
...Belajar Menerima Keadaan, Tanpa Harus Membenci Kenyataan...
...🍁...
Kertagiri masih terasa sunyi dengan Kabut yang masih setia menyelimuti.
Meski adzan subuh telah berkumandang namun di luar sana masih gelap gulita masih begitu sangat membentang.
Asmara sendiri telah selesai dengan dua raka'at kewajibannya, Sempat dia kembali mengirim pesan pada suaminya. Namun nyatanya justru hanya centang satu saja yang tertera di layar ponselnya.
'Kemana kamu Mas Mas...' gumam Asmara.
Hari ini merupakan hari ke tiga sejak kepergian Loka, jika tidak ada gangguan seharusnya hari ini juga Loka telah kembali seperti pesan yang di katakan Loka sebelumnya.
Dan semoga saja hal itu benar adanya, hari ini Loka akan datang dan pulang.
Tidak seperti biasanya Asmara merasakan perutnya sangat tidak nyaman, dan beberapa kali bahkan Asmara bersendawa sekedar untuk mengeluarkan Angin dalam perutnya.
Sesekali mual dan ingin muntah rasanya, namun Asmara masih bisa menahannya.
Masih gelap namun aktifitas di dapur kecil rumahnya telah mulai beroperasi, sebab mbok Jum sudah lebih dulu berada di sana.
"Masak apa mbok ?" sapa Asmara
"Eh Bu Asma. Ini buk mau masak SOP matahari, sama sambal goreng ati" jawab mbok Jum
"Pakai hati sapi ?"
Asmara memastikan pada Mbok Jum. Dan benar saja mbok Jum menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan Asmara sebelumnya.
"Kalau gitu jangan pakai hari sapi bisa mbok, hati sapinya di ganti pakai hati ayam, bisa ?"
Asmara menginterupsi asisten pribadinya, entah mengapa membayangkan hati sapi dan Aroma amis nya Asmara sudah sangat merasa mual.
Meski Asmara seolah biasa saja, namun mbok Jum justru tersenyum bahagia, karena tidak biasa Asmara request makanan, Asma selalu menerima apa saja masakan yang di siapkan oleh mbok Jum, namun kali ini agaknya berbeda.
"Baik Bu, Ini juga ati nya belum mbok potong"
Asmara tampak lega mendengar penuturan dari asistennya. Mbok Jum pun kembali melanjutkan aktifitasnya.
***
Terik matahari tidak seperti biasanya, cukup menyengat untuk waktu yang sejujurnya masih menunjukan pukul 8 pagi.
Sebagai Lurah tentu tidak sulit bagi Pak Basuki untuk sekedar mengurus administrasi. Semua sistem saat ini sudah berjalan secara online sehingga tidak akan sulit baginya untuk sekedar melakukan pencocokan data.
Seperti janjinya kemarin pada Oma Ima dan Asmara, hari ini pak Basuki mendatangi kantor KUA untuk mengurus surat nikah antara Asmara dan Loka.
Tidak seperti dugaan pak Basuki, ternyata pagi ini kantor KUA cukup ramai dengan banyaknya pasangan muda mudi yang juga akan mengurus rencana pernikahan mereka.
Antrian yang begitu menguar hingga ke bagian luar cukup membuat pak Basuki enggan untuk sekedar mengantri.
Karena nyatanya tidak hanya yang baru akan mengurus pernikahan saja, namun tidak sedikit pula diantara mereka yang akan melakukan kegiatan Rapak (pencocokan data dan pemberian nasihat pernikahan oleh bapak Naib).
__ADS_1
Namun berkat nama dan jabatan pak Basuki, mudah saja baginya untuk mempercepat langkah mendapatkan tujuannya. Sehingga dia tidak perlu mengantri dan menunggu lama untuk sebuah data.
Petugas kantor yang merupakan kenalan pak Basuki memperbolehkan Pak Basuki untuk langsung masuk ke kantor saja, mengecek data dan mencocokan data-data antara Loka dan Asmara.
Berbekal Akta kelahiran Loka, serta foto copy KTP serta data-data milik Asmara lainya, Pak Basuki mengekor langkah temannya.
