SENJA ASMARALOKA

SENJA ASMARALOKA
BAB 46. Kejutan


__ADS_3

...Teruslah melangkah kedepan. Karena masih ada impian yang harus di Wujudkan...


...🍁...


Asmara masih betah terdiam dalam lamunannya, jujur dia sudah tidak lagi dapat berkata-kata, meski Loka selalu berusaha meyakinkan dirinya.


"Pulanglah mas , untuk saat ini aku ingin sendiri"


Dengan sisa tenaga yang tersisa Asmara meminta Loka untuk meninggalkan dirinya.


Asmara mungkin benar-benar sudah lelah dengan batin dan pikirannya, hingga sendiri saja merupakan obat yang paling mujarab baginya.


Gelengan kepala seketika menjadi jawaban dari Loka, jika Loka tidak mau untuk beranjak dari duduknya, Loka tetap kekeh ingin bersama Asmara hingga calon istrinya itu mau memaafkan dirinya.


"Asma , Aku tidak akan meninggalkan mu"


Asmara hanya membuang pandanganya, menyadari bagaimana sikap keras kepala seorang Loka Wiratmaja.


"Aku tahu Mama telah begitu melukai mu. Tapi aku mohon Jangan pernah menyerah"


Loka kembali kekeh dengan ucapanya.


Mendengar penuturan Loka , Asmara hanya tetap diam saja, selain enggan untuk memberikan tanggapan, mungkin juga karena Asmara memang tidak memiliki jawaban atas paksaan Loka terhadap dirinya.


"Aku mohon maafkan aku Asma, Asal kamu tahu. Saat ini mungkin aku sudah tidak bisa mundur begitu saja"


"Aku mencintaimu, Sangat Mencintai mu, Bahkan aku akan melakukan Apapun untuk mu"


Deg.


Ucapan Loka seakan menghentikan detak jantung Asmara, bagaimana tidak, Asmara yang sudah berusaha untuk melupakan Loka, justru Loka semakin gencar untuk melanjutkan hubungan keduanya.


Hubungan yang entah sejak kapan di mulai, namun bagi Asmara saat ini sudah usai tanpa ada kata selesai.


"Meski harus meninggalkan keluarga, Meninggalkan kemewahan dan harta benda dari Orang tua ?"


Asmara tampak menjajaki keseriusan Loka pada dirinya.


"Apapun itu, jika memang pilihanku membuat aku harus merelakan lainya, Kenapa tidak !"


Loka begitu kekeh dengan niat baiknya terhadap Asmara. Namun entah mengapa Asmara justru tidak menyukai sikap Loka yang merelakan semua demi dirinya.


"Mas . Aku tidak bisa, Menjalani sebuah rumah tangga yang berdiri diatas Kebencian orang tua"


Lirih Asmara mengatakan isi hatinya. Asmara berbicara dengan menatap wajah Loka, Sangat dalam hingga dia melihat kekecewaan di wajah Loka Wiratmaja.


Loka pun paham apa maksud Asmara, namun dia juga sudah tidak bisa berpaling dari Asmara yang telah mengisi hatinya entah sejak kapan.


"Apa bedanya Asma !! , Dulu kau dan Bima mendapatkan restu dari orang tua. Tapi kenyataanya apa ???"


"Kau juga masih tetap saja Kecewa pada Akhirnya"


"Apa kau sudah lupa tentang bagaimana Bima meninggalkan dirimu ?"


Loka tampak menyadarkan pikiran Asmara yang baginya tidak sejalan dengannya.


Asmara hanya terdiam dengan lamunannya, sejujurnya apa yang di katakan Loka memanglah benar adanya.


Namun Situasi ini tidak bisa di sama ratakan dengan Asmara dan Bima Saat itu.


"Tidak mas. Asma tetap tidak bisa" Lirih Asmara mengucapkan kalimat nya.


"Lalu apa masalahnya Asmara??"


Loka tampak tidak kuat menahan pikiran dan hatinya, Loka hanya berharap Asmara akan merubah keputusannya.


Namun Semua terasa sia-sia saja, tatkala Loka hanya mendapatkan gelengan kepala dari Asrama.

__ADS_1


Hal itu cukup menegaskan bagaimana keputusan Asmara kepada Loka saat.


"Baiklah Jangan salahkan Aku jika aku berbuat nekat !!!"


