SENANDUNG KEIKHLASAN

SENANDUNG KEIKHLASAN
Bab 68. Bertemu Alex


__ADS_3

Weny tidak tahu harus kemana lagi. Sejak pergi dari rumah Yudha dia menginap di salah satu penginapan. Namun, dia tidak bisa terusan begini. Keuangannya sudah makin menipis.


Dengan terpaksa wanita itu kembali ke rumah orang tuanya. Apa lagi kandungannya yang makin membesar. Weny telah menghubungi kekasihnya Alex untuk bertemu. Dia ingin minta tanggung jawab pria itu.


Sebelum pulang ke rumah orang tuanya, Weny mencoba mendatangi kembali kost Alex. Biasanya pria itu akan di kamar jika siang hari. Alex bekerja di sebuah klub malam.


Dengan langkah pelan, Weny mendatangi kamar kost kekasihnya itu. Melihat ada seorang pria lewat, wanita itu bertanya tentang keberadaan Alex.


Pria itu mengatakan jika Alex telah pindah, dan memberikan alamatnya. Tidak jauh dari kost saat ini. Namun, itu lebih sedikit mahal dan mungkin yang disukai mantan kekasihnya itu karena di sana lebih bebas.


Dengan menggunakan ojek, Weny mendatangi kost itu. Setelah bertanya dan memperlihatkan foto Alex, dia mendapatkan kamar mana yang dia tempati.


Weny mengetuk pintu kamar itu beberapa kali. Setelah itu terdengar suara langkah kaki mendekat. Seorang wanita muda membukakan pintu kamar.


"Apa ini benar kamarnya Alex?" tanya Weny dengan sedikit ragu. Kenapa seorang wanita yang membukakan pintu kost kekasihnya itu.


"Benar. Ada perlu apa?" tanya wanita itu. Matanya hanya tertuju pada perut besar Weny.


"Aku ingin bertemu Alex? Apa boleh aku tahu kamu siapanya Alex?" tanya Weny. Dia akhirnya beranikan diri bertanya.


"Kekasihnya, tapi bisa dikatakan aku ini juga istrinya. Karena aku lebih sering tinggal dengannya dari pada pulang ke kost sendiri," ucap wanita itu tanpa rasa malu.

__ADS_1


Tenggorokan Weny terasa tersekat. Tidak tahu harus berkata apa. Dia tahu bagaimana kelakuan kekasihnya itu. Pria itu menganut pergaulan bebas. Bisa tinggal se rumah tanpa ikatan pernikahan.


Saat kedua wanita itu terdiam dengan pikiran masing-masing, muncul seorang pria muda yang tampan. Dia langsung memeluk wanita dihadapkan Weny.


"Sayang, siapa yang datang?" tanya Alex dengan memeluk pinggang wanita itu.


Pandangan Alex beradu dengan Weny. Tampak keterkejutan dari raut wajahnya. Dia memandangi Weny dari ujung rambut hingga kaki.


"Kamu ternyata. Untuk apa kamu ke sini? Dari mana tahu alamatku?" tanya pria itu. Tangannya tetap memeluk wanita itu. Weny menarik napas menahan cemburu.


"Aku ingin bicara sebentar saja," ucapnya


"Aku tidak ada waktu. Lagi pula buat apa kamu datang lagi. Bukankah kamu katakan jika hubungan kita telah berakhir?" tanyanya lagi.


"Saat tidak tepat bagaimana? Kamu katakan aku jangan menghubungi kamu lagi karena kamu telah bahagia dengan suamimu!" ucap Alex.


"Maafkan aku. Tapi aku harus bicara denganmu."


"Katakan saja cepat! Aku tidak banyak waktu. Mira pasti sudah tidak tahan ingin bercinta denganku. Dari tadi datang kami belum berolah raga serondepun," ucap Alex sambil tersenyum dengan wanita yang dipanggilnya Mira.


Weny kembali terdiam. Kerongkongannya terasa kering. Dia tidak tahu harus memulai dari mana ucapannya. Kelakuan Alex inilah yang membuat Weny tertekan. Saat Alex masih berstatus kekasihnya saja, pria itu masih tetap berhubungan dengan wanita lain.

__ADS_1


Weny baru tahu semua kelakuan buruk Alex setelah menyerahkan diri seutuhnya. Jika dari awal dia tahu Alex begini, pasti dia tidak akan mau menyerahkan mahkotanya.


"Apa kita tidak bisa bicara berdua di tempat yang lebih pantas dan nyaman bicara?" tanya Weny.


Alex tersenyum mendengar ucapan wanita dihadapannya saat ini. Matanya kembali tertuju ke perut besar Weny.


"Jika kamu tidak suka tempat ini dan tidak nyaman, kamu bisa kembali. Kau tidak ada mengundangmu datang!" ucapnya dengan marah.


"Bukan itu maksudku. Kamu lihat sendiri jika aku sedang hamil. Aku capek berdiri terus."


"Kalau begitu, katakan aja apa maumu segera!" ucap Alex penuh penekanan.


Weny memandangi Alex. Walaupun pria itu mau bertanggung jawab, sebenarnya tetap Weny ragu untuk menerimanya. Pasti pria itu akan tetap berhubungan dengan banyak wanita walau mereka telah menikah.


"Baiklah, Lex. Aku datang hanya untuk minta tanggung kamu dengan kehamilanku ini," ucap Weny akhirnya.


Dia hanya ingin Alex bertanggung jawab dengan membiayai kebutuhannya. Weny juga tidak ingin dinikahi karena Alex pasti tetap seperti saat ini. Bebas berhubungan dengan wanita mana saja.


Alex tersenyum menanggapi ucapan Weny. Dia kembali memandangi kehamilan wanita itu.


"Tanggung jawab apa? Bukankah kita melakukan semua atas suka sama suka, tidak ada keterpaksaan. Lagi pula aku tidak yakin itu anakku!" ucap Alex.

__ADS_1


Mendengar ucapan Alex, dada Weny terasa sesak. Ini yang selalu dikatakan pria itu. Jika bukan anaknya, anak siapa lagi yang dia kandung. Bukankah mereka berdua sering melakukan hubungan badan, dan Weny hanya melakukan dengan pria itu.


...****************...


__ADS_2