SENJA ASMARALOKA

SENJA ASMARALOKA
BAB 98. Kedatangan Cinta.


__ADS_3

...Ketika dia sudah datang siapa yang bisa menolaknya. ...


...Cinta ...


...🍁...


Cukup lama Asmara bergelut dengan pikirannya, hingga dua bola mata nya membulat sempurna.


'Mas Loka'


Lirih Asmara dengan air mata yang seketika membasahi pipi nya.


Tidak hanya Asmara, namun Loka yang begitu merindukan Asmara hanya bisa menatap wanitanya penuh iba.


Jujur masih tidak percaya jika saat ini yang berada di hadapannya benar adalah Asmara istrinya.


"Kenapa kau meninggalkan ku Asma ?"


"Tidak tahu kah kau, jika aku sangat mengkhawatirkan mu ?"


Loka seolah menumpahkan semua kekesalan dan kerinduannya pada Asmara, Hangatnya tubuh Asmara seolah belum mampu mengobati rasa rindu yang menggebu.


Asmara masih tetap dalam diamnya, selain tidak percaya, dia juga merasa kedatangan Loka merupakan harapan yang masih harus di tunda.

__ADS_1


Namun ini nyata, Loka telah datang dan menghampirinya.


"Apa kau tidak merindukanku ?"


Menyadari hanya air mata yang keluar membasahi pipi istrinya, Loka merasa Asmara tengah merasakan kesedihan dalam hatinya.


"A.a.aku sangat merindukanmu mas"


Serak suara Asmara menahan sesak dalam dada. Jujur dia sangat bahagia, namun juga dia merasa bingung, apakah ini nyata atau hanya mimpi nya saja.


Wanita mana yang tidak akan merindukan separuh jiwanya, jika mereka berpisah dalam waktu yang cukup lama. Begitu juga Asmara tentu merasakan hal yang sama.


Keduanya saling berpelukan, melepaskan segala kerinduan. Basah baju dan tubuh Loka seolah tidak menjadi penghalang bagi keduanya untuk saling mencurahkan rasa.


Asmara bertanya pada suaminya, dan benar saja, anggukan kepala menjadi jawaban Loka atas pertanyaan Asmara.


Asmara kembali menitihkan Air matanya, menyadari betapa dirinya tadi sangat ketakutan hingga berfikir macam-macam, tidak tahunya diluar sana merupakan Loka.


Asmara lantas memukul keras dada suaminya, memikirkan betapa dirinya tadi begitu ketakutan.


Namun keduanya lantas kembali mencurahkan kerinduan, berpelukan saling menghangatkan, merupakan pilihan.


Cukup lama keduanya dalam posisi sama, hingga Asmara melepaskan pelukannya, dan menyadarkan Loka jika dia butuh untuk mengganti pakaiannya.

__ADS_1


Setelah keduanya selesai dengan acara melepas rindu dalam dada.


Asmara bergegas menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.


Asmara tentu tidak ingin Loka jatuh sakit karena dirinya yang telah membiarkan Loka berdiri lama di depan pintu rumahnya 'Batin Asmara'.


Tidak hanya pakaian namun juga Asmara menyiapkan air hangat untuk sang suami mandi.


Setelah semua siap Asmara lantas meminta Loka untuk segera membersihkan dirinya, sementara loka tengah sibuk dengan dirinya, Asmara memilih untuk menyiapkan makanan saja.


Entah sudah makan atau belum, yang jelas Asmara tetap menyiapkan saja.


Tidak butuh waktu lama, Baik Loka maupun Asmara telah selesai dengan semua kegiatannya.


Keduanya bersama menikmati makanan yang sebelumnya disiapkan oleh Asmara.


Entah sudah berapa kali, Asmara mendapati sang suami begitu dalam menatap dirinya. Mungkin saja karena memang begitu merindukannya 'batin Asmara'.


Meski sudah kenyang , Namun Asmara tetap menemani sang suami, siap demi siap nasi masuk kedalam perut nya.


Asmara menangkap raut kesedihan di wajah suaminya, tidak hanya itu, wajah lelah juga terlihat di sana. Namun Asmara juga menangkap cinta di mata indah suaminya.


Keduanya tampak larut dalam kebahagiaan, duka yang sebelumnya menyapa kini sirna seketika.

__ADS_1


Dua insan yang sempat tidak saling sapa, kini mulai kembali merajut cinta dan asa yang sudah tertanam dalam dada.


__ADS_2