Loka terlihat menajamkan pandanganya, bulat matanya kini di dominasi warna merah menahan Amarah, dan tentu itu sedikit membaut Asmara takut melihatnya.


Brak. !!


Dengan gerakan cepat Loka membanting tubuh Asmara, Mengukung Asmara didalam pelukannya.


Kini Asmara telah berada dibawah tubuh kekar Loka, Sontak hal itu memuat Asmara merasa ketakutan melihat nya.


"Aku tidak menerima penolakan Asma !!, Aku akan melakukan ini sekarang juga, Dan ketika semua terjadi maka Kau tidak akan pernah lagi Bisa Lari"


Terdengar dingin ucapan Loka menusuk telinga Asmara.


Jantung Asmara kini telah berdetak lebih kencang dari sebelumnya.


Jelas sebagai wanita dewasa dia tahu apa yang kini akan di lakukan seorang Loka Wiratmaja.


"Mas, Aku mohon, Jangan seperti ini"


Bergetar Asmara mengatakan itu pada Loka, Hembusan nafas Loka yang terasa membelai pipi Asmara, justru membuatnya Takut dengan sosok Loka.


Entah dari mana seketika linangan Air mata dari Asmara menjadi tanda jika dia begitu tidak menduga dengan tindakan nekat Loka


"Mas, Sadarlah"


Lirih Asmara kembali berkata pada Loka , yang kini terlihat semakin buas menatapnya.


Deru nafas Loka sudah tidak lagi dapat terkendali, hingga Asmara merasakan sentuhan bibir Loka yang mendarat di lehernya.


"Stop !!!. Mas loka Hentikan !!!"


Asmara mendorong kuat tubuh Loka dari tubuhnya. Namun nyatanya hal itu sia sia saja, kemarahan Loka membuatnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Seolah singa lapar yang telah siap menerkam mangsanya,mungkin begitulah Loka saat ini.


Teriakan dan Raungan Asmara tidak lagi Loka dengarkan, karena didalam hati Loka sudah di kuasai olah Ambisi, Tentang bagaimana Loka bisa mendapatkan Asmara, entah bagaimana pun caranya.


"Asma Mohon maaf, Sadarlah"


Asmara terisak dalam brutalnya Gerakan Loka yang berusaha menanggalkan semua benang yang menutupi Tubuhnya.


"Mas Stop !!!. Oke kita akan bicarakan masalah ini lagi"


Loka tampak mendongakkan wajahnya, menatap Asmara yang kini ketakutan melihatnya.


"Tidak ada penolakan ?"


Susah payah Asmara menganggukkan kepalanya, menatap wajah Loka yang kini sudah mulai terlihat biasa.


"Aku takut mas "


Suara Isak tangsi Asmara yang seketika menyadarkan Loka dari keganasannya menyerang calon istrinya.


Hingga untuk sesaat Loka memejamkan mata dan menghirup udara sedalam-dalamnya.


Sebuah kecupan di kening Asmara menjadi pertanda berakhirnya kebrutalan Loka pada Asmara.Hingga Asmara merasakan lega dan cukup tenang setelahnya.


Deru Nafas Asmara mulai berangsur kembali seperti semula, rasa takut terhadap Loka kini juga mulai sirna.


Asmara cukup lega , Loka tidak bertindak nekat dengan melanggar norma agama. Tentu jika itu benar-benar terjadi maka, Tidak hanya Asmara namun tentu Loka juga akan sangat menyesalinya.


Loka pun menyadari kesalahannya karena hampir saja dia melakukan sesuatu yang jelas belum menjadi haknya.


Entah setan apa yang tengah merasuki hati Loka, namun dia cukup bersyukur karena tindakan nekatnya itu Asmara lantas merubah keputusannya.

__ADS_1


Sejujurnya Loka sedikit kasihan melihat wajah Asmara yang masih ketakutan, namun tidak masalah karena pada Akhirnya Asmara kembali memberikan kesempatan pada dirinya.


"Sudah sore, Bersihkan dirimu. Aku akan siapkan Makanan untuk kita"


Loka beranjak dari duduknya, meninggalkan Asmara yang masih terjebak dalam lamunannya. Sungguh menatap kepergian Loka yang menghilang di balik pintu kamar nya cukup membuatnya Asmara Lega.


