
Vira tidak pernah menyangka sama sekali. Rasanya seperti sebuah mimpi. Waktu itu pada akhirnya tiba. Ketika usia anaknya sudah tiga bulan, Vira sebentar lagi akan menikah dengan Raka. Meskipun belum ada persiapan sama sekali, hanya dengan memikirkan itu sudah cukup membuatnya merasa sangat gugup. Dia malah paranoid apabila dia melakukan sesuatu yang bodoh di acara pernikahan itu. Dia tidak mau mempermalukan siapa pun.
Raka yang meminta pernikahan mereka dilangsungkan saat Leon berusia tiga bulan. Semua itu agar kesehatan Vira sudah pulih benar pasca melahirkan dan Leon juga sudah cukup besar untuk dibawa ke pesta.
Namun, meskipun demikian, dia tetap dikelilingi banyak orang yang selalu menyemangatinya. Rasa takut dan gugup itu bisa hilang seiring waktu selagi masih ada yang membantunya untuk mengatasi hal tersebut.
Tentu saja, Raka juga memikirkan banyak hal untuk memastikan kalau pernikahannya dan Vira nanti berjalan dengan lancar. Dia sudah memikirkan semua konsep dan tema pernikahannya, hanya tinggal dieksekusi.
"Bagaimana menurutmu gedung yang satu ini? Ini menjadi salah satu gedung yang terkenal di kota kita dan sudah pernah digunakan oleh beberapa orang untuk menggelar pernikahan ataupun acara resmi."
Raka memperlihatkan gambar gedung tersebut pada Vira. Vira sendiri sedang menggendong anaknya yang sudah sejak tadi mengantuk.
Vira melihat gambar gedung itu. Memang sangat mewah, ada beberapa tingkatan lantai di sana. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana pemandangan bagian dalamnya dan seberapa mewah semua barang yang ada di sana.
Mungkin mejanya saja lebih mahal daripada apartemen Vira sendiri. Jelas awalnya dia merasa tidak yakin sama sekali karena tidak terbiasa untuk mengadakan pesta besar apalagi harus menghadapi keramaian yang barangkali akan membuatnya stress.
"Apakah tidak bisa digelar secara sederhana saja, Mas? Kamu tahu kalau aku tidak terlalu suka apabila jadi pusat perhatian massa. Lagi pula aku malu karena ini bukanlah pernikahan pertama bagiku."
Raka tersenyum, dia mengerti bagaimana karakter Vira, namun dia juga berusaha untuk mengabadikan kenangan sebanyak mungkin dengan Vira karena dia sangat tahu kalau pesta ini adalah acara yang sangat berharga yang hanya terjadi sekali seumur hidup.
"Maaf, Vira, tapi kurasa aku hanya tidak mau menyia-nyiakan momen istimewa seperti ini. Kamu tahu kalau acara ini sangat penting bagiku dan seluruh keluargaku. Jadi aku sangat berharap agar kamu tetap percaya diri dengan situasinya walaupun kau tidak terlalu menyukai itu. Aku yakin kamu pasti bisa, kok. Kami semua ada di sini untukmu. Aku juga akan memastikan kalau acaranya akan berjalan dengan sangat lancar dan tidak akan ada yang mengganggu."
__ADS_1
Vira menghela napas. Dia tahu bahwa akan sangat sulit untuk memaksa dirinya sendiri melakukan sesuatu yang sebetulnya tidak biasa dia lakukan, namun apa yang dikatakan oleh Raka tadi memang ada benarnya. Ini semua sangat penting. Acara pernikahan ini sangat istimewa dan tidak akan terulang untuk yang kedua kalinya. Dia juga tidak mau membuat Raka kecewa karena selama ini lelaki itu sudah melakukan banyak hal untuk Vira. Mungkin memang saat inilah dia membalas semuanya.
"Yah, aku sangat paham kalau kamu berusaha membuat semuanya jadi istimewa. Aku yakin Mamamu juga pasti memimpikan pesta mewah ini, bukan? Jadi kurasa memang tidak baik sama sekali kalau sampai aku menolak."
Raka tersenyum ketika akhirnya Vira menyetujui semua rencananya. Dengan begini dia akan mulai mempersiapkan pernikahan itu.
"Terima kasih karena selalu berusaha mengerti apapun yang aku lakukan. Semuanya juga demi kebaikan kita. Aku ingin semua teman dan rekan kerjaku mengenal kamu sebagai istriku," ucap Raka. Vira mengangguk setuju dengan ucapan calon suaminya itu.
