SENANDUNG KEIKHLASAN

SENANDUNG KEIKHLASAN
Bab 48. Keputusan


__ADS_3

...Nanti kamu akan merasakan berharganya seseorang, ketika kamu mencarinya namun, tidak lagi menemukannya....


...Nanti kamu sadar sudah kehilangan saat apa yang kamu genggam kemarin benar-benar pergi....


...Yang tulus tidak akan datang dua kali, walaupun kamu menemukan yang baru pasti tidak akan sama seperti yang dulu lagi....


...Ingat! "SESUATU YANG SANGAT MENYEDIHKAN ITU ADALAH PENYESALAN"....


Satu bulan telah berlalu.


Vira dan Yudha akhirnya bertemu di pengadilan agama seperti yang pernah wanita itu katakan. Jika Vira datang seorang diri ke pengadilan untuk mendengar keputusan hakim, berbeda dengan pria itu. Dia datang bersama Weny dan Ibu Desy.


Saat mereka berpapasan, tampak Weny tersenyum seperti mengejek. Dia memeluk lengan Yudha seolah mengatakan jika pria itu hanya miliknya.


Yudha memandangi Vira dengan memberikan senyuman. Pandangannya jatuh ke perut Vira yang masih tampak rata. Sedangkan Weny sudah mulai terlihat buncit. Namun, Vira tidak peduli dengan itu.


Vira masuk ke ruang sidang dengan Yudha. Mendengarkan keputusan hakim. Permintaan gugatan cerai Vira cepat dikabulkan karena Vira membawa bukti visum saat dia ditampar Yudha.

__ADS_1


Hakim akhirnya mengabulkan keinginannya untuk bercerai.Pembacaan keputusan telah selesai. Saat akan keluar dari ruangan, Yudha menyalami Vira.


"Maafkan jika aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk terus bersama denganmu. Aku tidak bisa jadi suami yang baik bagimu."


"Aku juga minta maaf, Mas. Aku juga tidak bisa menepati janji untuk tetap setia denganmu. Bukannya aku tidak bisa setia, tapi percuma bertahan jika orang yang kita perjuangkan tidak menginginkan diperjuangkan."


"Vira, aku bukannya tidak memperjuangkan kamu. Jika aku memang tidak menginginkan kamu lagi, pasti dari awal ketika akan menikah aku langsung menceraikan kamu."


"Berjuang? Aku rasa kamu tidak pernah lakukan itu, Mas.Tidak pernah kau sadari bahwa orang yang kau sakiti adalah orang yang paling tulus mencintai. Aku berjuang hanya untuk membuatmu bahagia dan tertawa tapi kau tidak pernah peka," ucap Vira.


"Ketika perjuangan tak di hargai, memilih pergi adalah satu dari seribu alasan untuk menyerah dan ingin menyudahi.Coba kamu rasain jadi aku, lelahnya berjuang sendirian. Dan kamu malah mencintai orang yang tidak berjuang untuk kamu, sementara aku? diabaikan. Ini yang kamu katakan perjuangan. Tapi sudahlah, Mas. Tidak perlu dibahas lagi. Semua telah berlalu. Semoga dengan Weny kami mendapatkan kebahagiaan," ucap Vira lagi.


"Terima kasih doanya, Mas. Aku pamit."


Vira berjalan ke luar ruangan menuju mobilnya. Saat melewati ibu Desy dan Weny, wanita itu tidak sedikitpun menoleh. Cukup sudah harga dirinya terinjak selama ini.


"Dasar sombong. Semoga kau mandul selamanya. Katanya hamil, tapi perut masih rata begitu. Pasti hanya bohong saja agar Yudha membatalkan perceraiannya," ucap Ibu Desy dengan ngedumel.

__ADS_1


Vira masuk ke mobil. Tangisnya pecah. Mulai hari ini tiada lagi ikatan antara dirinya dan Yudha. Semua telah usai. Usai sudah semua cerita antara dia dan Yudha. Biarlah semua itu menjadi kenangan baginya.


Kebahagiaan dan kesedihan dalam hidup ini akan datang silih berganti. Setiap hari kamu bisa bertemu dengan orang-orang baru dan berpisah dengan orang lama. Terkadang tak semua pertemuan bisa memberi kebersamaan. Bahkan ada yang berakhir dengan perpisahan yang menyakitkan.


Perpisahan semacam takdir yang selalu ditemui semua insan manusia. Sedih memang berbicara tentang perpisahan, apalagi dengan orang tersayang.Namun, setiap perpisahan dan kata selamat tinggal bukanlah akhir dari sebuah kehidupan. Bahkan terkadang dari perpisahan itu kamu mendapatkan banyak pelajaran.


"Luka akibat sebuah perpisahan selalu menjadi yang terperih diantara luka lainnya, bagaimana tidak perpisahan adalah batas dari kebersamaan yang entah kapan akan terulang”.


Vira mengendarai mobilnya meninggalkan halaman gedung pengadilan agama. Akan dia songsong hari esok bersama buah hatinya.


...****************...


Note.


Perceraian dalam keadaan hamil sah. Hal ini terdapat dalam kompilasi hukum Islam (KHI) dan maupun didalam undang- undang perkawinan tahun 1974 tidak menyebutkan larangan adanya menjatuhkan talak pada saat istri hamil maka sehingga bisa saja seorang suami menceraikan istrinya ketika dalam keadaan hamil.Ini menunjukkan bahwa aturan hukum membolehkan suami menggugat cerai istrinya meskipun istrinya sedang hamil. Selain itu, Rasulullah bersabda: “Silakan talak istrimu, dalam kondisi suci atau ketika sedang hamil,” (HR. Ahmad dan Muslim).


***

__ADS_1


Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini. Terima kasih.



__ADS_2