SENANDUNG KEIKHLASAN

SENANDUNG KEIKHLASAN
Bab 67. Berkenalan dengan Kedua Orang Tua Raka


__ADS_3

Mama Raka berdiri dari duduknya dan mempersilakan Vira duduk. Wanita itu memilih sofa yang berada di samping kanan Mama atasannya tersebut.


Sebelum duduk terlebih dahulu Vira menyalami dan mencium tangan kedua orang tua atasannya itu. Mama Raka sepertinya sangat ramah.


"Pantas Raka sering sebut nama kamu. Ternyata kamu cantik banget," ucap Mama.


Raka langsung melototkan mata mendengar ucapan Mamanya. Wajahnya memerah karena malu.


Mama Raka sangat berharap jika Vira bisa merebut hati putranya. Sejak istrinya meninggal, putranya itu tidak pernah ceria lagi. Selalu saja murung. Membuat dia sebagai orang tua ikut bersedih.


Mama Raka juga bersimpati dengan nasib Vira setelah mendengar cerita dari anaknya. Dapat dia bayangkan bagaimana sedihnya Vira saat kehamilannya diragukan.


"Terima kasih, Tante. Tante juga sangat cantik," ucap Vira.


"Kalau mama nggak cantik, mana mungkin anaknya seganteng aku ini," ujar Raka narsis.


Vira dan mama tersenyum menanggapi ucapan Raka. Mama mulai obrolan dengan Vira. Semua mama tanya. Beruntung Vira mau menjawab dengan lembut walau kadang pertanyaan itu menjurus ke pribadi.

__ADS_1


"Jadi kamu bisa buat brownies?"


"Bisa, Ma. Mama mau aku buatkan?" tanya Vira.


"Boleh. Nanti kamu catat aja bahannya. Biar Raka yang beli. Sekarang kita buat tekwan aja. Mama juga mau belajar buatnya," ujar Mama antusias.


Raka senang melihat dua orang wanita yang dia sayangi tampak akur. Papa juga tampaknya bahagia melihat keakraban keduanya.


Sesuai dengan permintaan, Raka keluar membeli bahan yang dibutuhkan. Sedangkan Papa memilih tiduran di kamar sambil menunggu semua selesai di masak nantinya.


Hingga sore Vira berada di rumah. Sekarang dia ingin kembali. Waktunya di apartemen Raka dihabiskan dengan memasak berbagai makanan dengan Mamanya pria itu.


"Nanti aku ajak liburan ke Bandung. Mama tenang saja," ucap Raka.


"Ma, aku pamit. Terima kasih sambutannya. Aku senang banget. Aku merasa memiliki mama lagi," ucap Vira terharu.


Mama Raka yang meminta Vira memanggilnya Mama. Dia begitu baiknya. Tidak mempermasalahkan status janda Vira dan juga status sosialnya.

__ADS_1


Saat ini Vira dan Raka telah berada di dalam mobil. Pria itu tampak selalu tersenyum. Dia bahagia karena kedua orang tuanya bisa menerima kehadiran Vira.


Raka memang berniat mengutarakan perasaannya. Namun, dia takut di kira memanfaatkan keadaan karena Vira yang baru janda beberapa bulan ini.


"Bapak cerita apa aja dengan mamanya Bapak?" tanya Vira memecah kesunyian di antara keduanya.


"Aku mengatakan semuanya tentang kamu.".


"Aku ...? Kenapa Bapak sampai menceritakan aku dengan Mama."


Raka terdiam mendengar pertanyaan wanita itu. Dia rasa, pastilah wanita itu tahu jika dirinya memiliki perasaan lebih dari sekadar atasan dan bawahan.


"Kamu pasti tahu alasannya. Dari sikapku denganmu, aku rasa kamu pasti bisa menebak," ucap Raka.


Kali ini Vira yang terdiam. Bukannya dia tidak merasa perhatian Raka yang sangat berlebih dari dirinya. Namun, Vira tidak pernah berpikir akan menjalin hubungan dengan atasannya itu. Perbedaan antara mereka terlalu jauh. Bagai Langit dan bumi.


Vira juga sebenarnya memiliki perasaan lebih dengan atasannya itu. Namun, dia sadar diri sehingga mengubur perasaannya pada Raka.

__ADS_1


"Pak, besok mau aku buatkan sarapan apa?" tanya Vira mengalihkan pembicaraan. Dia belum siap jika Raka bertanya tentang perasaannya. Lagi pula kehamilannya saat ini juga jadi penghalang hubungan mereka. Dia harus menunggu hingga putranya lahir.


...***************...


__ADS_2