
Tiga bulan Kemudian.
Sejak Vira dinyatakan hamil, Raka lah yang mengalami ngidam. Dia sering merasa mual dan muntah. Raka juga lebih suka makanan pedas dan asam.
"Mas, seminggu ini sepertinya keadaan Mas udah mulai membaik. Aku nggak ada melihat mual dan muntah lagi," ucap Vira melihat suaminya yang lebih cerah.
"Kamu tahu kenapa?" tanya Raka dengan senyum mencurigakan.
"Mana aku tahu! Yang merasakan mual dan pusing Mas Raka. Berarti Mas yang tahu kenapa saat ini tidak lagi merasakan itu."
"Itu semua karena aku sudah mendapat jatah malam lagi dari kamu," ucap Raka sambil berbisik.
Vira langsung mencubit lengan Raka begitu mendengar ucapan suaminya itu. Memang sejak kembali dari rumah sakit, Raka diharuskan puasa hingga kandungan istrinya kuat.
Tiga bulan Raka harus menahan keinginan untuk berhubungan badan. Semua demi bayi yang ada dalam kandungannya.
"Mas pikirannya kesana, sih?" tanya Vira cemberut.
"Namanya juga pria normal, Sayang. Dari pada suamimu ini tidak ada gairah dan hanya diam tanpa semangat. Nanti kamu kalau pengin gimana?"
"Udah, ah. Pagi-pagi ngomong itu!"
"Kamu jadi pengin ya? Ayo kita olah raga pagi!" ajak Raka.
"Mas ...!" teriak Vira. Raka hanya tersenyum melihat Vira istrinya yang kesal.
***
__ADS_1
Saat ini kandungan Vira sudah mulai memasuki bulan keempat. Raka berencana akan mengadakan syukuran empat bulan kehamilan istrinya itu. Sekaligus untuk syukuran atas rumah baru mereka.
Pagi hari seperti biasanya Vira di dapur membuatkan sarapan buat Raka. Suaminya saat imi sudah tidak mengidam lagi. Walau di rumah mereka ada dua orang yang membantu tapi buat sarapan dan makan malam suaminya, Vira mengusahakan masak sendiri.
Sejak awal kehamilan Vira, suaminya yang mengalami ngidam. Setiap pagi selalu merasakan pusing dan mual. Raka juga merasa mudah lelah.
Satu minggu ini, Raka sudah mulai jarang mengeluhkan pusing dan mual. Selera makannya jadi bertambah. Semua ingin disantap.
Raka bangun dan langsung menuju dapur. Mencium bau wangi dari dapur. Raka melihat istrinya Vira sedang memasak di depan kompor.
"Sayang, kamu masak apa?" tanya Raka dengan memeluk pinggang istrinya dan mengecup pipinya.
"Aku buat nasi lemak, Mas," jawab Vira.
"Itu kamu masak apa?" tanya Raka lagi, menunjuk dengan mulutnya ke arah kuali.
"Hanya oseng tempe lauknya?" tanya Raka lagi.
Vira membalikkan badannya dan menghadap suaminya itu, mengecup bibir Raka. Sejak mengetahui kehamilan Vira, pria itu merasa sangat bahagia. Raka setiap hari selalu menunjukan rasa cintanya, sehingga Vira merasa wanita yang sangat beruntung.
Vira juga setiap hari berusaha merebut hati suaminya itu dengan memberikan semua perhatian, dan membuat semua makanan kesukaan suaminya itu. Vira ingin Raka makin mencintainya.
"Aku udah masak balado telur, dan ayam bumbu, Mas. Jadi jangan takut. Perut Mas ini akan aku buat penuh terisi setiap hari, biar nggak jajan di luar lagi," ucap Vira.
"Terima kasih, Sayang. Percayalah, aku nggak akan mencari jajan di luar lagi, kalau di rumah semuanya udah tersedia."
Raka dan Vira, lalu duduk di meja makan. Istrinya itu mengambilkan nasi lemak beserta semua lauk yang dibuatnya ke piring, untuk Raka.
__ADS_1
"Enak banget keliatannya," ucap Raka. Pria itu langsung melahap dengan semangat. Vira tersenyum melihat suaminya yang dengan lahap menghabiskan satu piring nasi dengan cepat.
"Jangan terburu-buru makannya, Mas. Tidak ada yang mau merebut. Lagi pula masih banyak kok aku masaknya tadi."
"Habis enak banget. Kalau setiap hari kamu masak enak begini, bulan depan aku yakin perutku juga ikut membuncit karena gemuk. Kalau kamu buncitnya karena ada bayi, dan aku karena terisi makanan terus."
"Mas harus imbangi dengan berolah raga. Jangan tidur aja. Setiap malam usahakan olah raga setengah jam saja. Alat-alat olah raga lengkap, tapi tidak digunakan."
"Kamu'kan tahu sayang. Tiga bulan ini badanku lemas, kepala pusing. Katanya aku yang ngidam."
"Kata dokter kemarin Mas itu mengalami kehamilan simpatik. Kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung," ucap Vira menjelaskan.
"Berarti itu karena aku simpati dan sangat sayang denganmu." Vira hanya tersenyum menanggapi ucapan Raka.
"Mas, apa nggak berlebihan jika kita ngadain syukuran empat bulanan di rumah baru dengan mengundang banyak tamu. Acaranya juga dari pagi hingga malam hari!" ucap Vira.
Raka memang berencana mengundang seribu tamu, acara di mulai dari pagi hingga malam harinya. Semua ini dia lakukan karena rasa bahagianya atas kehamilan Vira.
"Tapi aku malu. Perutku udah makin membesar," ucap Vira.
Raka merubah duduknya menghadap Vira. Dielusnya perut wanita itu dan mengecupnya.
"Kamu itu tambah cantik dan seksi sejak hamil. Apa lagi dengan perut yang makin membuncit," ujar Raka.
Raka menunduk dan mengecup kembali perut istrinya itu. Tidak menyangka akan diberi keturunan secepat ini.
...****************...
__ADS_1