Esok harinya pun Raka membawa Vira untuk memilih gaun pengantin yang akan dikenakan Vira nanti. Vira menitipkan anaknya pada Mama Raka. Awalnya Vira memang agak bingung harus memilih gaun apa. Semua gaun yang dia lihat di sana sangat menawan dan terlihat mewah.
"Aku mungkin butuh saran dari para pegawai di toko ini. Sebenarnya aku tidak terlalu pandai memilih gaun untuk diriku sendiri," ucap Vira yang pada akhirnya meminta banyak pendapat dari para pegawai toko itu. Sedangkan Raka menunggu dengan sabar di sana.
Vira berhasil mendapatkan gaun yang cocok untuknya dengan bantuan beberapa pegawai di sana. Gaun itu bukan hanya menawan, namun juga sangat pas di tubuhnya, tidak lebih dan tidak kurang sama sekali.
***
Waktu berlalu begitu cepat, hari pernikahan mewah itu akhirnya tiba. Vira tidak menyangka bahwa dia merasa jauh lebih gugup daripada sebelumnya. Ada banyak orang yang mendukungnya, namun tetap saja tidak cukup untuk membuatnya merasa tenang. Dia berusaha untuk menghadapi rasa takutnya sendiri.
Hingga akhirnya dia berhasil berdiri tepat di samping Raka. Mengikuti semua serangkaian proses pernikahan itu. Melakukannya dengan sangat sempurna dan rapi tanpa ada kesalahan sama sekali. Hal itu jelas membuatnya sangat lega. Apa yang dia takutkan tidak terjadi sama sekali.
Di awali pagi hari dengan akad nikah dan siangnya dilanjutkan dengan pesta yang sangat meriah. Pesta akan berlangsung hingga sore menjelang magrib.
__ADS_1
Ternyata pesta itu jauh lebih megah dan juga dihadiri oleh banyak orang daripada yang dipikirkan oleh Vira sebelumnya. Vira bahkan tidak pernah melihat sebagian besar orang di sana. Dia yakin kalau Raka pasti mengundang banyak teman bisnis atau juga teman sebayanya ke pesta itu.
Namun, yang pasti saat ini Vira sama sekali tidak melihat kehadiran Yudha. Padahal Raka telah mengundang mantan suaminya itu dan seluruh keluarganya. Jelas terlalu sakit bagi Yudha untuk datang kemari.
"Bagaimana? Apa kamu menyukai pestanya? Aku harap tidak ada yang kurang sama sekali atau ada sesuatu yang kamu tidak suka?" tanya Raka di sela menerima uacapan selamat dari para undangan.
Vira tersenyum ke arah Yudha. Bagaimana mungkin dia akan berpikir bahwa ada sesuatu yang kurang dari pesta ini. Dia bahkan merasa bahwa pesta ini sudah terlalu berlebihan baginya. Semuanya didesain dengan sangat rapi persis seperti negeri dongeng. Dia merasa menjadi princess yang istimewa dalam satu hari ini saja, namun tetap sangat berkesan dan tidak mungkin dia lupakan seumur hidupnya.
"Semua ini sudah sangat lebih dari cukup untukku. Aku bahkan tidak pernah membayangkan bahwa suasananya akan seramai ini. Aku bersyukur karena aku tidak melakukan kesalahan tadi. Setidaknya itu tidak membuatmu merasa malu di hadapan banyak orang."
Raka tertawa kecil. Bukan hanya mereka berdua, hampir semua orang di pesta itu juga sangat menikmatinya. Raka sampai tidak bisa menghitung ada berapa banyak sesi foto di acara tersebut. Mereka mengambil momen tersebut sebanyak mungkin, memastikan tidak ada momen yang terlewat.
Baik Raka maupun Vira, mereka berdua tetap tidak mau untuk melewatkan momen sekecil apa pun. Vira bahkan bisa membayangkan kalau kamarnya mungkin akan penuh karena foto pernikahan mereka. Meski begitu itu bukanlah hal yang menjadi masalah besar baginya.
Seluruh acara pernikahan itu berjalan dengan sangat lancar seperti yang dikatakan oleh Raka sebelumnya. Raka memang sudah menyewa beberapa orang untuk mengamankan pestanya.
Memastikan tidak ada orang luar yang mengacaukan semua acara itu. Sebagai seorang pebisnis jelas ada banyak orang yang tidak suka pada Raka. Orang-orang yang merasa iri dan selalu ingin menjatuhkan Raka.
Karena itulah Raka tidak mau apabila sampai Vira juga terkena masalah semacam ini. Dan untuk hari ini dia berhasil mengamankan semuanya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
...****************...
__ADS_1