Entah apa jadinya jika tadi Loka benar-benar nekat melakukan nya.


Seperti yang di katakan Loka, Asmara pun bergegas untuk membersihkan dirinya , tidak lupa kali ini Asmara untuk mengunci pintu kamarnya.


Agaknya dia masih cukup trauma dengan kenekatan Loka sebelumnya.


Tidak butuh waktu lama, Asmara telah keluar kamar dengan wajah yang terlihat jauh lebih segar.


Harum aroma Mie instan yang telah tersaji diatas meja makan membuat Asmara merasa ingin segera menikmati nya.


Asmara mungkin telah begitu kelaparan, bagaimana tidak sejak semalam dia tidak makan dan tidak minum, hingga dia pingsan dan setelahnya juga belum ada makanan atau minuman yang mengisi lambungnya.


Melihat makanan yang telah tersaji di meja sejujurnya Asmara sangat tergoda, namun Asmara menyadari jika dia tidak menemukan keberadaan Loka disana.


Agaknya Asmara mulai penasaran dengan dimana saat ini Loka berada, hingga Asmara mencari Loka ke setiap sudut rumah nya, namun ternyata Loka tidak berada di manapun.


"Nyariin Ya !!"


Suara dan sentuhan tangan Loka, seketika mengagetkan Asmara.


"Astaga, Mas Loka dari mana saja ?"


Entah pemikiran dari mana ,namun Loka menganggap jika Asmara tengah mengkhawatirkan dirinya, agaknya hal itu cukup membuat Loka merasa bahagia.


Bukan menjawab pertanyaan Asmara, justru Loka memilih membawa Asmara kembali masuk ke rumahnya.


Keduanya duduk di meja makan yang sebelumnya terdapat dua mangkuk mie kuah instan yang Loka tambah dengan sayur dan telur di dalamnya. Tampak menggugah selera, hingga Asmara terlihat menahan air liurnya yang sudah membuncah memenuhi mulutnya.


"Makanlah"


Titah Loka dengan senyum manis menghiasi wajahnya. Asmara hanya menjawab dengan anggukan kepala. Lantas dia langsung saja menyantap makanan yang tersaji di depan matanya.


Loka melihat bagaimana Asmara begitu menikmati makanan buatannya, cukup membuat Hati Loka merasa sedih seketika, mengingat bagaimana orang tuanya memperlakukan Asmara dengan tidak baik.


Dalam hat, Loka berjanji untuk tidak akan pernah membuat luka hati Asmara di kemudian hari.


Sudah cukup Loka mengetahui kenyataan hidup Asmara yang begitu pedih, Sungguh Loka ingin membawa Asmara dalam pelukannya, dan menjaga dia serta Senja untuk selama-lamanya, Di sepanjang sisa hidup Loka Wiratmaja.


Suasana tampak hening, hanya suara sendok yang mendominasi ruangan tersebut.


Hingga tanpa aba-aba Loka mengatakan sesuatu yang cukup menohok di hati Asmara.


"Besok kita akan menikah"


Uhukk...


Asmara tampak tersedak oleh mie yang tengah dia kunyah dalam mulutnya. Bagaimana tidak dia begitu terkejut, Loka yang tadinya anteng-anteng saja mendadak mengatakan ingin menikah, terlebih dengan entengnya dia mengatakan jika ingin menikahi Asmara besok.


Namun untuk sesaat Asmara justru menertawakan ucapan Loka, Sejujurnya Asmara menangkap keseriusan di wajah Loka, Namun ucapan Loka terasa aneh bagi Asmara.


Jangankan sembuh bahkan Luka hatinya saja belum sempat kering karena ulah mama nya, kini giliran anaknya mengajak Asmara bergurau begitu saja.


Sungguh ucapan Loka sangat lucu bagi Asmara.


"Kamu tidak percaya ?"


Dengan entengnya Asmara menggelengkan kepalanya.


Melihat reaksi Asmara, Loka lantas mengangguk angguk kan kepala saja.


Yang dia akan lakukan hanyalah membuktikan keseriusan nya pada Asrama , bukan lagi meyakinkan hati nya akan keseriusan cintanya.

__ADS_1


Asmara akan paham tentang perasaan Loka jika Loka sudah memberikan bukti keseriusan akan cintanya terhadap Asmara.


***


__ADS_2