Untuk yang pertama pak Basuki menyerahkan berkas milik Asmara, dan langsung saja di garap oleh teman pak Basuki tersebut.
"Sudah pak. Data Bu Bidan sudah kumplit, akta cerai juga sudah ada, tinggal kurang pas foto 4x6 saja 5 lembar, untuk yang ini nanti bisa menyusul"
Ucap teman pak Basuki memberi pengarahan. Begitu juga pak Basuki yang langsung menganggukkan kepala mengerti dengan penjelasan yang di berikan.
Setelah urusan data milik Asmara selesai, kini tinggal data-data milik Loka, memang hanya akta dan foto copy KTP saja yang dia bawa, namun kata teman pak Basuki tidak masalah. Karena data lainya bisa dia dapatkan secara on-line.
Bergegas pak Basuki menyodorkan semua data milik Loka untuk di periksa.
Cukup lama.
Hingga ada rasa tidak sabar pak Basuki menunggu taman nya mencocokan data. Namun untuk Data milik Loka sepertinya ada perubahan pada wajah teman pak Basuki, hingga terlihat berulang kali dia memasukan nama Loka Wiratmaja dalam layar komputer nya.
Tidak seperti pada data milik Asmara yang begitu tepat dan cepat, agaknya data Loka perlu kembali di baca berulang kali.
Sampai pada akhirnya teman pak Basuki meminta sendiri pada pak Basuki untuk membaca nya.
Dan benar saja tidak hanya teman pak Basuki saja, nyatanya pak Basuki juga seketika menampakan raut wajah yang berbeda.
Ada kebingungan yang jelas terlihat di wajah laki-laki paruh baya itu. Entah apa yang saat ini tengah ada dalam pikirannya.
Hingga cukup lama dia membaca, dan pada akhirnya hanya helaan nafas dalam yang dapat pak Basuki lakukan.
Tidak lupa pak Basuki menyampaikan ucapan terima kasihnya pada sang teman sebelum dia benar-benar pulang.
***
Asmara telah bersiap untuk segera pulang karena baru saja Loka mengabarkan jika kurang dari dua jam lagi dia akan sampai.
Beruntung pekerjaan di Puskesmas tidak terlalu banyak, sehingga Asmara bisa segera pulang.
Bahagia ?. Sudah pasti, sosok yang telah dia nantikan kedatanganya akan segera tiba setelah beberapa hari sebelumnya Asmara sempat begitu sangat mengkhawatirkan nya.
Dan kerinduan yang sempat menyapa kini akan mendapatkan obatnya.
Tidak butuh waktu lama Asmara telah sampai pada tujuannya, Rumah tua milik mendiang kedua orang tuanya.
Cepat-cepat Asmara masuk, karena tentu dia akan bersiap untuk menyambut Loka , mungkin selain menyiapkan diri, Asmara juga akan menyiapkan beberapa makanan dan tentu kopi hitam kesukaan suaminya.
Setelah selesai dengan urusan dirinya, kini Asmara menyiapkan baju ganti untuk suaminya, tentu saat tiba nanti Loka pasti akan langsung membersihkan diri.
Masakan telah selesai. Masih ada cukup waktu rasanya untuk Asmara membuat pudding mangga, terakhir kali Loka juga sangat menyukainya, dan saat ini rasanya Asmara ingin membuat nya lagi.
Pucuk di cinta ulam pun tiba, beruntung mangga mengkel yang hari sebelumnya di beli oleh Asmara, kini sudah ranum dan matang sempurna.
Binar bahagia jelas terlihat di wajah cantik Asmara, semua bahan telah siap untuk dia eksekusi. Dan langsung saja Asmara memulai aksinya.
__ADS_1
Mengupas mangga, dan menyiapkan bahan agar-agar serta tidak lupa susu evaporasi serta gula yang tentu akan di butuhkan.
