SENJA ASMARALOKA

SENJA ASMARALOKA
BAB 100. Kebahagiaan Asmara


__ADS_3

...Sebab dalam Jarak akan selalu ada prasangka, Karena itulah pentingnya mengapa, Setiap doa ada Kata Semoga...


...🍁...


Hari Baru.


Dan sudah 7 hari hari pula Loka menemani Asmara, melewati kesibukan dan kerepotan istrinya yang begitu di harapkan oleh masyarakat di sekitarnya.


Bagaimana tidak Asmara begitu di sayang i dan di hormati orang-orang di sekitarnya, Hal itu tentu karena sikap dan sifat baik Asmara yang membuat mereka senang pada orang baru sepertinya.


Mungkin sebelum kehadiran Asmara, sangat sulit bagi orang-orang di desa untuk mendapatkan pelayanan, terlebih mengingat jarak yang juga cukup jauh dari pusat kesehatan.


Dan kehadiran Asmara nyatanya bagaikan mawar yang tumbuh di Padang pasir. Sejuk dan menyejukkan.


Setelah serangkaian pertimbangan dan pemikiran panjang, Akhirnya Asmara menjatuhkan pilihannya akan pulang ke Kertagiri dan kembali memulai kehidupan nya disana.


Keputusan tersebut di sambut baik oleh Loka yang tentu sudah lama menanti.


Sejujurnya berat bagi Asmara sendiri, namun bukan tanpa alasan pula Asmara menerima ajakan Loka, tentu alasan mendasar nya adalah karena janin dalam kandungannya butuh mendapatkan perhatian tidak hanya kasih sayang namun juga nutrisi dan obat-obatan yang memadai.


Banyak dari warga yang turut sedih atas keputusan Asmara. Namun mereka sadar jika Asmara pun memiliki kehidupan dan keluarga seperti mereka.


Kurnag dari satu Minggu lagi Asmara akan kembali ke Kertagiri, Saat ini dia hanya tinggal menunggu beberapa orang yang Loka minta untuk menyiapkan stock obat-obatan dan juga peralatan habis pakai lainya.


Sejak kemarin mungkin rumah Asmara sangat sibuk sepertinya, selain Loka juga ada beberapa orang lainya yang datang untuk merenovasi beberapa bagian di rumah Asmara yang nantinya akan di peruntukkan sebagai tempat kesehatan umum.


Akan ada obat yang menjadi stock dan masyarakat bebas mempergunakannya , tidak lupa Asmara juga akan memberikan penjelasan pada setiap box obat-obat yang ada di sana. Sehingga masyarakat bisa menentukan apa yang mereka butuhkan ketika mendapatkan keluhan.


Tidak Lupa pula Asmara memberikan kontak darurat yang langsung terhubung dengan nya, jadi masyarakat bebas berkonsultasi berkaitan keluhan yang di rasakan.


Hal itu cukup di sambut baik oleh masyarakat dimana kini Asmara berada, karena tentu hal-hal semacam ini tidak ada sebelumnya.


Melihat bagaimana kesungguhan istrinya dalam berbuat kebaikan, hal itu cukup membuat Loka begitu terharu pada Asmara.


Loka tidak menyangka jika istrinya bahkan berfikir sampai pada bagian sekecil ini. Jika mungkin saja itu dia, Loka tidak akan sampai untuk berfikir ke sana 'batin Loka'.

__ADS_1


Beruntungnya Loka memiliki seorang istri yang begitu tulus mengabdi, tidak hanya pada keluarga namun juga pada orang-orang di sekitarnya.


"Semua sudah siap ?"


Asmara tengah bersiap membereskan barang-barang pribadi miliknya, selain beberapa yang akan dia tinggalkan, tentu Asmara membawa barang-barang lainya.


"Sedikit lagi mas" ujar Asmara.


"Ada yang bisa mas bantu?"


Setelah selesai dengan urusan tukang-tukang di luar sana selesai, Loka lantas bergegas menemui Asmara.


"Tidak usah mas, Asma bisa sendiri"


Tentu Asmara akan menolak tawaran suaminya, karena selain beberes, juga karena barang-barang yang akan di bawa Asmara, masih harus di sortir juga.


