat atas pernikahanmu dengan lelaki bernama Raka itu. Ibu juga merasa kalau keluarga barumu yang sekarang bisa menjagamu bahkan juga anakmu."


Vira tidak merespon dengan kalimat apa pun. Dia sangat peka dan juga tahu bahwa kalimat itu belum selesai. Masih ada hal yang lebih penting yang membuat Ibu Desy meneleponnya seperti ini lebih dari sekedar menanyakan kabar atau juga mengucapkan selamat atas pernikahannya. Karena itulah dia hanya diam dan menunggu Ibu Desy kembali berbicara.


"Ibu paham bahwa saat ini kamu sudah bahagia dengan keluarga barumu. Kamu pasti merasa jauh lebih tenang daripada ketika bersama kami dulunya. Ibu bisa meyakinkan kalau kami tidak akan mengganggu kehidupanmu setelah ini. Ibu hanya punya satu permintaan padamu."


Entah kenapa jantung Vira malah terpacu lebih cepat ketika mendengar kalimat terakhir itu. Permintaan apa. Kalimat Ibu Desy yang menggantung membuatnya malah paranoid. Dia takut bahwa permintaan itu akan sangat sulit untuk dia lakukan terlebih lagi apabila harus meminta izin kepada Raka.


"Permintaan apa, ya, Bu?" tanya Vira dengan hati-hati. Biar bagaimanapun tetap tidak mau menyinggung perasaan Ibu Desy.

__ADS_1


"Ibu hanya ingin kau mengizinkan kami untuk tetap bisa menengok anakmu. Biar bagaimanapun ayah kandung dari anak itu adalah Yudha. Hanya itu permintaan kami. Selebihnya tidak ada permintaan lain. Kami tidak akan mencampuri kehidupanmu."


Vira terdiam sejenak. Dia tahu bahwa masih ada rasa sakit dalam hatinya ketika mengingat masa lalunya, terlebih bagaimana dahulu Ibu Desy dan juga Yudha menuduhnya.


Namun, saat ini dia juga sadar dan bisa memilih untuk bersikap dewasa. Sekalipun dia sakit hati kepada dua orang itu, anaknya tetaplah tidak mengetahui apa yang terjadi. Anaknya tetaplah tidak memiliki dendam terhadap Yudha maupun Ibu Desy. Egois rasanya apabila dia memisahkan anaknya sendiri dari ayah kandungnya.


"Tentu saja, Bu. Aku sangat paham apa yang diinginkan oleh Ibu atau juga Yudha. Aku juga merasa kalau tidak adil apabila aku menjauhkan anakku sendiri dari ayahnya. Biar bagaimanapun anakku adalah tetap tanggung jawab dari ayahnya."


Ibu Desy merasa sangat senang mendengar persetujuan dari mantan menantunya itu. Akhirnya setelah ini dia merasa sangat lega.


Seperti yang dia katakan tadi, dia memang tidak akan lagi meminta hal lain dari mantan menantunya itu. Satu permintaan tersebut sudah terkabul sudah sangat cukup baginya.


"Syukurlah, kalau memang kamu masih mengizinkan kami untuk menengok anakmu. Ibu sangat berterima kasih atas kemurahan hatimu."


"Tidak perlu berterima kasih, Bu. Aku tidak mungkin memisahkan anak dan ayah. Tapi aku juga minta waktu untuk bicarakan semua ini pada Raka dulu. Bagaimanapun saat ini aku telah bersuami, jadi semua yang aku lakukan atas izin darinya."


Setelah Vira berbicara dengan Ibu Desy lewat telepon, tentu saja dia langsung membicarakan hal tersebut dengan suaminya. Dia hanya ingin memastikan bahwa Raka tidak merasa bahwa itu adalah masalah dengan hal tersebut dan tidak marah padanya karena dia mengambil keputusan sendiri tanpa berdiskusi dengan Raka terlebih dahulu.


"Kenapa kamu terlihat khawatir seperti itu? Bukankah tidak ada orang lain yang lebih berhak terhadap putramu selain kamu sendiri? Jadi tidak masalah sama sekali apabila kamu membolehkan orang lain untuk menjenguknya, terutama ayah kandung dan juga neneknya. Aku yakin mereka berdua juga sudah menyesali perbuatannya, 'kan?" tanya Raka.


"Aku takut Mas merasa tidak nyaman dengan kehadiran mantan suamiku itu," ucap Vira.


"Aku percaya denganmu. Kamu pasti tidak akan melakukan hal yang membuat aku kesal atau tidak suka," ujar Raka.


"Aku sayang kamu, Mas," ucap Vira pelan karena malu. Bersama Yudha dulu, dia tidak pernah mengungkapkan perasaan secara terang-terangan.


"Aku juga sangat menyayangi kamu," balas Raka.

__ADS_1


Vira memeluk suaminya itu. Mencium pipi Raka. Pria itu juga membalasnya. Dia bahagia karena akhirnya bisa menjadi suami dari wanita yang sangat dia cintai.


Raka bisa memahami perasaan Yudha dan memposisikan dirinya pada pria itu. Pasti akan menyakitkan jika dia dijauhkan dari putranya sendiri.


Vira merasa lega karena suaminya tidak marah sama sekali. Dia tahu bahwa Raka tidak akan pernah marah padanya. Raka juga cukup bijak untuk menyikapi permasalahan semacam ini.


Dan segera setelah itu Yudha maupun Ibu Desy sering mengunjungi putra Vira. Mereka berdua tampak sangat bahagia terlebih lagi ketika membeli banyak hadiah untuk anak itu.


Sama sekali tidak merasa direpotkan. Yudha bahkan sering sekali menggendong anaknya. Merasakan ada kebahagiaan dalam hatinya.


Tentu saja Vira juga ikut bahagia karena hal itu. Walaupun sekarang dia sudah memiliki kehidupan yang baru bersama Raka, setidaknya dia tetap senang kalau Yudha masih bisa menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab untuk putranya.


Vira juga tidak melihat kalau suaminya merasa bermasalah karena kehadiran Yudha dan juga Ibu Desy di sana. Suaminya tetap bekerja seperti biasa, bahkan sesekali menyapa Yudha.


Untuk saat ini Vira belum kembali bekerja, dia masih ingin mengurus bayinya beberapa lama lagi. Di umur seperti ini bayinya sangat membutuhkan kehadirannya. Dia tidak mau melewatkan momen penting bersama anak itu. Dia harus menjadi orang paling dekat untuk anaknya sendiri. Terasa berat apabila harus menyewa seorang babysitter dalam hal ini.


Untungnya lagi-lagi suaminya sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. Raka selalu menyerahkan keputusan kepada Vira apabila masalahnya tentang Vira sendiri atau juga anaknya.


Raka sangat percaya bahwa Vira cukup dewasa untuk menyikapi masalahnya sendiri. Semua keputusan yang diambil oleh Vira sudah melewati berbagai macam pertimbangan, tidak diambil begitu saja.


Setidaknya dia sangat bersyukur melihat Vira yang semakin bahagia setiap hari. Membuatnya merasa kalau dia berhasil menjadi seorang suami bagi perempuan itu. Memantik semangatnya untuk terus memberikan yang terbaik bagi Vira dan juga anaknya, tidak peduli sama sekali apabila anak tersebut bukanlah anak kandungnya.


Syarat membahagiakan Vira salah satunya juga harus membahagiakan anaknya.


Dia bisa menunggu berapa lama pun sampai Vira kembali memutuskan untuk bekerja. Yang pasti saat ini Raka sama sekali tidak bermasalah apabila Vira fokus mengurus anaknya di rumah.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2