Cekatan tangan Asmara menyiapkan semuanya, tidak butuh waktu lama Se loyang puding mangga telah siap, Tidak lupa Asmara tambahkan sedikit hiasan diatasnya, daun pandan yang begitu harum cukup untuk menambah kesan manis puding buatannya, tinggal di dinginkan saja, dan akan Asmara masukkan kedalam lemari pendingin setelahnya.
Selama menunggu suaminya, Asmara memilih untuk duduk dan menikmati secangkir teh madu yang akhir-akhir ini menjadi minuman favoritnya.
Duduk di teras rumah nyatanya memang sangat tepat dan terasa nikmat, hingga beberapa kali Asmara menyunggingkan senyuman terbaiknya, bahagia jelas sudah tidak lagi dapat di tutupi dari wajah Asmara.
Sejujurnya Asmara juga merasa geli dengan dirinya sendiri, pasalnya dia tersenyum senyum sendiri membayangkan bagaimana nanti Loka akan pulang.
Sudah seperti anak ABG yang baru merasakan cinta datang, Asmara dengan semua kerinduan yang telah membuncah dalam dada menunggu sang suami tiba dan memeluknya.
Membayangkan saja membuat Asmara ingin tertawa.
Beberapa kali Asmara melongo pada layar ponselnya, kalau-kalau mungkin saja Loka menghubunginya. Tidak lupa Asmara menyeruput teh hangat miliknya, cukup menenangkan dan melegakan rasanya.
Benar saja tidak berselang lama, Loka terlihat mengirimkan sebuah pesan pada Asmara.
💌 Adakah sesuatu yang kamu inginkan sayang, aku akan membelikannya sebelum aku sampai.
Begitu lah pesan yang di kirimkan Loka pada Asmara, penuh perhatian. Wanita mana yang tidak akan berbunga hatinya ketika dia mendapatkan pesan manis dan perhatian dari suaminya.
Tentu tidak hanya Asmara saja, sudah pasti banyak wanita di luar sana juga akan merasa bahagia, sama halnya dengan apa yang di rasakan Asmara saat ini.
💌 Tidak perlu mas, aku hanya menginginkan mu ❤️.
Pesan balasan yang di kirimkan oleh Asmara untuk suaminya, tidak lupa dengan emoticon berbentuk hati, visualisasi perasaan Asmara yang kini tengah begitu merindukan Loka.
💌 Baiklah, aku akan segera sampai, Jangan Lupa siapkan dirimu Sayang.
Balasan dari Loka yang seketika membuat wajah Asmara merah merona. Kalimat itu sangat terbuka dan jelas Asmara tahu apa maksudnya.
Setelah cukup lama berkutat dengan ponsel di tangannya. Kini pandangan Asmara teralihkan dengan suara mobil yang baru saja memasuki halaman nya.
Bukan Loka sepertinya, dan benar saja nyatanya itu memang bukanlah suaminya, tapi pak Basuki yang merupakan bapaknya lah yang datang menemuinya.
Mobil kijang Inova milik pak Basuki sudah tidak asing lagi bagi Asmara yang bahkan juga kerap kali menumpanginya.
Binar bahagia terlihat di wajah Asmara, Rasa bahagia karena Loka akan datang membuat Asmara juga tidak bisa menahan kebahagiaanya ketika bertemu dengan sosok bapak kedua nya.
"Assalamualaikum Nduk"
"Waalaikumsalam pak, Sendiri saja ?, ibuk dimana ?"
Asmara tampak clingukan mencari sosok Bu Retno yang nyatanya tidak tampak datang bersama pak Basuki.
"Ibumu di rumah, tadinya mau ikut, tapi sedang ada tamu" Jawab pak basuki.
Tidak seperti biasa , Entah mengapa Asmara menangkap kegusaran di wajah tua bapak nya. Dan Asmara belum bisa bertanya kenapa ?, Karena setelah kedatangan pak Basuki, mobil milik Loka juga tiba-tiba datang menyusulnya.
Raut bahagia tidak dapat lagi Asmara tutupi, Loka benar-benar datang dan menemui Asmara yang begitu sangat merindukannya.
Berbeda dengan Asmara justru pak Basuki menampakkan wajah yang berbeda.
__ADS_1
***