***


Dengan menumpang ojek gunung, Loka dan Asmara telah sampai di ujung desa, disana keduanya telah di tunggu oleh Keluarga masing-masing.


Jujur perasaan tegang tentu ada, namun sikap lembut membuat Asmara merasa nyaman akhirnya.


Sikap yang tentu jauh berbeda dengan yang dulu kerap Asmara dapatkan dari ibu mertuanya.


Segar di ingatan Asmara tatkala ibu mertuanya begitu membenci bahkan ingin mencelakai dirinya. Namun semua telah berubah, yang ada saat ini hanyalah sikap lembut dan penuh kasih sayang.


Selain orang tua Loka, disana ada juga pak Basuki, Bu Retno dan tentu Senja tidak ketinggalan ikut menjemput ibunya.


Mereka berpelukan dengan perasaan bahagia, Jarak yang sempat memisahkan kini telah hilang seiring keikhlasan dari masing-masing orang untuk saling memaafkan.


Setelah sambutan sebelumnya kini tibalah saatnya mereka untuk pulang ke Kertagiri. Kurang lebih 20 menit perjalanan mereka akan tiba di rumah Asmara.


Asmara dan Loka saat ini menumpang pada mobil milik orang tua Loka, sementara pak Basuki bersama senja dan istrinya dengan mobil mereka sendiri.


Beberapa.saat berkendara akhirnya Asmara dan rombongan telah sampai di Kertagiri, sambutan hangat dari Mbok Jum menjadi kan suasana semakin haru.

__ADS_1


Begitu bahagia wanita paruh baya itu menyambut kedatangan majikanya, hingga dia menyiapkan banyak masakan untuk di nikmati bersama-sama.


Pak Basuki yang hubungan nya dengan besan mulai membaik kini tampak bersikap biasa, tidak lagi ada kebencian dan kemarahan di sana.


Tidak hanya mbok Jum saja, 5 menit setelah kedatangan mbok Jum ternyata Oma Ima juga telah tiba, tujuannya sama yaitu untuk menyambut kedatangan cucu menantunya.


Entah berapa banyak bahagia yang hari ini telah di terima Asmara, Asmara begitu bahagia seolah hari ini menjadi yang terbaik diantara hari-hari sebelumnya.


Ini merupakan keinginan Asmara, menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga, berhubungan baik pula dengan orang tua dan mertua. Sesimpel itu kebahagiaan Asmara.


Namun untuk mencapai kebahagiaan itu nyatanya diperlukan perjuangan dan kesabaran panjang yang harus dia lakukan. Bersyukur karena saat ini telah Asmara dapatkan nya.


Tidak sia-sia Asmara bertahan dalam kesakitan ya, bertahan dengan semua penderitaan nya, karena buah yang akan dia terima Juga manis tentunya.


Seperti saat ini Asmara telah menjalin hubungan baik dengan orang tua Loka terutama mama nya.


"Udah-udah. Asma pasti lelah kita masuk sekarnag aja yuk"


Bu Sukma begitu mengkhawatirkan kondisi Menantunya, hingga dia tidak membiarkan Asmara berdiri berlama-lama di depan rumahnya.


Semua orang tertawa bersama, membenarkan ucapan Bu Sukma, sangking bahagianya, mungkin mereka semua lupa jika saat ini Asmara tengah berbadan dua.


Semua orang tampak masuk kedalam rumah dengan wajah bahagianya.


Mbok Jum yang sudah seharian menyiapkan masakan untuk penyambutan, kini akhirnya benar-benar Asmara datang.


Tikar besar telah di gelar, karena jika di meja makan tentu tidak akan muat tempatnya, sehingga mbok Jum menyiapkan sebuah tikar berukuran besar untuk di jadikan tempat makan sekaligus bercengkrama keluarga.


Makanan pun juga telah siap tersaji di sana, semua orang tampak berbahagia tanpa terkecuali, makan dan minum bersama, menikmati hari-hari bahagia.


Canda tawa dari setiap orang yang berada di sana begitu terasa dan sangat membahagiakan hati Asmara.


Asmara sadar di hari yang akan datang, ujian pasti akan selalu datang. Namun untuk saat ini, Asmara hanya ingin menikmati kebahagiaan yang telah Allah beri.


***

__ADS_1


__ADS_2