
Raka mengecup kepala istrinya itu. Dia lalu mengangkat tubuh istrinya. Vira memeluk leher pria itu takut terjatuh.
Raka menjatuhkan tubuh istrinya itu perlahan ke atas tempat tidur. Di dalam kamar itu Raka dan Vira masih saling menatap. Wanita itu merasa pernikahannya yang kedua ini lebih berarti dari yang pertama karena Raka begitu sangat mencintainya.
"Apakah boleh kita main sebentar sebelum aku mandi," bisik Raka.
Ucapan Raka itu membuat Vira malu hingga pipinya memerah. Raka tersenyum melihat Vira yang salah tingkah. Pria itu mendekati wajah Vira, membuat wanita itu terdiam dengan menahan napasnya.
"Jangan di tahan nafasnya. Nggak lucu dong, belum main kamu udah pingsan," ucap Raka menggoda Vira membuat wajah istrinya itu makin memerah.
Vira memukul dada Raka pelan. Dia tidak menyangka ternyata Raka suka menggoda. Selama ini yang dia kenal pria itu selalu tampak serius.
Raka menangkap tangan Vira dan menahannya. Dia kembali mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir wanita itu. Melihat Vira hanya diam, Raka melanjutkan ciumannya lebih dalam lagi.
Kecupan yang awalnya lembut akhirnya menuntut. Raka mulai memasukan lidahnya ke dalam mulut Vira yang terbuka karena kaget di cium pria itu. Raka bermain lidah di mulut Vira. Membelit lidah istrinya itu. Wanita itu awalnya hanya diam, tapi setelah beberapa saat mencoba mengimbangi permainan lidah Raka.
__ADS_1
Saat ini mereka saling membelit lidah. Hingga Raka menghentikan lu*mat*annya di mulut Vira melihat istrinya itu sedikit sesak. Dihapusnya saliva mereka di mulut Vira.
Vira yang kini terlentang di tempat tidur. Raka lalu menaiki tubuh wanita itu dengan tangan yang menahan bobot tubuhnya agar tidak menghimpit tubuh istrinya.
Raka mengecup seluruh bagian di wajah Vira. Setelah puas, ciuman turun ke leher jenjangnya dan meninggalkan jejak kepemilikan.
Tangan Raka merayap ke punggung Vira dan membuka kancing baju tidurnya, meloloskan baju itu dari tangan Vira. Tersisa saat ini hanya pakaian dalam istrinya itu. Wanita itu menarik napas dalam. Setelah hampir setahun lebih baru kali ini dia kembali di sentuh.
Raka berdiri dan membuka semua kain yang melekat di tubuhnya hingga polos. Melihat tubuh Raka yang sangat bagus, wajah Vira makin memerah seperti kepiting rebus.
Setelah puas bermain di dada, kecupan Raka turun ke perut. Vira merasakan suatu gelenjer aneh menjalar ditubuhnya. Raka membuka satu-satunya kain yang masih melekat di tubuh istrinya itu hingga keduanya saat ini sama-sama polos.
"Kamu sudah siap, Sayang? Kita akan mulai permainan lagi?" tanya Raka. Vira hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
Raka mulai memasuki bagian inti tubuh Vira. Wanita itu sedikit melenguh, merasakan kenikmatan. Setelah merasa tepat, Raka mulai menggoyangkan tubuhnya dan dibalas Vira. Istrinya itu membalas setiap tusukan yang dilakukan Raka dengan goyangan tubuhnya.
__ADS_1
Suami Vira itu tidak menyangka jika istrinya itu selalu bisa membalas setiap goyangannya. Bahkan wanita itu minta posisi dibalik. Saat ini istrinya itu yang berada di atas tubuh Raka. Memimpin permainan mereka.
Hingga Raka berbisik, "Sayang, aku mau sampai."
"Aku juga, Mas. Kita keluar bareng saja," ucap Vira makin mempercepat goyangannya di atas tubuh Raka.
Kedua insan yang sedang bahagia itu melenguh bersamaan. Menandakan keduanya sampai pada puncak permainan mereka.
Dengan posisi masih di atas tubuh Raka, Vira menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukan pria itu. Raka mnegecup dan memeluk pinggang istrinya itu.
"Terima kasih, Sayang. Aku selalu puas dengan permainan kita," ucap Raka.
...****************...
Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.
__ADS_1